SULSELSATU.com, MAKASSAR – PT PLN (Persero) memperkuat koordinasi dengan DPRD Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) untuk menjaga keandalan pasokan listrik sekaligus mempercepat pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan di Sulsel.
Komitmen tersebut dibahas dalam audiensi jajaran General Manager PLN se-Sulsel dengan Ketua DPRD Provinsi Sulsel drg. Andi Rachmatika Dewi, Jumat (7/8/2026).
Pertemuan tersebut dihadiri General Manager PLN Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi I Gusti Made Aditya San Adinatha, General Manager PLN Unit Induk Distribusi Sulselrabar Edyansyah, serta General Manager PLN Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban (UIP3B) Sulawesi, Fermi Trafianto.
Baca Juga : KKPR Tiga Proyek Terbit, PLN UIP Sulawesi Lanjutkan Pembebasan Lahan
Dalam pertemuan itu, PLN dan DPRD Sulsel membahas kondisi sistem kelistrikan, penguatan keandalan pasokan, serta pembangunan infrastruktur untuk mengantisipasi pertumbuhan kebutuhan listrik masyarakat.
Ketua DPRD Sulsel drg. Andi Rachmatika Dewi atau Ibu Cicu menyambut baik audiensi tersebut. Ia mengatakan DPRD memiliki peran untuk menjembatani aspirasi masyarakat, termasuk terkait pelayanan dan keandalan listrik.
“Sebagai wakil rakyat, kami menjadi jembatan aspirasi masyarakat terkait keandalan dan pelayanan kelistrikan di Sulsel dengan pihak PLN. Jadi apabila saya sering berkoordinasi dan meminta bantuan, harap dimaklumi, karena hal tersebut merupakan bagian dari upaya kami memperjuangkan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Baca Juga : DPRD Sulsel Temui Pertamina Bahas Kelangkaan BBM dan LPG 3 Kg
General Manager PLN UIP Sulawesi I Gusti Made Aditya San Adinatha mengapresiasi dukungan DPRD Sulsel terhadap pembangunan ketenagalistrikan.
Menurutnya, sinergi dengan pemangku kepentingan diperlukan agar pembangunan infrastruktur dapat berjalan tepat waktu dan memberi manfaat bagi masyarakat.
“Kolaborasi dan dukungan dari DPRD menjadi bagian penting dalam memastikan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan dapat berjalan dengan baik. Sinergi ini kami harapkan terus terjalin sehingga mampu menghadirkan sistem kelistrikan yang semakin andal untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujar Aditya.
Baca Juga : PLN UIP Sulawesi Dukung Energi Bersih, Pangkas 4,3 Ton Emisi CO₂ lewat Clean Energy Day
Dalam audiensi tersebut, Aditya juga menyampaikan perkembangan PLTM Salu Noling berkapasitas 2 x 5 MW atau total 10 MW. Pembangkit berbasis energi baru terbarukan (EBT) itu ditargetkan segera memasuki tahap operasi komersial.
Kehadiran PLTM Salu Noling akan menambah pasokan energi terbarukan ke Sistem Sulawesi Selatan.
Pembangkit ini juga diharapkan memperkuat keandalan pasokan listrik, terutama untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan listrik dan tantangan pasokan pada musim kemarau.
Baca Juga : BBM dan LPG 3 Kg Langka di Sulsel, Ketua DPRD Desak Pertamina Bergerak
PLTM Salu Noling menjadi salah satu proyek PLN dalam mendorong pemanfaatan energi baru terbarukan yang lebih andal dan berkelanjutan.
Bagi PLN, kolaborasi dengan DPRD Sulsel menjadi bagian dari upaya memperkuat pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan sekaligus mendukung transformasi sektor energi.
Sinergi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan diharapkan dapat mempercepat penyediaan listrik yang andal dan berkualitas.
Baca Juga : PLN UIP Sulawesi dan Gubernur Gorontalo Perkuat Sinergi Infrastruktur Kelistrikan
Dengan dukungan tersebut, PLN optimistis sistem kelistrikan Sulawesi Selatan dapat semakin kuat untuk menopang aktivitas ekonomi dan kebutuhan masyarakat.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar