Logo Sulselsatu

Iqbal Suhaeb Panen Cabai dan Sayur di Kecamatan Bontoala dan Manggala

Asrul
Asrul

Sabtu, 12 Oktober 2019 18:55

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Penjabat Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb menghadiri panen cabai, tomat dan sayuran di dua kecamatan yakni kecamatan Bontoala dan kecamatan Manggala, Sabtu (12/10/2019).

Lokasi pertama kawasan peduli inflasi yang dikunjungi Iqbal adalah kelurahan Timongan Lompoa, kecamatan Bontoala, Makassar. Di kelurahan ini, Iqbal melakukan panen cabai bersama Kelompok Wanita Tani (KWT) kelurahan Timongan Lompoa, serta camat Bontoala Syamsul Bahri.

Iqbal Suhaeb mengatakan program pengendalian inflasi merupakan salah satu wujud kepedulian pemerintah daerah dalam hal ini pemerintah kota Makassar untuk tersedianya kestabilan harga cabai di kota Makassar.

Baca Juga : Inisiatif Katimbang Siaga Bencana PLN UIP Sulawesi Dapat Penghargaan Pemkot Makassar

“Kita tahu salah satu produk yang sangat fluktuatif harganya saat ini adalah cabai, rangenya mulai dari belasan ribu sampe ratusan ribu per kilogramnya. Beberapa tempat malah cabai bisa per kilonya lebih dari seratus ribu jadi jangan kita sia-siakan pekarangan kita untuk dimanfaatkan menanam holtikultura apalagi saat panen lagi banyak, harganya sekitar belasan ribu,” ucapnya.

Selanjutnya, Iqbal menuju ke KWT kelurahan Bangkala RT 01/RW 07, kecamatan Manggala. Di lokasi ini, Iqbal didampingi camat Bangkala Ansar bersama KWT melakukan panen tanaman holtikultura berupa sayur bayam dan sawi. Begitupun di RT 06/RW 05 kelurahan Bangkala, Iqbal juga memanen cabai, sayur kangkung, dan bayam.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Makassar Sri Susilawati mengatakan hasil dari budidaya yang dilakukan kepada Kelompok Wanita Tani dalam menekan laju inflasi khususnya pada tanaman holtikultura yakni dengan melakukan beberapa tahapan.

Baca Juga : Pelindo dan Pemkot Makassar Sinergi Bangun Taman KM 0 Makassar

Sri menyebut ada empat tahapan yang harus dilaksanakan dalam melakukan budidaya ini, diantaranya melakukan sosialisasi perkenalan kepada KWT, penumbuhan dan pengembangan dengan melakukan pendampingan oleh penyuluh, dan tahap terakhir adalah kemandirian.

“Kita berharap dari empat tahap tersebut selanjutnya KWT dapat menjalankan budidaya secara mandiri tanpa kita bantu. Mereka sudah dapat merasakan hasilnya, mereka dapat terampil untuk berbudidaya sendiri. Apalagi saat ini mereka sudah memasarkan hasil produknya di toko-toko retail dan rumah-rumah makan,” terangnya.

Penulis: Jahir Majid
Editor: Awang Darmawan

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Video04 Mei 2026 22:39
VIDEO: Viral, Emak-emak PKL Cekcok di Bahu Jalan Hertasning
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Emak-emak pedagang kaki lima (PKL) terlibat cekcok diduga karena rebutan lahan jualan di bahu Jalan Letjend Hertasning, K...
Metropolitan04 Mei 2026 20:18
Emak-emak PKL Cekcok di Bahu Jalan Hertasning, Camat Panakkukang: Sudah Ditegur
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Emak-emak pedagang kaki lima (PKL) terlibat cekcok diduga karena rebutan lahan jualan di bahu Jalan Letjend Hertasnin...
Video04 Mei 2026 20:17
VIDEO: Warga Siram Ban Dibakar Mahasiswa HMI saat Aksi di Parepare
SULSELSATU.com – Aksi demonstrasi mahasiswa di Parepare diwarnai insiden penyiraman ban. Peristiwa terjadi di Jalan Sudirman, Senin (4/5/2026). Seor...
Hukum04 Mei 2026 20:16
Pria Pengangguran Asal Palopo Curi Motor Warga Maros, Ditangkap di Pangkep
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Seorang pria pengangguran bernama Apriansyah (36), asal Kota Palopo, Sulawesi Selatan (Sulsel), ditangkap polisi usai...