Logo Sulselsatu

Aman dari Risiko, Industri Jasa Keuangan Sulsel Tumbuh Positif

Asrul
Asrul

Sabtu, 26 Oktober 2019 19:57

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Perkembangan Industri Jasa Keuangan di Sulawesi Selatan (Sulsel) hingga September 2019, terus menunjukkan kinerja pertumbuhan yang positif dengan tingkat risiko yang terus terjaga.

Total aset perbankan di Sulsel posisi September 2019, tumbuh 6,38 persen dengan nominal mencapai Rp152,76 triliun. Ditopang oleh pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) 6,04 persen menjadi Rp99,55 trilliun, dan pertumbuhan kredit 6,52 persen dengan nominal Rp125,37 triliun.

Penyaluran kredit perbankan tersebut telah menyasar pada kelompok UMKM dengan pangsa yang cukup tinggi, 32,97 persen dari total kredit. Sejalan dengan itu, kinerja penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) juga terus meningkat. Pada tahun 2018, realisasi KUR mencapai Rp 6,5 triliun atau 121,9 persen target awal 2018 sebesar Rp 5,4 triliun.

Baca Juga : Antusiasme Publik Pecahkan Rekor, CMSE 2025 Jadi Gelaran Pasar Modal Termeriah

Hal tersebut terungkap dalam Dialog Interaktif Lembaga Jasa Keuangan Bersama Gubernur Sulawesi Selatan dan Otoritas Jasa Keuangan, dengan tema Inklusi Keuangan Untuk Semua, yang diselenggarakan di Hotel Aston Makassar, Sabtu, (29/10/2019).

Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah yang hadir memberikan arahan berharap, perbankan bisa lebih memberi peran untuk mendorong ekonomi pedesaan.

“Kita ketahui selama ini, kita tidak menutup mata bahwa masih banyak masyarakat kita mencari pinjaman yang lebih cepat dan mudah persyaratannya. Yaitu renternir, tapi bunganya selangit,” kata Nurdin.

Baca Juga : CMSE 2025 Hadirkan Semangat Inklusivitas, Pasar Modal Semakin Dekat dengan Masyarakat

Ia mendorong agar perbankan bisa masuk untuk memberikan kemudahan, agar masyarakat mendapatkan modal usaha. Perbankan juga dapat memberikan bantuan pada sektor unggulan Sulsel, seperti pertanian dan kelautan.

Adapun hingga September 2019, realisasi KUR telah mencapai Rp 6,80 triliun atau 102,53 persen dari target sebesar Rp 6,63 triliun yang disalurkan kepada 271.894 debitur. Sejalan dengan itu, kinerja intermediasi perbankan terjaga pada level yang tinggi. Tercermin pada indikator Loan to Deposit Ratio 124,86 persen dan tingkat risiko kredit bermasalah berada di level aman 3,84 persen.

Pada industri keuangan non bank (IKNB), total aset dana pensiun tumbuh 7,63 persen yoy menjadi Rp1,03 triliun. Piutang perusahaan pembiayaan tumbuh 10,70 persen menjadi Rp 13,54 triliun, dan pinjaman yang disalurkan perusahaan pergadaian tumbuh tinggi 17,13 persen menjadi Rp 3,88 triliun.

Baca Juga : OJK Bersama Diskop UKM Edukasi Literasi Keuangan Pengurus Koperasi Kelurahan Merah Putih di Makassar

Pada industri pasar modal, capaian kinerja signifikan ditopang oleh pertumbuhan jumlah investor sebesar 76 persen menjadi 40.981 investor, disertai nilai transaksi tumbuh 17,13 persen menjadi Rp 3,88 triliun.

Penulis: Jahir Majid
Editor: Awang Darmawan

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

OPD17 September 2026 20:12
Dinilai Lalai Melakukan Pengawasan ke RSIA Paramaount, Ismail Minta Kadinkes Makassar Dievaluasi
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Ketua Komisi B DPRD Kota Makassar Ismail menyoroti lemahnya pengawasan Dinas Kesehatan terhadap operasional Rumah Sak...
Metropolitan17 September 2026 18:33
TPA Tamangapa Berbenah, Gunungan Sampah Mulai Tertata hingga Sapi Disiapkan Ranch
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Wajah Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Tamangapa, Antang, Kecamatan Manggala, perlahan mulai berubah total. Kawasan yang...
Otomotif17 September 2026 18:31
Kalla Toyota Hadirkan Extra Care, Layanan Servis dan Bantuan 24 Jam
Kalla Toyota menghadirkan Kalla Toyota Extra Care sebagai solusi layanan purna jual yang dapat diakses pelanggan selama 24 jam....
Makassar17 September 2026 18:16
Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat, Pegadaian Gelar Pelatihan Barbershop di Nipah
PT Pegadaian Kantor Wilayah VI Sulawesi Selatan, Barat, Tenggara, Maluku, dan Maluku Utara (Sulselbarra Maluku) mendorong peningkatan kapasitas pelaku...