Logo Sulselsatu

Turki Ubah Hagia Sophia Jadi Masjid Lagi, AS Kecewa

Asrul
Asrul

Minggu, 12 Juli 2020 13:00

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, WASHINGTON – Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengaku kecewa dengan keputusan Turki yang mengubah bangunan era Bizantium Hagia Sophia kembali menjadi masjid. Washington mendesak Ankara membuka akses bangunan kuno itu bagi semua pengunjung.

“Kami kecewa dengan keputusan pemerintah Turki mengubah status Hagia Sophia,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat Morgan Ortagus.

“Kami memahami bahwa pemerintah Turki tetap berkomitmen untuk mempertahankan akses ke Hagia Sophia untuk semua pengunjung, dan berharap untuk mendengar rencananya untuk melanjutkan pengelolaan Hagia Sophia untuk memastikannya tetap dapat diakses tanpa hambatan untuk semua (orang),” ujarnya, seperti dikutip AFP, Sabtu (11/7/2020).

Baca Juga : Masjid Hagia Sophia Dibuka, Yunani Bakar Bendera Turki

“Keputusan Dewan Negara Turki untuk membatalkan salah satu keputusan penting Turki modern dan keputusan Presiden Erdogan untuk menempatkan monumen di bawah pengelolaan Kepresidenan Urusan Agama sangat disesalkan,” kata Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Josep Borrell dalam sebuah pernyataan.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, yang telah melakukan sekulerisme di negara mayoritas Muslim itu, mengumumkan umat Muslim bisa salat di Hagia Sophia—yang saat ini masuk dalam daftar Situs Warisan Dunia UNESCO—mulai 24 Juli 2020.

Pengumuman itu dibuat hanya satu jam setelah pengadilan tinggi Turki memutuskan bahwa konversi bangunan kuno menjadi museum oleh pendiri Turki modern Mustafa Kemal Ataturk adalah ilegal.

Baca Juga : Setelah 86 Tahun, Shalat Jumat di Hagia Sophia Kembali Digelar

Sebagai magnet bagi wisatawan di seluruh dunia, Hagia Sophia pertama kali dibangun sebagai katedral di bawah perintah Kekaisaran Bizantium.

Bangunan itu dikonversi menjadi masjid setelah Konstantinopel atau Istanbul ditaklukkan Kekaisaran Ottoman pada tahun 1453.

Setelah Kekaisaran Ottoman runtuh dan menjadi Republik Turki modern oleh Mustafa Kemal Ataturk bangunan kuno itu dilestarikan sebagai museum.

Baca Juga : Jelang Salat Perdana, Erdogan Sidak ke Hagia Sophia

Menteri Luar Negeri AS Michael Pompeo menyebut status museum Hagia Sophia sebagai “contoh” komitmen Turki untuk menghormati tradisi agama dan beragam sejarah negara itu. Menurutnya, konversi fungsi bangunan itu berisiko mengurangi akses terhadap warisan bangunan yang luar biasa tersebut.

Calon Presiden AS dari Partai Demokrat, Joe Biden, juga mengatakan pada hari Jumat bahwa dia sangat menyesalkan keputusan Turki.

Biden meminta Erdogan untuk membalikkan keputusannya menjadi museum lagi, dan memastikan akses yang sama untuk semua orang.

Baca Juga : Opini: Pro-Kontra Hagia Sophia, Emosi Beragama Hingga Kedaulata Negara

Editor: Kink Kusuma Rein

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Makassar02 November 2026 21:18
Pelindo Distribusikan Air Bersih ke 8 Kelurahan di Makassar
PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 menyalurkan bantuan air bersih kepada warga di delapan kelurahan yang tersebar di Kecamatan Tallo dan Ujun...
Olahraga02 November 2026 19:04
Fazzio Youth Festival 2026 Berakhir, Ini Daftar Pemenangnya
Sejumlah sekolah di Makassar berhasil meraih gelar juara dalam Fazzio Youth Festival (FYF) 2026 yang digelar PT Suracojaya Abadimotor (SJAM) di GOR Un...
Makassar02 November 2026 16:52
Aset Keuangan Syariah Tembus Rp3.300 Triliun, OJK Siapkan Strategi Penguatan
Industri keuangan syariah Indonesia terus menunjukkan perkembangan di tengah ketidakpastian ekonomi global....
Ekonomi02 November 2026 16:25
PLN Bantu 25 Perempuan Pesisir Paotere Kembangkan Usaha Kerajinan Sisik Ikan
PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sulawesi (UIP Sulawesi) membantu meningkatkan kapasitas usaha Kelompok Perempuan Pesisir Paotere melalui progr...