Logo Sulselsatu

Soal Penggantian Yusran, Pengamat: Jangan Ada Dusta Diantara Kita

Asrul
Asrul

Jumat, 26 Juni 2020 22:50

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Pengamat Pemerintahan Universitas Patria Artha Makassar Bastian Lubis menyebut Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah (NA) asal asalan dalam menilai kinerja Prof Yusran Yusuf saat menjabat sebagai pj Walikota Makassar.

Bastian mengatakan alasan gubernur yang menyebut Yusran tak mampu menekan kasus penyebaran Covid-19 alasan yang terkesan dibuat-buat oleh NA.

Sebab dari fakta yang terjadi di lapangan, kata Bastian menunjukkan trend positif. Dengan kata lain penyebaran Covid-19 di kota Makassar semakin menurun setiap harinya.

Baca Juga : VIDEO: Rudy Djamaluddin Kabur saat Hendak Diwawancarai Soal Korupsi Nurdin Abdullah

“Pak Yusran yang baru 43 hari sudah diganti, ini menimbulkan tanda tanya besar ada apa ya, kalau soal penyebaran Covid-19 kan sudah dijelaskan angka-angka menujukkan perbaik kan terus,” kata Bastian saat dihubungi Sulselsatu.com, Jumat (26/6/2020).

Kata Bastian, Nurdin yang baru melihat kinerja Yusran menjabat PJ Walikota Makassar selama 43 hari tak pantas mengeluarkan statement yang menyebutkan Yusran gagal mengekang angka penyebaran Covid-19 di kota Makassar.

Harusnya, tambah Bastian tolak ukur penilaian kinerja kepala daerah diukur jika yang menjabat tersebut memegang jabatan selama 3 bulan atau 100 hari atau bahkan 1 tahun menjabat.

Baca Juga : VIDEO: KPK “Obrak-abrik” Kantor Rudy Djamaluddin

“Tentu yang menjadi tolak ukur penilaian adalah capaian kinerja di Tupoksinya selama waktu yang tersebut memegang jabatan, bisa 3 bulan atau bisa 100 hari, bisa satu semester satu tahun, bahkan kinerjanya bisa diukur priode saat pak Yusran menjabat, jadi sangat jelas dan tegas skor nilainya,” tuturnya.

Menurut dia, pergantian Pj Walikota yang baru saja dilakukan NA bersifat like and dislike (suka dan tidak suka). Dimana kata Bastian, dari awal pergantian pj Walikota yang sebelumnya dijabat oleh Iqbal Suhaeb yang diinginkan Nurdin adalah Rudy Djamaluddin.

“Jadi menurut saya penggantian ini like and dislike. Memang dari awal yang dijagokan adalah pak Rudy, tapi yang ditunjuk pusat tidak sama keinginan gubernur. Jadi sudahlah jangan ada dusta diantara kita,” pungkasnya.

Baca Juga : Ruang Kerja Disegel KPK, Rudy Djamaluddin Pilih Bungkam

Sebelumnya, Nurdin Abdullah mengatakan pergantian pj Walikota Makassar dilakukan untuk mencari pemimpin yang mampu mengatasi dan mengendalikan penyebaran Covid-19 di kota Makassar

“Maka dari itu, kita butuh strong leader yang bisa merangkul semua elemen masyarakat yang bisa mengendalikan pemerintahan untuk mengendalikan Covid di Sulsel,” kata Nurdin belum lama ini.

Penulis: Jahir Majid

Baca Juga : “Saya Pamit,” Tutur Pj Walikota dengan Mata Berkaca-kaca

Editor: Asrul

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Bisnis29 September 2026 17:44
Bukit Baruga Pertahankan Ruang Terbuka Hijau untuk Kenyamanan Penghuni
Bukit Baruga mempertahankan ruang terbuka hijau (RTH) sebagai bagian dari lingkungan kawasan hunian untuk mendukung aktivitas dan kualitas hidup pengh...
Makassar29 September 2026 15:34
Sampah Jadi Pakan, Pemkot Makassar dan Unhas Bangun Ekosistem Maggot-Ayam Alope
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar, membuka ruang kolaborasi dengan Universitas Hasanuddin (Unhas) dalam pengembangan pengolaha...
News29 September 2026 15:24
Asmo Sulsel Gaungkan Safety Riding di Makassar Bikers Day Fest 2026
Astra Motor Sulawesi Selatan (Asmo Sulsel) mengajak komunitas sepeda motor menjadi teladan dalam menerapkan keselamatan berkendara melalui edukasi saf...
News29 September 2026 15:00
Ketika Lahan Bekas Tambang Menjadi Rumah Kehidupan
Di tengah kawasan operasi PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) di Sorowako, Kabupaten Luwu Timur, terdapat hamparan hijau Taman Kehati Sawerigading Wallace...