iklan Kareba Parlementa
Sulselsatu
Sulselsatu
iklan Kareba Parlementa

A Hamzah Tuppu, Pejuang Perintis Angkatan Laut yang Warnai Museum Naval Lantamal VI

Iklan Humas SulSel

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Naval Museum Lantamal VI yang dioperasikan Lantamal VI menampilkan berbagai peristiwa sejarah, mulai dari sejarah Angkatan Laut, pembentukan Lantamal VI, pertempuran laut, hingga profil para pejuang.

Salah satu pejuang yang ditampilkan dalam museum tersebut adalah Kolonel Laut (Purn) A Hamzah Tuppu. Putra asal Galesong ini tak lain adalah salah seorang perintis berdirinya Angkatan Laut Republik Indonesia.

Anak kedua dari empat bersaudara ini lahir dari pasangan Sayyid Dg Ngempo dan I Tallasa Dg Rannu. Dia dilahirkan pada 20 Agustus 1920 di Borongcalla, Desa Bontosunggu, Galesong (sekarang masuk wilayah administratif Kecamatan Galesong Selatan), Kabupaten Takalar, Provinsi Sulawesi Selatan.

Menurut pengakuan anak tertuanya, Haerumi Hamzah Tuppu, A Hamzah Tuppu adalah bagian dari keluarga pemangku adat Karaeng Galesong XVII (terakhir) yang juga adalah keturunan generasi ketujuh dari Syekh Yusuf Tajul Khalwatia Kaddasallahu Sirruhu.

Di masa kecilnya, A Hamzah Tuppi tinggal dan dibina oleh Karaeng Galesong XVI, H Larigau Dg Manginruru. Saat itu, dia sering dipanggil dengan nama Cakkua, sesui nama salah satu badik milik Syekh Yusuf.

“Badik Cakkua itu masih saya simpan sampai sekarang,” kata Haerumy Hamzah Tuppu, dalam kunjungannya ke Lantamal VI beberapa waktu lalu.

Buku Sejarah TNI Angkatan Laut (Periode Perang Kemerdekaan 1945 – 1950) terbitan Dinas Sejarah TNI AL tahun 2003 mencatat bagaimana peran A Hamzah Tuppu bersama sejumlah pemuda Daisangka yaitu pemuda yang pernah mendapat latihan kemiliteran dari Kaigun-Pemerintahan Militer (Angkatan Laut) Jepang. Mereka melakukan pergerakan sejak Juni 1945 di Surabaya, Jawa Timur untuk membentuk semacam pasukan keamanan bersifat kelautan.

Orang-orang Indonesia yang pernah bekerja di Angkatan Laut Jepang maupun sebagai pegawai pelayaran, direkrut masuk menjadi anggota pasukan pengawal keamanan tersebut di Surabaya. Setelah Proklamasi Kemerdekaan RI, ternyata model pembetukan pasukan yang dilakukan A Hamzah Tuppu dan kawan-kawan di Surabaya, menginspirasi dibentuknya pasukan penjaga keamanan dengan nama Badan Keamanan Rakyat (BKR), sebagaimana diperintahkan langsung oleh Presiden Soekarno dalam pidato radionya pada 23 Agustus 1945.

Pembentukan BKR Laut, selain BKR Darat, dilakukan pada tanggal 10 September 1945 di Jakarta. Kegiatan itu pun lalu diikuti dengan pembentukan BKR Laut di Surabaya yang dipelopori oleh A Hamzah Tuppu da kawan-kawan.

Awalnya, BKR bagian darat dan laut, yang kemudian dibentuk di sejumlah daerah di Indonesia merupakan kekuatan sipil tak bersenjata. Namun anggota BKR mempersenjatai diri setelah terlibat pertempuran langsung menghalau kedatangan tentara Sekutu yang mulai mendarat di Indonesia pada 8 September 1945.

Setelah melihat pentingnya kehadiran pasukan keamanan seperti BKR, Pemerintah Indonesia dengan Maklumat No.2/x tanggal 5 Oktober 1945 menyatakan secara resmi membentuk kekuatan bersenjata yang diberi nama Tentara Keamanan Nasional (TKR) bagian darat dan laut. Dari BKR/TKR inilah kemudian berkembang menjadi kekuatan Tentara Nasional Indonesia (TNI) Darat, Laut, dan Udara.

Sebagaimana anak-anak dari keturunan bangsawan pada masa sebelum kemerdekaan, A Hamzah Tuppu mendapat kesempatan belajar di Kota Makassar. Bahkan pada tahun 1938, ia pernah bekerja sebagai Mantri di Kantor Pertanahan (Landrente) dalam masa pendudukan Belanda di Kota Makassar.

Tahun I941, A Hamzah Tuppu bersama rekan-rekannya seperti Wahab Tarru, Andi Kanna, Karaeng Takalar Martua Bangsawang Dg Liwang mulai terlibat dalam pergerakan politik menentang pemerintahan kolonialis. Dia bahkan sampai ditangkap Belanda, dipenjarakan di Sengkang (Sekarang ibukota Kabupaten Wajo), kemudian dipindahkan ke penjara Kamp Garut (Jawa Barat), dan baru dibebaskan tahun 1942.

Keluar dari penjara, dengan dukungan dari Adam Malik (mantan Wakil Presiden RI/alm), Chaerul Saleh dan Sukarni, Hamzah Tuppu kembali menggalang kekuatan pemuda-pemuda asal Sulawesi untuk terlibat dalam pergerakan membebaskan Indonesia dari penjajahan Belanda. Dia aktif dalam Djawa Hokokay dan PETA jurusan Angkatan Laut.

Dengan pangkat sebagai Kolonel Pelaut (1945-1947), dia aktif dalam pembentukan Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pertama di Surabaya. Dia juga memimpin KRU Barigade D-81 tahun 1947.

Dalam kehidupan pribadinya, A Hamzah Tuppu sendiri dikaruniai 4 orang anak hasil pernikahannya dengan seorang wanita bernama Erma Doomik tahun 1945 di Jogya. Mantan Pemimpin Redaksi Majalah ‘Maega’ tahun 50-an di Surabaya ini meninggal dunia 30 Juni 1986 dan dimakamkan di TMP Kalibata Jakarta.

“Dia itu seorang pemberani. Pandai dan cerdas mengatur organisasi dan menyusun strategi. Karena itu dia mendapat kepercayaan mengatur dan menempatkan orang-orang yang akan menjadi komandan di sejumlah pertahanan laut pada masa revolusi di Jawa Timur. Dia sangat dikenal, mampu menggalang kekuatan orang-orang Sulsel dengan orang-orang di Pulau Jawa untuk membangun suatu kekuatan pertahanan laut, terutama saat tentara Sekutu yang diboncengi NICA masuk ke Indonesia ketika Jepang dinyatakan kalah,” demikian petikan ucapan mantan Pangdam I Kodam Sulselra, Mayjen TNI Purn. Andi Mattalatta (Alm) ketika berkomentar saat akan diresmikannya Monumen Perjuangan A Hamzah Tuppu tahun 2002 lalu di Kecamatan Galesong Selatan, Kabupaten Takalar.

Semasa hidupnya, Pemerintah RI pernah memberikan tanda jasa dan penghargaan kepada A Hamzah Tuppu berupa Satya Lencana Gerakan Operasi Militer I (dari Menteri Pertahanan Ri, Djuanda, 29 Januari 1958), Bintang Gerilya (dari Presiden RI Soekarno, 10 Nopember 1959), Satya Lencana Sapta Marga (dari Menteri Pertahanan RI, Djuanda, 29 Jaunari 1959), Satya Lencana Peristiwa Perang Kemerdekaan I dan II (dari Menteri pertahanan, Djuanda, 5 Oktober 1959), Piagam Veteran Golongan A (1964), dan secara khusus diberi Piagam Penghargaan sebagai tokoh berjasa dari Pemerintah Kabupaten Takalar, 10 Pebruari 2000.

Di saat sejumlah daerah di Sulsel saat ini sedang melirik kembali perjuangan para pejuang yang berjasa di daerahnya terutama pada masa prakemerdekaan, banyak pihak justru berharap Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dapat mengusulkan A Hamzah Tuppu kepada Pemerintah Pusat sebagai ‘Pahlawan Bahari Nasional’ dari Sulawesi Selatan. Apalagi A Hamzah Tuppu memang berasal dari Galesong, Takalar, tempat asal para prajurit dan pelaut tangguh yang banyak berperan memperkuat armada laut pada masa-masa keemasan Kerajaan Gowa sebagai ‘Kerajaan Maritim’ tersohor di Indonesia (abad XV-XVII), setelah Kerajaan Sriwijaya (abad VII) di Sumatera, dan Kerajaan Majapahit (abad XIV) di Jawa.

Penulis: Asrhawi Muin
Editor: Kink Kusuma Rein

Iklan PDAM
...
Sulselsatu

Kabar Buruk, Arab Saudi Hentikan Kedatangan Jemaah Umrah Asal Indonesia

SULSELSATU.com - Kabar buruk datang dari pemerintah Arab Saudi. Jemaah umrah dari beberapa negara, termasuk Indonesia, untuk sementara waktu ditangguhkan. Selain umrah, ada juga...
Sulselsatu

Batal Ikut Tes CPNS, Peserta Asal Pacekke Barru Ini Menangis

SULSELSATU.com, BARRU - Peserta CPNS dihari kedua menyisahkan rasa tangis kepada salah satu peserta asal Desa Pacekke, Kecamatan Soppeng Riaja, Kabupaten Barru. Dia harusnya mengikuti...
Sulselsatu

Jumras Temui Nurdin Abdullah Sambil Cium Tangan dan Teteskan Air Mata

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Eks Kabiro Pembangunan Sulsel, Jumras didampingi langsung tim penyidik dari Polrestabes Makassar menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada Gubernur Sulsel, Nurdin...
Sulselsatu

Warga Batulappa Barru Geger, Janin Bayi Dibawa Anjing

SULSELSATU.com, BARRU - Warga Dusun Batulappa, Desa Tompo, Kecamatan Barru digegerkan dengan penemuan janin yang dibawa oleh seekor anjing, Senin (24/2/2020) siang hari tadi.  "Soal...
Sulselsatu

Mahasiswi Asal Timika Tenggelam di Air Terjun Tompobulu Maros

SULSELSATU.com, MAROS - Emi (19) Mahasiswi Univeristas Stikes Megarezky Makassar hilang usai bermain di air terjun pumbunga kecamatan tompobulu kabupaten maros Ahad (23/2/2020) Dari keterangan...
Sulselsatu

Berkinerja Buruk, Iqbal Suhaeb Dikabarkan Bakal Digantikan Prof Yusran

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Posisi Penjabat Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb kini di ujung tanduk. Kinerja buruk yang ditunjukkan Iqbal selama memimpin Kota Makassar membuatnya...
Sulselsatu

Peserta CPNS Bidan di Barru Raih Nilai 437 Hari Kedua SKD

SULSELSATU.com, BARRU - Peserta CPNS formasi kebidanan bernama Andi Tri Maswati, meraih nilai tertinggi di hari kedua tes SKD di Kabupaten Barru. Tri berhasil meraih...
Sulselsatu

Hari Pertama Tes CPNS di Barru, Nilai Tertinggi 388

SULSELSATU.com, BARRU - Hari pertama pelaksanaan Tes Kompetensi Dasar (TKD) bagi peserta Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kabupaten Barru menghasilkan nilai tertinggi atas...
Dinas Pendidikan
Sulselsatu

GALERI FOTO: Tak Miliki Surat Kelengkapan, Puluhan Kendaraan Terjaring Razia

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Operasi gabungan Satlantas Polrestabes Kota Makassar dan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Samsat Kota Makassar di Jalan Boulevard, Makassar, Selasa (27/2/2018). Dalam...

Baca Juga

Sulselsatu

Delta FM Bersama Ganjar Pranowo Bahas Tren Konser dan Musik Setelah Pandemi

SULSELSATU.com, JAKARTA - Pandemi Covid-19 membuat tren konser dan musik mengalami perubahan. Kondisi ini tidak hanya mengecewakan bagi para penikmat musik, namun juga berdampak...
Sulselsatu

Lelang Proyek Pemkot Makassar Terkendala Covid-19

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Proses lelang proyek di Unit Layanan Pengadaan (ULP) Pemkot Makassar terkendala. Ini adalah imbas pandemik Coronavirus Disease (Covid-19). Kepala ULP Kota Makassar...
Sulselsatu

Total Positif Covid-19 di Jeneponto 7 Orang, 4 Sembuh dan 3 Orang Dirawat

SULSELSATU.com, JENEPONTO - Kasus positif Covid-19 di Jeneponto hari ini bertambah 2 orang dari 5 menjadi 7 orang. Penambahan kasus Covid-19 setelah terdapat dua orang...
Sulselsatu

RPH Makassar Berbenah, Pemkot Siapkan Kawasan Pasar Ternak Modern

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Kondisi Rumah Potong Hewan (RPH) di Makassar yang beberapa hari lalu dikunjungi Penjabat Wali Kota Makassar Prof Yusran Yusuf mendapat respon...

TERKINI

Sulselsatu

Halal Bihalal Alumhi FKG Unhas, Ini Pesan Hasnah Syam

SULSELSATU.com, BARRU - Ketua Alumni IKA FKG Unhas yang juga sebagai...
Sulselsatu

DWP Sulsel Halal Bihalal Bareng Pengurus Kabupaten dan Kota

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Dharma Wanita Persatuan (DWP) Sulsel menggelar halal bihalal...
Sulselsatu

Delta FM Bersama Ganjar Pranowo Bahas Tren Konser dan Musik Setelah Pandemi

SULSELSATU.com, JAKARTA - Pandemi Covid-19 membuat tren konser dan musik mengalami...
Sulselsatu

Hasnah Syam Jadi Panelis di Halalbihalal dan Tudang Sipulung Alumni FKG Unhas

SULSELSATU.com, BARRU- Anggota DPR RI Komisi IX Drg Hasnah Syam menjadi...
Sulselsatu

PTUN Jakarta Nyatakan Jokowi Melawan Hukum Pada Masalah Ini

SULSELSATU.com - Presiden Joko Widodo dan Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny...
Sulselsatu

Pemkab Barru dan DDI Mangkoso Sepakat Terapkan Ini Sambut Kedatangan Santri

SULSELSATU.com, BARRU- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barru dan Pengurus Pondok Pesantren DDI...
Sulselsatuvideo

VIDEO: Heroik, Warga Menyelamatkan Pemuda yang Nyaris Tenggelam

SULSELSATU.com - Warga beramai-ramai menyelamatkan seorang pemuda yang nyaris tenggelam di Pantai Ambal, Kebumen, Jawa Tengah. Tidak diketahui pasti kapan kejadian tersebut. Video tersebut diupload oleh...