RS Regional Hasri Ainun Habibie Usung Konsep Medical Tourism

RS Hasri Ainun Habibie. (ist)

SULSELSATU.com, PAREPARE – Besok, Rumah Sakit Regional pertama di luar Makassar, RS dr Hasri Ainun Habibie (HAH) di Kota Parepare akan diresmikan.

Kehadiran rumah sakit berkonsep medical tourism atau wisata berobat ini adalah upaya dari seorang Wali Kota Parepare, Dr HM Taufan Pawe, yang mampu menangkap peluang dari program unggulan Pemprov Sulsel.

Peluang itu adalah menghadirkan rumah sakit regional di luar Makassar, untuk pemerataan pelayanan kesehatan di Sulsel.

Parepare sudah punya modal struktur bangunan di atas lahan tanah tumbuh di tepian Sungai Karajae, wilayah Tonrangeng, Kelurahan Lumpue, Kecamatan Bacukiki Barat.

Ditambah ketersediaan tenaga medis, mulai dari dokter spesialis, subspesialis atau super spesialis, dan dokter umum yang lebih daripada cukup.

Sementara Pemprov Sulsel menargetkan pembangunan RS Regional di luar Makassar, dengan sasaran pertama Palopo dan Bone, namun terkendala lahan dan tenaga medis.

Modal itu kemudian yang mengantar Taufan Pawe meyakinkan Gubernur Sulsel, Prof HM Nurdin Abdullah memberikan bantuan kepada Parepare untuk kelanjutan pembangunan RS dr Hasri Ainun Habibie, yang diambil dari nama Almarhumah Istri Presiden ke-3 RI, BJ Habibie. BJ Habibie notabene adalah putra Parepare.

“Kami tawarkan RS dr Hasri Ainun Habibie menjadi RS Regional kepada Bapak Gubernur. Kami sudah ada struktur bangunan. Kami punya SDM tenaga medis, 44 dokter spesialis, 2 super spesialis, dan 20 dokter umum,” kata Taufan Pawe, Jumat (13/3/2020).

“Saya yakin Parepare mampu tangkap peluang itu. Kami punya modal struktur bangunan senilai Rp60 miliar di luar lahan. Dan posisi strategis Parepare di utara dan timur Sulawesi Selatan,” lanjut Taufan.

Gayung bersambut. Gubernur Nurdin Abdullah yang merupakan putra Parepare, merespons positif.

“Saya siapkan Rp150 miliar, kata Pak Gubernur saat itu. Tapi saya katakan, cukup Rp75 miliar dulu. Kami ingin riil anggaran. Kan bisa minta berikutnya. Jadinya Rp75 miliar itu terbagi Rp60 miliar untuk sipil, Rp10 miliar untuk Alkes, dan Rp5 miliar untuk mobiler,” tandasnya.

Meski mendapat bantuan dari Pemprov, kata Taufan, Pemkot Parepare tidak berdiam diri. Pemkot menunjukkan sinergitas dengan ikut mensupport pembangunan RS dr HAH lewat dana DID dari APBD senilai Rp13 hingga Rp14 miliar.

Kini pembangunannya sudah rampung, dan menjadi RS Regional pertama di luar Makassar, bahkan per 26 Februari 2020, sudah menerima pasien rawat jalan.

“Jadi sejak 26 Februari sudah terima pasien rawat jalan. Rawat jalan non BPJS ini tanggung jawab Pemkot Parepare. Karena tiap tahun kami anggarkan Rp10 miliar dana untuk non BPJS. RS dr HAH kalau sudah terakreditasi baru bisa kerja sama dengan BPJS,” jelas dia.

Penulis: Andi Fardi
Editor: Hendra Wijaya