Logo Sulselsatu

Temui Ratusan Kades di Bantaeng, NA Minta Dana Desa Dikelola Transparan

Asrul
Asrul

Selasa, 05 November 2019 16:59

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, BANTAENG – Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah (NA) membuka kegiatan Bimbingan Teknis Keterbukaan Informasi Publik Melalui Penguatan Peran dan Fungsi PPID Desa, di Gedung Kartini Kabupaten Banteng, Selasa (21/11/2019).

Kegiatan ini dihadiri 624 aparat desa (kades) dan kecamatan yang berasal dari tiga kabupaten, di antaranya Kabupaten Bulukumba, Bantaeng, dan Jeneponto.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Kominfo SP) Sulsel sebagai pelaksana kegiatan menjelaskan sesuai Peraturam Komisi Informasi Nomor 1 Tahun 2018, keterbukaan informasi merupakan bagian yang penting dalam tata kelola pemerintahan yang bersih.

Baca Juga : Kejari Tetapkan Mantan Kadis Pertanian dan Peternakan Bantaeng Tersangka, Nama Prof Nurdin Abdullah Ikut Terseret

“Karena itu, untuk mendorong keterbukaan dan transparansi hingga ke lingkup pemerintahan desa, kami menggelar kegiatan ini dengan mengundang partisipasi dalam tata kelola pemerintahan desa,” ungkap Andi Hasdullah.

Lebih lanjut, Hasdullah mengaku para perangkat desa maupun kecamatan diberi pemahaman terkait standar layanan keterbukaan informasi publik di desa. Baik dari aspek regulasi, maupun tata kelola layanan informasi publik.

“Kita berharap akuntabilitas tata kelola pemerintahan desa berjalan sesuai koridor yang benar sehingga penyelenggaraan pemerintahan desa dapat dipertanggung jawabkan,” tegasnya.

Baca Juga : Disebut Masuk Tim Pemenangan Paslon di Pilgub Sulsel, Ini Kata Nurdin Abdullah

Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah dalam arahannya menekankan, keterbukaan informasi di era 4.0 mutlak dibutuhkan. Kehadiran berbagai media, termasuk media sosial menjadi ruang bagi masyarakat untuk melakukan pengawasan dan mengkritik berbagai program pemerintah.

“Sekarang kita tidak bisa lagi menutup mata terkait perkembangan teknologi digital yang sangat kencang. Keterbukaan informasi hingga ke desa-desa mutlak harus dilakukan,” katanya.

NA sangat mengapresiasi dilaksanakannya kegiatan ini karena melalui forum ini dapat dilihat komitmen para perangkat desa dan kecamatan dalam membangunan keterbukaan informasi. Khususnya dalam pengelolaan anggaran dana desa yang nilainya cukup besar.

Baca Juga : Solidaritas Kepala Desa Demo Tolak Penggunaan Dana Desa 40 Persen untuk Budidaya Pisang

Jika pemerintah dari tingkatan teratas hingga desa selalu transparan dalam melaksanakan kegiatan, menurut orang nomor Sulsel itu, TP4D tinggal memantau saja, menjalankan fungsi pengawasan.

“Kita berharap dalam setiap pengelolaan anggaran maupun kegiatan, tidak ada bersoal. Caranya, dorong transparansi, lakukan pencegahan tindak korupsi. Makanya kita juga libatkan KPK dalam hal ini,” tuturnya.

Penulis: Jahir Majid
Editor: Awang Darmawan

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Olahraga02 November 2026 19:04
Fazzio Youth Festival 2026 Berakhir, Ini Daftar Pemenangnya
Sejumlah sekolah di Makassar berhasil meraih gelar juara dalam Fazzio Youth Festival (FYF) 2026 yang digelar PT Suracojaya Abadimotor (SJAM) di GOR Un...
Makassar02 November 2026 16:52
Aset Keuangan Syariah Tembus Rp3.300 Triliun, OJK Siapkan Strategi Penguatan
Industri keuangan syariah Indonesia terus menunjukkan perkembangan di tengah ketidakpastian ekonomi global....
Ekonomi02 November 2026 16:25
PLN Bantu 25 Perempuan Pesisir Paotere Kembangkan Usaha Kerajinan Sisik Ikan
PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sulawesi (UIP Sulawesi) membantu meningkatkan kapasitas usaha Kelompok Perempuan Pesisir Paotere melalui progr...
Bisnis02 November 2026 16:18
Pendapatan Telkom Tembus Rp113,5 Triliun hingga Kuartal III 2026
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp113,5 triliun hingga kuartal III 2026....