Logo Sulselsatu

RKUHP Segera Dibahas, Istana Harap Tak Ada Lagi Demonstrasi

Asrul
Asrul

Selasa, 05 November 2019 19:24

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, JAKARTA – Pemerintah dan DPR akan kembali membahas RKUHP yang sebelumnya ditunda pada periode 2014-2019. Pemerintah berharap tak ada lagi demonstrasi saat RKUHP nanti.

“Kalau misalnya dengan pendekatan yang sekarang, diharapkan tidak akan (ada demo lagi). Kemarin itu kan lebih banyak karena bersama-sama,” kata Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Fadjroel Rahman di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, seperti dikutip dari CNNIndonesia, Selasa (5/11/2019).

Fadjroel mengklaim pembahasan yang saat ini dilakukan berjalan sesuai dengan tuntutan masyarakat dan tak dilakukan tergesa-gesa. Menurutnya, pemerintah bersama DPR memperhitungkan kondisi politik dalam mengesahkan RKUHP nantinya.

Baca Juga : Geram Tindakan Polisi, Mahasiswa Minta TNI Kawal Aksi

Komisaris Utama PT Adhi Karya itu tak menjawab tegas ketika ditanya soal kabar bahwa Komisi III DPR yang mendorong pengesahan RKUHP dilakukan Desember 2019. Dia hanya menjelaskan, Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly saat ini sedang berkoordinasi dengan DPR terkait RKUHP.

“Nah pemerintah, Pak Yasonna, Menkumham, mengatakan akan ada perbaikan pada pasal-pasal tertentu. Nah mengenai pasal-pasal tertentu, itu sekarang sedang diupayakan, sedang diproses lah,” ujarnya.

Sebelumnya, Yasonna mengatakan pemerintah memberi kesempatan untuk mengkaji ulang secara terbatas RKUHP yang pengesahannya tertunda pada masa sidang DPR RI periode 2014-2019.

Walaupun begitu, Yasonna membatasi pengkajian ulang pada 14 pasal. Sebab sudah terlalu banyak waktu dan anggaran yang dihabiskan untuk pembahasan RKUHP.

“Iya, kalau kamu suruh buka kembali sampai ke belakang, sampai hari raya kuda tidak akan sampai selesai itu,” kata Yasonna kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (4/11).

Yasonna mengatakan negara sudah terlalu banyak berinvestasi dalam revisi KUHP. Menurutnya pembahasan RKUHP sudah menelan biaya hingga Rp70 miliar hingga saat ini.

Kader PDIP itu menilai penundaan pada masa sidang lalu terjadi karena ketidakpahaman masyarakat. Ia mengimbau agar tidak ada lagi kegaduhan seperti kemarin saat pembahasan kembali dimulai.

Yasonna mengatakan pemerintah kali ini hendak mempercepat pembahasan RKUHP yang sempat tertunda pada periode 2014-2019. Ia menargetkan pembahasan kembali dimulai pada Januari 2020.

Namun, Wakil Ketua Komisi III DPR Desmond Junaidi Mahesa mengatakan pihaknya menargetkan RKUHP disahkan pada Desember 2019. Selain itu, Komisi Hukum DPR itu juga menargetkan RUU Pemasyarakatan disahkan pada bulan yang sama.

Desmond mengatakan kedua RUU itu sudah disepakati dan diambil keputusan tingkat I pada DPR periode 2014-2019 lalu. Menurutnya, kedua RUU itu tinggal dibawa ke rapat paripurna untuk disahkan.

Editor: Awang Darmawan

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Makassar30 Oktober 2026 23:55
Arifin Manggau Optimistis Suara Senat Cukup untuk Melaju ke Putaran Kedua Pilrek UNM
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Negeri Makassar (UNM), Dr Arifin Manggau, optimistis dapat m...
Pendidikan30 Oktober 2026 22:12
Mahasiswa Kalla Institute Juara 1 SEAHAWK 2026 di Malaysia
Mahasiswa Kalla Institute Uwais Abdullah meraih juara pertama kategori Qabaq Style dalam ajang SEAHAWK (Southeast Asian Horseback Archery Warrior Knig...
Bisnis30 Oktober 2026 21:59
Pendapatan PT Vale Naik 27 Persen, Produksi Capai 18.341 Ton Nikel Matte
PT Vale Indonesia Tbk (INCO) membukukan pendapatan sebesar US$896,07 juta atau meningkat 27 persen sepanjang Januari hingga September 2026....
Pendidikan30 Oktober 2026 21:58
Prodi Hukum Bisnis UNM dan Indolaw Bedah Peluang dan Tantangan Carbon Trading
SULSELSATU, MAKASSAR – Program Studi Hukum Bisnis Universitas Negeri Makassar (UNM) bersama Indolaw Office menggelar seminar nasional yang memba...