Logo Sulselsatu

Ini 3 Reformer Terbaik Diklatpim III Angkatan IX 2019 di Gowa

Asrul
Asrul

Selasa, 08 Oktober 2019 20:17

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, GOWA – Diklat Kepemimpinan Administrator angkatan IX Tahun 2019 Lingkup Pemerintah Kabupaten Gowa menghasilkan tiga nama yang ditetapkan sebagai reformer terbaik. Mereka mendapatkan nilai yang sangat memuaskan dari coach, mentor dan laboratorium kepemimpinan.

Ketiga orang tersebut yakni posisi pertama diraih oleh, Nurlyah Djamir dari Dinas Ketahanan Pangan dengan judul proyek perubahan ‘Sistem Pemupukan 3T (Tepat waktu, Tepat dosis, Tepat jenis).

Posisi ke dua ditempati Kepala Bagian Humas dan Kerjasama Gowa, Indra Wahyudi Yusuf dengan judul proyek perubahan ‘Metro Somba Opu’ dan posisi ketiga ditempati Kabag Umum Gowa, Andi Tenriwati Tahri dengan judul proyek perubahan ‘Sidak Randis’.

Baca Juga : Dorong Peningkatan Layanan Kesehatan, RSUD Syekh Yusuf Bersama BSI Teken MoU

Nurlyah Djamir mengatakan bahwa proyek perubahan Sistem Pemupukan 3T yang diangkat dalam inovasi perubahan pada diklat kepemimpinan adminstrator yang diikuti karena melihat produktivitas padi di Kabupaten Gowa masih dapat ditingkatkan.

“Saat ini produksi padi di Gowa berkisar 6 ton perhektar, namun setelah melakukan wawancara kebeberapa petani jumlah 6 ton ini mampu kita tingkatkan asal pengelolaannya dilakukan secara tepat,” katanya.

Dalam meningkatkan produktifitas padi dapat dilakukan dengan dua cara yakni Ekstensifikasi atau perluasan lahan dan Intensifikasi atau pemberian pupuk berimbang. Namun untuk ekstensifikasi tidak mungkin lagi dapat dilakukan. Salah satu upaya yang dapat kita lakukan saat ini yakni intensifikasi atau pemberian pupuk yang berimbang.

Baca Juga : Pelantikan Panitia PTSL 2026, Bupati Gowa Tekankan Integritas dan Profesionalisme

“Saya ingin para petani tidak hanya menggunakan pupuk satu jenis atau majemuk tetapi dia juga harus mengetahui bahwa nutrisi padi juga membutuhkan fosfor dan kalium dalam untuk meningkatkan bulir bulir padi, sehingga jika ini dapat berjalan baik dikalangan petani maka produktifitas padi dapat meningkat,” jelas Nurlyah.

Selanjutnya, Indra Wahyudi menjelaskan, proyek perubahan ‘Metro Somba Opu’ disusun untuk mengubah midset/pola pikir orang Somba Opu untuk mewujudkan peran serta dan partisipasi masyarakat dalam membangun Kecamatan Somba Opu sebagai Kecamatan terdepan yang merupakan ibukota dari Kabupaten Gowa, khususnya dalam menciptakan lingkungan yang bersih melalui Ayo Gowa Bersih.

“Program ini kita peruntukkan bagi masyarakat, karena pola pikir masyarakat dan gaya hidupnya yang apatis terhadap lingkungan, dan mereka menganggap itu semua urusannya pemerintah, sehingga kami berkomitmen melalui program ini kita ajak masyarakat mengubah pola pikirnya terutama dalam mencintai lingkungan kita,” ujarnya.

Baca Juga : Pemkab Gowa Edukasi Pengelolaan Keuangan Bagi Organisasi Perempuan, Kepemudaan dan Siswa

Salah satu cara yang dilakukan dalam mengubah pola pikir tersebut melalui dialog hati yang rutin dilakukannya hampir setiap hari dalam dua bulan terakhir ini.

“Dialog Hati ini maksudnya kami turun langsung ke masyarakat dan berbicara dari hati ke hati untuk mendengarkan keluh kesah masyarakat, karena yakin dan percaya jika pola pikirnya yang diubah dan mengetahui apa sebenarnya yang dibutuhkan oleh masyarakat maka lingkungan dan keadaan yang kita inginkan tercapai dengan sendirinya karena adanya kesadaran dari masyarakat,” jelasnya.

Sementara, Andi Tenriwati Tahri menjelaskan bahwa proyek perubahan Sidak Randis atau sistem informasi pengendalian pajak kendaraan Dinas sebagai upaya untuk memberikan kemudahan bagi pengguna kendaraan dinas yang diminta untuk membayar pajak sebelum tiba tempo.

Baca Juga : Siswa di SD Center Malakaji Dapat Pemeriksaan Kesehatan Gratis

“Proyek ini dianggap perlu untuk menghindari pembayaran penundaan atau pembayaran pajak kendaraan dinas, walaupun diketahui pembiayaan pajak ada dikami, namun tidak dapat dipungkiri salah satu penyebab karena lupa pajak sudah jatuh tempo dan tidak ada laporan dari pengguna randis, alhasil dana yang sudah sesuai tidak sesuai dengan yang ada karena penunggakan,” jelasnya.

Dirinya berharap dengan diterapkapnya aplikasi Sidak randis ini akan menghindari pembayaran penundaan atau pembayaran pajak kendaraan dinas. Selain itu, dalam perencanaan penganggaran arus kas pembayaran, serta perencanaan pengeluaran lebih banyak lagi.

Editor: Awang Darmawan

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Nasional28 Januari 2026 19:16
BI Prediksi Perekonomian Indonesia Tahun Ini Tumbuh hingga 5,7 Persen
Bank Indonesia (BI) memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia akan terus menguat. Pada 2026 ini, ekonomi nasional diprakirakan tumbuh pada kisaran 4,9...
Ekonomi28 Januari 2026 18:43
Jumlah Investor Sulampua Terus Tumbuh, Total SID Capai 1.241.229
Sektor pasar modal di wilayah Sulampua terus menunjukkan perkembangan positif, khususnya dari sisi peningkatan partisipasi investor....
News28 Januari 2026 17:53
Cetak Prestasi Gemilang, Kalla Toyota Dinobatkan Jadi Role Model Company di KALLA Award 2025
KALLA kembali menggelar ajang penghargaan KALLA AWARD 2025, sebagai bentuk apresiasi tinggi bagi unit bisnis di bawah naungan KALLA....
Pendidikan28 Januari 2026 17:32
SD Islam Athirah 2 Gelar Trial Class, Diikuti 79 Anak TK
SD Islam Athirah 2 Bukit Baruga sukses menggelar kegiatan Trial Class yang melibatkan siswa dari TK Amaliyah BLKI, TK Negeri Manggala, dan TK Islam At...