Logo Sulselsatu

OPINI: Golkar Baper, NasDem dan PDIP Tampil Cuper

Asrul
Asrul

Rabu, 24 Juni 2020 20:52

istimewa
istimewa

Penulis: Nursandy Syam (Manager Strategi & Operasional Jaringan Suara Indonesia)

Dinamika kontestasi politik di Kota Makassar makin meningkat. Seiring waktu pendaftaran bagi bakal calon kepala daerah yang semakin dekat.

Manuver dari masing-masing figur bakal calon kepala daerah dalam perebutan dukungan partai politik (parpol) menjadi ajang tontonan menarik bagi siapapun yang mengikuti perkembangan komunikasi politik yang sedang terbangun.

Baca Juga : VIDEO: Airin Diusung PDIP di Pilgub Banten, Megawati: Nanti Mesti Pakai Merah Hitam Lho!

Pemilihan Walikota (Pilwalkot) Makassar menjadi wacana diskusi yang terus bergulir di warung kopi, pemberitaan dari media cetak dan media online tiada henti serta percakapan di media sosial yang semakin nyaring dari warganet ikut menciptakan gegap gempitanya iklim kontestasi politik di Kota Makassar.

Jalannya proses lobi dan negosiasi antara figur bakal calon kepala daerah dengan parpol seakan tak mudah ditebak. Rumit, terselubung dan menghadirkan rasa penasaran.

Masyarakat hanya bisa menduga-duga dan menebak-nebak dengan segala argumentasi dan asumsi dari berbagai sudut pandang. Benar dan salah, hanya segelintir orang yang tahu tentang apa sesungguhnya yang terjadi di balik layar.

Baca Juga : VIDEO: PDIP Tersenyum, MK Ubah Ambang Batas Pencalonan Pilkada

Begitulah komunikasi politik. Informasi yang muncul di permukaan dan dikonsumsi publik hanya sebagian saja. Selebihnya ‘off the record’.

Beberapa hari terakhir ini, berita-berita panas soal arah dukungan parpol mengejutkan dan mencuri perhatian (cuper) publik. Diawali dari makin intensnya pertemuan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dengan Daeng Ical sapaan akrab Syamsu Rizal bersama Fadli Ananda.

Padahal sebelumnya banyak pihak yang menilai bahwa peluang Danny Pomanto diusung PDIP sangat besar dibanding figur lainnya. Lantaran, kerapkali foto pertemuan Danny Pomanto beredar bersama sejumlah elite PDIP. Publik tentu bertanya-tanya. “Ada apa?”.

Baca Juga : VIDEO: PDIP Beri Rekomendasi Danny Pomanto Maju Pilgub Sulsel 2024

Dari peristiwa politik tersebut, memicu hadirnya beragam tanggapan. Ada yang menduga pertemuan itu hanya sebatas komunikasi politik biasa, ada pula yang memaknai bahwa PDIP sedang memainkan gimik semata hingga spekulasi PDIP sedang membangun alternatif usungan di Pilwalkot Makassar.

Beredarnya undangan konsolidasi dari DPP PDIP kepada Daeng Ical bersama Fadli Ananda yang akan dilangsungkan pada hari Minggu, 28 Juni 2020 seakan menguatkan analisis banyak pihak bahwa PDIP kemungkinan besar akan mendorong figur pasangan yang kini populer dengan akronim DILAN.

Manuver PDIP kepada Daeng Ical yang terdengar dan tersebar massif setidaknya ikut mengusik kebatinan Danny Pomanto dan figur lainnya yang telah lama mengincar partai banteng bermoncong putih tersebut.

Baca Juga : Fraksi Nasdem Sebut Pemkot Makassar Gagal Kelola Keuangan Daerah

Jika menilik lebih dalam, nampaknya memang ada sengkarut komunikasi politik yang tak terurai antara PDIP dengan Danny Pomanto.

Ihwal tersebut, ikut dipertegas dengan menguatnya kabar Danny Pomanto akan berpasangan dengan Hj.Fatmawati, yang tak lain adalah istri dari Ketua DPW Nasdem Sulawesi Selatan, Rusdi Masse.

Informasi itu berhembus kencang. Suara dari DPW Nasdem Sulsel, DPD Nasdem Makassar dan tanggapan dari berbagai kalangan ikut menguatkan sinyal kalau Danny Pomanto bersama Hj.Fatmawati hampir pasti maju berpasangan.

Baca Juga : Rekap C1 Partai NasDem Raih 314.000 Suara, Klaim 2 Kursi di Sulsel 1

Langkah Nasdem bukan isapan jempol belaka. Informasi terbaru, DPP Nasdem telah meneken surat dukungan berupa rekomendasi kepada Danny Pomanto dan Hj.Fatmawati. Tak tanggung-tanggung dukungan tersebut terbit dengan format B1-KWK.

Sikap dan manuver yang ditunjukkan Nasdem tergolong berani dan mendobrak tradisi politik serta pakem yang selama ini terbangun dalam kontestasi.

Dalam catatan pilkada langsung, mungkin belum pernah ada satupun parpol yang berani memasangkan kedua kadernya dengan perolehan kursi yang belum memadai. Maka, apa yang dilakukan partai Nasdem merupakan perjudian besar dalam membangun koalisi parpol yang ideal guna merintis rute kemenangan.

Nasdem dengan keyakinannya, tentu punya perhitungan matang dengan berbagai variabel pendekatan. Resiko yang bisa timbul dari keputusan itu, antisipasinya pasti telah disiapkan. Dalam pandangan saya, manuver ini bukanlah sesuatu yang gegabah.

Lantas bagaimana reaksi dari partai Golkar yang lebih dulu memberikan dukungan berupa surat tugas kepada Danny Pomanto?.

Apakah prosesi penyerahan dukungan yang begitu meriah di gedung Celebes Convention Centre (CCC) tak berarti apa-apa bagi partai Golkar?.

Jika melihat fakta politik hari ini, keinginan Golkar untuk menduetkan Danny Pomanto dengan kadernya Andi Zunnun nampaknya harus gigit jari.

Sebelum rekomendasi Nasdem terbit, sikap Golkar terlihat masih menaruh harapan kepada Danny Pomanto. Walaupun kesan baper (terbawa perasaan) sudah terasa dengan munculnya beragam reaksi dari internal partai Golkar mengenai isu pasangan antara Danny Pomanto bersama Hj.Fatmawati.

Kita sedang menunggu seperti apa langkah dari partai Golkar dalam menyikapi dinamika tersebut. Apakah tetap bersama Danny Pomanto meski harus rela mengusung tanpa seorang kader. Ataukah Golkar memilih berpisah dengan mengusung figur pasangan yang lain.

Kita berharap bisa menyaksikan sebuah kontestasi yang elegan. Dimana harga diri seseorang dan kelompok partai di pertaruhkan secara transparan.

Semuanya taat pada rule of the games yang bisa diikuti oleh rakyat dalam memperebutkan kursi kekuasaan. Ketika kursi itu pindah ke tangan orang lain maka prosesnya pun terbuka, rasional dan tampil secara elegan.

Sekali lagi, politik itu penuh kejutan. Kalau datar-datar saja, adem ayem saja maka tak seru dan menarik perhatian publik.

Oke, kita menunggu kejutan selanjutnya!

Editor: Asrul

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

News23 Agustus 2026 20:39
PT Vale dan Pemkab Kolaka Perbaiki 6 Rumah, Beri Hunian Layak dan Akses Kesehatan Warga
PT Vale Indonesia Tbk bersama Pemerintah Kabupaten Kolaka dan Kodim 1412/Kolaka memperbaiki enam rumah warga di Kecamatan Baula....
News23 Agustus 2026 17:33
PT Bumi Karsa Tingkatkan Kompetensi BIM untuk Dorong Transformasi Digital Konstruksi
PT Bumi Karsa memperkuat transformasi digital di sektor konstruksi melalui peningkatan kompetensi sumber daya manusia....
Nasional23 Agustus 2026 15:51
Bantu Korban Gempa NTT, BRI Siapkan 3 Posko dan Dapur Umum
BRI memperkuat penanganan pascabencana gempa bumi di sejumlah wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan membangun tiga posko logistik dan satu ...
Ekonomi23 Agustus 2026 15:36
Investor Pasar Modal di Sulsel Capai 766.125 SID, Tumbuh 79,28 Persen
Minat masyarakat Sulawesi Selatan terhadap investasi di pasar modal menunjukkan perkembangan signifikan. Hingga Juni 2026, jumlah Single Investor Iden...