SULSELSATU.com, JAKARTA – PT Vale Indonesia Tbk memperkuat strategi keuangan berkelanjutan melalui perolehan fasilitas pinjaman sindikasi berbasis keberlanjutan atau Sustainability-Linked Loan (SLL) senilai US$750 juta, dengan opsi tambahan greenshoe sebesar US$250 juta.
Fasilitas ini menjadi pinjaman sindikasi pertama bagi PT Vale sekaligus langkah strategis untuk memperkuat ketahanan finansial perusahaan, mendukung pengembangan proyek strategis, dan memastikan praktik pertambangan yang bertanggung jawab sesuai tuntutan pasar global.
Pinjaman tersebut didukung oleh sindikasi 14 bank internasional dan mengalami kelebihan permintaan hingga 1,7 kali atau oversubscribed.
Baca Juga : Partisipasi Perempuan di Industri Tambang Naik, PT Vale Catat Peningkatan Setiap Tahun
Kondisi ini menunjukkan tingginya kepercayaan lembaga keuangan terhadap fundamental bisnis serta arah keberlanjutan perusahaan.
Presiden Direktur dan CEO PT Vale Bernardus Irmanto mengatakan, fasilitas ini menjadi bagian penting dalam upaya perusahaan menyelaraskan strategi pembiayaan dengan agenda dekarbonisasi.
“Fasilitas ini menandai langkah penting dalam perjalanan kami untuk menyelaraskan strategi pembiayaan dengan agenda dekarbonisasi dan pertumbuhan jangka panjang perusahaan. Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan nikel berkualitas tinggi dengan jejak karbon yang lebih rendah, sekaligus mendukung pengembangan industri hilirisasi nasional dan transisi energi global,” ujarnya.
Baca Juga : Hari Bumi 2026, PT Vale Tanam Pohon dan Kampanyekan Hemat Energi di Morowali
Di tengah percepatan elektrifikasi global dan pengembangan energi terbarukan, kebutuhan terhadap nikel terus meningkat, terutama sebagai bahan utama baterai kendaraan listrik dan penyimpanan energi.
Berdasarkan proyeksi International Energy Agency (IEA), kapasitas penyimpanan baterai global diperkirakan perlu meningkat hingga 14 kali lipat, sementara permintaan baterai kendaraan listrik diproyeksikan naik tujuh kali lipat hingga 2030.
Dalam kondisi tersebut, PT Vale menilai posisinya strategis sebagai produsen nikel dengan intensitas karbon yang lebih rendah.
Baca Juga : PT Vale Perkuat Intervensi Penurunan Stunting di Kolaka, Jangkau 5.000 Keluarga Berisiko
Hal ini didukung oleh penggunaan energi terbarukan dari tiga pembangkit listrik tenaga air (PLTA) yang terintegrasi dalam operasional perusahaan.
Selain itu, perusahaan juga terus meningkatkan kapasitas dan keandalan infrastruktur PLTA guna mendukung elektrifikasi operasional secara bertahap.
Fasilitas SLL ini disusun berdasarkan Sustainability-Linked Financing Framework yang selaras dengan praktik internasional pembiayaan berkelanjutan.
Baca Juga : PT Vale Bersama Forkopimda Luwu Timur Kolaborasi Akselerasi Kemajuan Daerah
Indikator kinerja utama atau Key Performance Indicators (KPI) yang digunakan meliputi penurunan intensitas emisi karbon dan peningkatan penggunaan energi terbarukan.
Kedua indikator tersebut memperoleh penilaian strong dari Second Party Opinion independen karena dinilai selaras dengan target pembatasan kenaikan suhu global sesuai Paris Agreement 1,5°C pathway, serta mendukung target Nationally Determined Contribution (NDC) Indonesia.
Dari sisi penggunaan dana, sekitar 50 persen dana pada 2026 akan dialokasikan untuk pengembangan proyek IGP Pomalaa, 30 persen untuk proyek IGP Morowali, dan 20 persen untuk pengembangan IGP Sorowako Limonite.
Baca Juga : Perambahan Hutan di Kawasan PPKH, Gakkum Imbau Laporkan untuk Diproses Hukum
Pada 2027, pendanaan akan difokuskan pada kelanjutan proyek-proyek tersebut serta pemenuhan hak partisipasi atau participating right dalam proyek joint venture.
PT Vale juga menyatakan manfaat finansial dari penyesuaian margin berbasis kinerja keberlanjutan akan dialokasikan ke program pengembangan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Direktur Wholesale Banking UOB Indonesia Harapman Kasan menilai pembiayaan berbasis keberlanjutan semakin penting dalam mendukung transformasi industri.
“Transaksi ini mencerminkan pendekatan kami dalam mendukung nasabah melalui struktur pembiayaan yang selaras dengan target keberlanjutan yang terukur, sekaligus memperkuat peran Indonesia dalam agenda transisi energi global,” ujarnya.
Presiden Direktur PT Bank Mizuho Indonesia, Ken Matsuo, juga menyebut tingginya minat perbankan dalam fasilitas ini menjadi bukti kepercayaan terhadap model bisnis PT Vale.
“Energi merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia, dan kami bangga dapat mendukung fasilitas pinjaman sindikasi perdana PT Vale. Di tengah volatilitas pasar, tingginya minat dari para bank peserta serta oversubscription menunjukkan kuatnya kepercayaan terhadap model bisnis PT Vale,” katanya.
Melalui pencapaian ini, PT Vale memperkuat posisinya sebagai perusahaan tambang yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga pada keberlanjutan lingkungan, tanggung jawab sosial, dan tata kelola perusahaan yang baik atau ESG.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar