SULSELSATU.com, MAKASSAR — Langkah cepat dan terukur ditunjukkan Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Sulawesi Selatan, Komisaris Besar (Kombes) Pol Taufik Herdiansyah. Baru sepekan menjabat, perwira menengah Polri itu langsung mengungkap praktik dugaan penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) subsidi yang selama ini merugikan negara dan masyarakat.
Hanya dalam waktu delapan hari sejak menerima amanah sebagai Dirkrimsus Polda Sulsel, Taufik berhasil membongkar jaringan distribusi solar subsidi yang diduga diselewengkan melalui skema penimbunan dan penjualan kembali kepada pihak yang tidak berhak. Temuan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa Polda Sulsel mulai serius membidik praktik mafia BBM yang selama ini dikeluhkan masyarakat.
Pengungkapan kasus ini berawal dari serangkaian penyelidikan yang dilakukan jajaran Subdit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Ditreskrimsus Polda Sulsel. Dari hasil operasi tersebut, aparat menemukan indikasi kuat adanya distribusi solar subsidi yang tidak sesuai peruntukan.
Baca Juga : VIDEO: Heboh Eks Kapolsek di Gowa Diduga KDRT Istri, Kasus Dihentikan Polda Sulsel
Modus yang digunakan diduga dengan mengumpulkan solar subsidi dari berbagai titik pengisian, kemudian ditampung dalam jumlah besar sebelum dipasarkan kembali dengan harga yang lebih tinggi. Pola seperti ini selama beberapa tahun terakhir kerap menjadi sorotan berbagai kelompok masyarakat sipil karena dianggap menyebabkan kelangkaan BBM subsidi di lapangan.
Taufik Herdiansyah menegaskan bahwa penegakan hukum terhadap penyalahgunaan BBM subsidi menjadi salah satu prioritas yang akan terus dikawal oleh Ditreskrimsus Polda Sulsel. Menurutnya, BBM subsidi merupakan hak masyarakat yang harus dijaga agar tidak jatuh ke tangan pihak-pihak yang mencari keuntungan pribadi.
Pengungkapan kasus ini juga mendapat perhatian publik karena dilakukan dalam waktu relatif singkat sejak pergantian pucuk pimpinan Ditreskrimsus. Banyak pihak menilai langkah cepat tersebut menjadi pesan bahwa praktik penyimpangan sektor energi tidak lagi bisa dianggap sebagai pelanggaran biasa.
Baca Juga : PLN dan Polda Sulsel Sinergi Amankan Proyek Kelistrikan Strategis Nasional
Selain merugikan keuangan negara, penyalahgunaan BBM subsidi juga berdampak langsung terhadap masyarakat kecil, khususnya nelayan, petani, dan pelaku usaha mikro yang selama ini bergantung pada pasokan energi bersubsidi. Ketika distribusi diselewengkan, kelompok inilah yang paling merasakan dampak kelangkaan maupun kenaikan biaya operasional.
Polda Sulsel memastikan penyelidikan akan terus dikembangkan untuk mengungkap kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam jaringan distribusi ilegal tersebut. Aparat juga membuka peluang menelusuri aliran keuntungan yang diperoleh dari praktik penyalahgunaan BBM subsidi agar seluruh pihak yang terlibat dapat dimintai pertanggungjawaban hukum.
Gebrakan awal Taufik Herdiansyah ini sekaligus menjadi ujian komitmen penegakan hukum di sektor energi. Dengan pengungkapan yang dilakukan hanya delapan hari setelah menjabat, publik kini menanti langkah lanjutan Polda Sulsel untuk membongkar jaringan mafia BBM subsidi hingga ke akar-akarnya.
Sosok Kombes Pol Taufik Herdiansyah Zeinardi pembongkar kasus besar penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) subsidi ilegal di Makassar.
Ia merupakan lulusan Akademi Kepolisian 1999 itu baru 8 hari menjabat Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Sulsel.
Kombes Pol Taufik Herdiansyah Zeinardi diambil sumpah dan janji di Aula Mappaoddang Mapolda Sulsel Senin (25/5/2026).
Baca Juga : Janji Keuntungan Besar Berujung Penipuan, 14 Orang Jadi Korban
Kapolda Sulsel Irjen Djuhandhani mengatakan pengungkapan kasus bermula dari penindakan terhadap tujuh unit mobil tangki pada 26 Februari 2026 lalu.
Dari hasil pengembangan yang dilakukan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sulsel, penyelidikan kemudian mengarah pada perjalanan sebuah kapal tanker yang diduga terkait dengan tindak pidana tersebut,” ujar Djuhandhani dalam jumpa pers.
Dalam proses penyidikan, polisi menemukan sejumlah fakta dan barang bukti yang diduga terkait praktik distribusi ilegal BBM subsidi. Awalnya, penyidik hanya menemukan invoice pengangkutan BBM dengan muatan tercatat sebanyak 30 kiloliter (KL).
Baca Juga : Aksi di Mapolda Sulsel, Massa Tuntut Pengusutan Tuntas Korupsi DAK Parepare
Namun setelah dilakukan pengembangan, aparat berhasil mengamankan dua kapal SPOB, tujuh unit mobil truk pengangkut, dua mesin alkon lengkap dengan selang sepanjang 500 meter, satu unit kapal tanker MT Bakti Satu beserta dokumen kapal, serta 120 KL BBM jenis biosolar.
Dari hasil penyidikan, Polda Sulsel telah menetapkan tujuh orang tersangka masing-masing berinisial SD, AD, FA, AXY, SG, RR, dan RG.
Selain itu, empat orang lainnya masuk dalam daftar pencarian orang (DPO), yakni AD, FA, RN, dan MB.
Selama periode Maret hingga Mei 2026, Polda Sulsel dan jajaran telah menangani 37 laporan polisi terkait penyalahgunaan BBM dan LPG subsidi dengan total 45 tersangka.
Adapun barang bukti yang telah disita hingga 21 Mei 2026 meliputi satu unit kapal tanker, dua unit SPOB, 18 unit mobil tangki, 17 unit kendaraan penumpang, enam dump truck, 332 jeriken solar, 12 tandon kapasitas 1.000 liter, serta 1.541 tabung LPG 3 kilogram.
Sementara BBM subsidi yang berhasil diamankan terdiri atas 229.123 liter solar dan 3.031 liter pertalite. (*)
Berikut adalah profil dan rekam jejak karier Kombes Pol Taufik Herdiansyah Zeinardi:
– Nama Lengkap: Taufik Herdiansyah Zeinardi, S.I.K., S.H., M.H.
– Pendidikan Tinggi Keamanan: Lulusan Pendidikan Reguler (Dikreg) Sespimti Polri Angkatan 34 T.A. 2025. [1, 2, 3]
Riwayat Jabatan dan Karier Kombes Pol. Taufik Herdiansyah
– Kapolres Bondowoso (Polda Jawa Timur)
– Kapolres Banyuwangi / Wakapolresta Banyuwangi (Polda Jawa Timur)
– Wadirreskrimsus Polda Jawa Timur (Sampai Januari 2021)
– Kabid Propam Polda Jawa Timur (Januari 2021 – Januari 2023)
– Dirreskrimum Polda Kalimantan Utara (Januari 2023 – Januari 2025)
– Analis Kebijakan Madya Bidang Pidum Bareskrim Polri (Januari 2025 – Mei 2026, dalam rangka menempuh Dikbangti/Sespimti)
– Dirreskrimsus Polda Sulawesi Selatan (Mei 2026 – Sekarang)
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar