Logo Sulselsatu

Bulog Usul Harga Beras Naik Jadi Rp10.742 per Kg

Asrul
Asrul

Kamis, 21 November 2019 17:55

Ilustrasi. (INT)
Ilustrasi. (INT)

SULSELSATU.com, JAKARTA – Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengusulkan agar tahun depan Harga Pembelian Beras (HPB) menjadi Rp10.742 per kilogram. Harga beras saat diketahui Rp9.583 per kilogram.

Usulan kenaikan harga dilakukan, mengingat harga lama jauh di bawah harga pasaran.

HPB adalah harga pembelian beras oleh pemerintah kepada Perum Bulog di atas alat angkut di depan pintu gudang Perum Bulog.

Baca Juga : Pemkab Gowa Bersama Bulog Mulai Salurkan Bantuan Pangan Beras ke Masyarakat

Lagipula, Buwas, sapaan akrab Budi Waseso, bilang ketetapan harga itu belum pernah dikaji ulang selama 3 tahun. Usulan itu disampaikan Buwas dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi IV DPR.

“Perlu segera dilakukan evaluasi harga pembelian oleh pemerintah untuk menyesuaikan harga pasaran yang berlaku saat ini,” katanya, seperti dikutip dari CNNIndonesia, Kamis (21/11/2019).

Angka usulan Rp10.742 per Kg tersebut diperoleh dari komponen harga beras di gudang sebesar Rp10.677, ditambah dengan dana uitslag atau biaya pengeluaran barang senilai Rp15 dan marjin per kg Rp50, sehingga totalnya menjadi Rp10.742 per kg.

Baca Juga : Pemkab Gowa dan Bulog Salurkan 54.800 Kg Beras di Kecamatan Somba Opu

“Berdasarkan asumsi tersebut kami mengusulkan HPB oleh pemerintah tahun 2020 sebesar 10.742/kg,” imbuh Buwas.

Di hadapan anggota dewan, ia juga mengakui Bulog mengalami kesulitan pendanaan dalam menyerap gabah dan beras dari petani. Pasalnya, Bulog mengandalkan kredit perbankan dalam melaksanakan kewajiban tersebut.

Akan tetapi, pembayaran dari pemerintah baru dapat dilakukan setelah terjadi realisasi penjualan Cadangan Beras Pemerintah (CBP), sehingga pencairan dana tidak selalu di awal tahun.

Baca Juga : Merespon Harga Beras Melonjak, Pemkab Gowa Operasi Pasar

Proses pencairan dana itu turut mempengaruhi kinerja keuangan Bulog. Tengok saja, sepanjang Januari-Oktober Bulog mengantongi laba Rp407,65 miliar. Laba itu turun 70,46 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp1,38 triliun.

Khusus Oktober, Bulog justru mencatatkan rugi sebesar Rp160,26 miliar. Karenanya, ia mengusulkan pendanaan itu disediakan melalui pemberian modal kerja di awal tahun.

“Memperhatikan hal tersebut kami mengharapkan agar mekanisme pendanaan pengadaan pasokan CBP dapat dilakukan melalui pemberian modal kerja awal tahun,” imbuhnya.

Baca Juga : Mulai Hari Ini, Perum Bulog Salurkan Bantuan Beras untuk Warga Makassar

Sebagai catatan, pengadaan beras oleh Bulog mencapai 1,14 juta ton per 18 November 2019. Jumlah itu mewakili 63,34 persen dari target penyerapan 2019 sebesar 1,8 juta ton. Penyerapan paling besar berasal dari Jawa Timur sebesar 237.587 ton.

Editor: Awang Darmawan

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Makassar02 November 2026 21:18
Pelindo Distribusikan Air Bersih ke 8 Kelurahan di Makassar
PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 menyalurkan bantuan air bersih kepada warga di delapan kelurahan yang tersebar di Kecamatan Tallo dan Ujun...
Olahraga02 November 2026 19:04
Fazzio Youth Festival 2026 Berakhir, Ini Daftar Pemenangnya
Sejumlah sekolah di Makassar berhasil meraih gelar juara dalam Fazzio Youth Festival (FYF) 2026 yang digelar PT Suracojaya Abadimotor (SJAM) di GOR Un...
Makassar02 November 2026 16:52
Aset Keuangan Syariah Tembus Rp3.300 Triliun, OJK Siapkan Strategi Penguatan
Industri keuangan syariah Indonesia terus menunjukkan perkembangan di tengah ketidakpastian ekonomi global....
Ekonomi02 November 2026 16:25
PLN Bantu 25 Perempuan Pesisir Paotere Kembangkan Usaha Kerajinan Sisik Ikan
PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sulawesi (UIP Sulawesi) membantu meningkatkan kapasitas usaha Kelompok Perempuan Pesisir Paotere melalui progr...