Logo Sulselsatu

Adnan Larang SKPD Pemkab Gowa Beli Cinderamata di Makassar, Ini Alasannya

Asrul
Asrul

Rabu, 25 Desember 2019 08:29

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, GOWA – Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan memberikan perhatian penuh dalam peningkatan pemberdayaan masyarakat para pelaku usaha kecil khususnya para pengrajin kesenian di wilayah Kabupaten Gowa.

Hal ini diungkapkan setelah melakukan kunjungan di setiap stand-stand pameran produk olahan yang merupakan salah satu kegiatan yang meramaikan peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) ke-47 Tingkat Kabupaten Gowa, di Lapangan Desa Lassa-lassa, Kecamatan Bontolempangan, Selasa (24/12/2019).

Ia mengatakan, pada pameran tersebut dirinya melihat banyak sekali pengrajin di tingkat kecamatan di wilayah Kabupaten Gowa yang dapat menghasilkan produk kerajinan berkualitas. Termasuk pengrajin dari anyaman bambu yang ada di Desa Lassa-lassa ini.

Baca Juga : Dikaitkan Kasus Dugaan Korupsi hingga Usulan Pemakzulan, Benarkah Bupati Gowa Tak Lagi Dipercaya oleh Sejumlah Bawahannya?

Olehnya, ia menginstruksikan agar pada 2020 mendatang seluruh SKPD maupun organisasi perangkat daerah (OPD) dapat membantu mereka dalam hal pemasaran produk-produknya.

“Saya minta mulai tahun depan SKPD dan OPD tidak boleh lagi membeli souvenir di Makassar untuk dijadikan cinderamata kepada tamu-tamu yang datang. Tetapi membeli kepada pengrajin yang ada di wilayah kita, utamanya pengrajin dari binaan PKK,” tegasnya.

Ia pun berharap, ke depan dengan kerjasama yang terbangun ini hadir pemberdayaan yang baik kepada seluruh masyarakat khususnya kepada pengrajin agar merka mendapatkan nilai tambah untuk pendapatan meraka kedepannya.

Baca Juga : BKN Bakal Panggil BKD Gowa Usai 16 Pejabat Eselon II Dinonaktifkan oleh Bupati

“Ini akan sangat membantu masyarakat kita dalam mewujudkan kesejahteraannya secara ekonomi. Belum lagi kita membantu mereka untuk memasarkan produk-produknya hingga skala yang lebih luas,” ujarnya.

Terpisah, Pengrajin Kerajinan Bambu IKM Reina yang merupakan binaan PKK Desa Lassa-lassa Rendy (54) mengatakan, hasil kerajinan yang diolah dari bahan utama bambu ini masih dipasarkan di wilayah Kabupaten Gowa dan Makassar.

Sejumlah jenis kerajinan bambu yang diproduksi mulai dari topi petani, tempat tissue, gelas, vas bunga, tutup nasi dan kerajinan lainnya. Harga yang dibanderol pada setiap produk kerajinannya beranekaragam mulai dari Rp 50.000 hingga Rp450.000 sesuai dengan jenis dan tingkat kerumitan pengerjaan produk tersebut.

Baca Juga : Daftar 15 Pejabat Eselon II Pemkab Gowa yang Dinonaktifkan Sementara Bupati Husniah

“Kami sangat senang, karena dengan adanya pameran ini kita bisa memperlihatkan potensi daerah yang kami miliki kepada tamu-tamu yang datang,” katanya.

Sementara Sekretaris TP PKK Desa Paranglompoa, Kecamatan Bontolempangan Hajrah mengatakan, pada pameran tersebut pihaknya memasarkan sejumlah hasil bumi dan kuliner khas yang berada di wilayahnya.

Mulai dari daun labu, beras ketan hitam, beras ketan putih, beras merah, dan makanan khas daerah bannang-bannang yang dijual dengan harga Rp10.000 per jenisnya.

Baca Juga : Investasi Rp1,3 Triliun, Perusahaan Kanada Bakal Bangun Pengolahan Sampah Modern di Gowa

“Kita sengaja terlibat untuk memperlihatkan langsung hasil bumi yang kami hasilkan. Ini bisa mempromosikan komoditas yang kami punya,” ujarnya.

Pada pameran produk olahan tersebut sejumlah desa yang terlibat antara lain Desa Padanglompoa, Desa Lassa-lassa, Desa Pa’ladingan, Desa Bontoloe, Desa Bontotangnga, Desa Julumatene, Desa Ulujangan, dan seluruh kecamatan yang ada di wilayah Kabupaten Gowa.

Editor: Awang Darmawan

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Otomotif18 September 2026 19:11
Hyundai STARGAZER Cartenz di Makassar Mulai Rp247,3 Juta, Dilengkapi Fitur Smart Cruise Control
Hyundai STARGAZER Cartenz dan STARGAZER Cartenz X hadir sebagai pilihan kendaraan keluarga dengan teknologi bantuan berkendara, kenyamanan kabin, sert...
OPD18 September 2026 18:30
RDP Tuntas, Komisi D DPRD Makassar Rekomendasikan Penutupan RSIA Paramount
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Komisi D DPRD Kota Makassar telah merampungkan rekomendasi terkait kasus meninggalnya seorang bayi di RSIA Paramount....
OPD18 September 2026 18:24
Komisi D DPRD Sulsel Soroti Pembangunan Koperasi Merah Putih di Lahan Terminal Pinrang
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Komisi D DPRD Sulawesi Selatan menyoroti pembangunan Koperasi Merah Putih di atas lahan Terminal Pinrang yang disebut...
OPD18 September 2026 18:22
Komisi A DPRD Sulsel Bakal Konsultasi ke BKN, Soroti Guru PPPK, Banyaknya Plt hingga TPP ASN
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Komisi A DPRD Sulawesi Selatan berencana melakukan konsultasi ke Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk memperjelas sej...