Logo Sulselsatu

PT Vale Raih Pinjaman Sindikasi Berbasis ESG Senilai US$750 Juta

Sri Wahyu Diastuti
Sri Wahyu Diastuti

Jumat, 24 April 2026 14:14

Presiden Direktur dan CEO PT Vale Bernardus Irmanto. Foto: Istimewa.
Presiden Direktur dan CEO PT Vale Bernardus Irmanto. Foto: Istimewa.

SULSELSATU.com, JAKARTAPT Vale Indonesia Tbk memperkuat strategi keuangan berkelanjutan melalui perolehan fasilitas pinjaman sindikasi berbasis keberlanjutan atau Sustainability-Linked Loan (SLL) senilai US$750 juta, dengan opsi tambahan greenshoe sebesar US$250 juta.

Fasilitas ini menjadi pinjaman sindikasi pertama bagi PT Vale sekaligus langkah strategis untuk memperkuat ketahanan finansial perusahaan, mendukung pengembangan proyek strategis, dan memastikan praktik pertambangan yang bertanggung jawab sesuai tuntutan pasar global.

Pinjaman tersebut didukung oleh sindikasi 14 bank internasional dan mengalami kelebihan permintaan hingga 1,7 kali atau oversubscribed.

Baca Juga : Direktur Keamanan PT TRK Pimpin Blokade Total PSN Pomalaa, Tantang dan Maki Aparat TNI

Kondisi ini menunjukkan tingginya kepercayaan lembaga keuangan terhadap fundamental bisnis serta arah keberlanjutan perusahaan.

Presiden Direktur dan CEO PT Vale Bernardus Irmanto mengatakan, fasilitas ini menjadi bagian penting dalam upaya perusahaan menyelaraskan strategi pembiayaan dengan agenda dekarbonisasi.

“Fasilitas ini menandai langkah penting dalam perjalanan kami untuk menyelaraskan strategi pembiayaan dengan agenda dekarbonisasi dan pertumbuhan jangka panjang perusahaan. Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan nikel berkualitas tinggi dengan jejak karbon yang lebih rendah, sekaligus mendukung pengembangan industri hilirisasi nasional dan transisi energi global,” ujarnya.

Baca Juga : PT Vale Perkuat Mitigasi Karhutla di Seluruh Wilayah Konsesi

Di tengah percepatan elektrifikasi global dan pengembangan energi terbarukan, kebutuhan terhadap nikel terus meningkat, terutama sebagai bahan utama baterai kendaraan listrik dan penyimpanan energi.

Berdasarkan proyeksi International Energy Agency (IEA), kapasitas penyimpanan baterai global diperkirakan perlu meningkat hingga 14 kali lipat, sementara permintaan baterai kendaraan listrik diproyeksikan naik tujuh kali lipat hingga 2030.

Dalam kondisi tersebut, PT Vale menilai posisinya strategis sebagai produsen nikel dengan intensitas karbon yang lebih rendah.

Baca Juga : PT Vale Tekankan Pemberdayaan Masyarakat sebagai Fondasi Keberlanjutan

Hal ini didukung oleh penggunaan energi terbarukan dari tiga pembangkit listrik tenaga air (PLTA) yang terintegrasi dalam operasional perusahaan.

Selain itu, perusahaan juga terus meningkatkan kapasitas dan keandalan infrastruktur PLTA guna mendukung elektrifikasi operasional secara bertahap.

Fasilitas SLL ini disusun berdasarkan Sustainability-Linked Financing Framework yang selaras dengan praktik internasional pembiayaan berkelanjutan.

Baca Juga : PT Vale Tanam 50 Mangrove dan 200 Lamun di Pesisir Luwu Timur

Indikator kinerja utama atau Key Performance Indicators (KPI) yang digunakan meliputi penurunan intensitas emisi karbon dan peningkatan penggunaan energi terbarukan.

Kedua indikator tersebut memperoleh penilaian strong dari Second Party Opinion independen karena dinilai selaras dengan target pembatasan kenaikan suhu global sesuai Paris Agreement 1,5°C pathway, serta mendukung target Nationally Determined Contribution (NDC) Indonesia.

Dari sisi penggunaan dana, sekitar 50 persen dana pada 2026 akan dialokasikan untuk pengembangan proyek IGP Pomalaa, 30 persen untuk proyek IGP Morowali, dan 20 persen untuk pengembangan IGP Sorowako Limonite.

Baca Juga : PT Vale Perkuat Kompetensi Tenaga Medis di Kolaka Lewat Pelatihan BTCLS

Pada 2027, pendanaan akan difokuskan pada kelanjutan proyek-proyek tersebut serta pemenuhan hak partisipasi atau participating right dalam proyek joint venture.

PT Vale juga menyatakan manfaat finansial dari penyesuaian margin berbasis kinerja keberlanjutan akan dialokasikan ke program pengembangan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Direktur Wholesale Banking UOB Indonesia Harapman Kasan menilai pembiayaan berbasis keberlanjutan semakin penting dalam mendukung transformasi industri.

“Transaksi ini mencerminkan pendekatan kami dalam mendukung nasabah melalui struktur pembiayaan yang selaras dengan target keberlanjutan yang terukur, sekaligus memperkuat peran Indonesia dalam agenda transisi energi global,” ujarnya.

Presiden Direktur PT Bank Mizuho Indonesia, Ken Matsuo, juga menyebut tingginya minat perbankan dalam fasilitas ini menjadi bukti kepercayaan terhadap model bisnis PT Vale.

“Energi merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia, dan kami bangga dapat mendukung fasilitas pinjaman sindikasi perdana PT Vale. Di tengah volatilitas pasar, tingginya minat dari para bank peserta serta oversubscription menunjukkan kuatnya kepercayaan terhadap model bisnis PT Vale,” katanya.

Melalui pencapaian ini, PT Vale memperkuat posisinya sebagai perusahaan tambang yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga pada keberlanjutan lingkungan, tanggung jawab sosial, dan tata kelola perusahaan yang baik atau ESG.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

News09 September 2026 16:06
Pelindo Regional 4 dan Kejati Maluku Perkuat Sinergi Penanganan Hukum
PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 dan Kejaksaan Tinggi Maluku memperkuat sinergi dalam penanganan masalah hukum di bidang perdata dan tata u...
Otomotif09 September 2026 16:01
Honda CT125 Hadir dengan Warna Baru, Makin Ikonik dan Berkarakter
PT Astra Honda Motor (AHM) menghadirkan penyegaran pada Honda CT125 melalui pilihan warna baru yang semakin memperkuat karakter motor bebek trekking t...
Bisnis09 September 2026 14:03
PJM Perkuat Keselamatan dan Kesiapan Operasional di Pelabuhan Banten dan Panjang
PT Pelindo Jasa Maritim (PJM) memperkuat kesiapan operasional, keselamatan, dan kualitas layanan melalui pemantauan langsung di lapangan....
Sulsel09 September 2026 13:50
Pedagang Diduga Bully Siswi SD, Orangtua Siap Buka Kasus ke Polisi
TAKALAR, SULSELSATU — Dugaan perundungan terhadap seorang siswi kelas V, SD Negeri 176 Inpres Lengkese II, Kelurahan Mangadu, Kecamatan Mngarabombng...