Parepare Siap Bersinergi Bersama Pelindo IV Geliatkan Ekonomi

SULSELSATU.com, PAREPARE – Pemerintah Kota Parepare terbuka untuk bersinergi dengan PT Pelabuhan Indonesia IV Makassar, untuk menggeliatkan ekonomi kawasan. Salah satunya yang dijajaki adalah menghidupkan Pasar Induk Beras (PIB) dan sektor kepelabuhanan di Parepare.

Wali Kota Parepare, HM Taufan Pawe menyambut baik kehadiran jajaran Direktorat Operasi dan Komersial PT Pelindo IV di Rumah Jabatan Wali Kota Parepare, yang agendanya membahas soal PIB dan pelabuhan.

“Mari sinergikan. Tolong institusi Pelindo IV bergerak terintegrasi agar PIB betul-betul hidup. Karena outputnya bukan hanya lintas provinsi bahkan lintas negara,” kata Taufan Pawe menyambut tawaran sinergitas PT Pelindo IV.

Taufan Pawe menginginkan bersama Pelindo IV dan stakeholder kepelabuhanan ada kesinambungan dalam membahas masalah yang muncul mulai dari aspek pemerintahan dan aspek sosiologis.

“Kita kerja sama saling menguntungkan. Rakyat saya akan bahagia dari proses itu. Mari kita bergerak bersama ciptakan kota yang bisa dilirik khususnya pada sektor kepelabuhanan. Kalau bisa Pelabuhan Parepare dilirik sama dengan Makassar,” harap Taufan yang mencetuskan ide Teori Telapak Kaki.

Taufan pun membeberkan dalam waktu dekat akan mengeluarkan kebijakan tidak ada lagi bongkar muat barang dalam kota, berarti tidak ada lagi gudang dalam kota. Semua bongkar muat barang hanya dilakukan di pelabuhan dan kawasan luar kota.

“Pada prinsipnya kami berkomitmen menjaga kemitraan dengan BUMN, Pelindo. Parepare ini bergerak di sektor perniagaan,” ungkap Taufan.

Pada kesempatan itu, Taufan membeberkan tren kemajuan Parepare dalam 7 tahun terakhir di era kepemimpinannya. Angka-angka capaian sesuai dengan harapan. Di antaranya tingkat pertumbuhan ekonomi, inflasi terkendali, Gini Ratio, income perkapita.

Dan di periode keduanya mulai 2018, Taufan dengan pendekatan faktual mewujudkan Kota Industri Tanpa Cerobong Asap. Visi misi ini sejalan dengan ide gagasannya yakni Teori Telapak Kaki atau bagaimana mendatangkan banyak telapak kaki (orang) di Parepare.

“Memang Pemkot Parepare sangat harapkan eksistensi kehadiran PT Pelindo. Karena Pemkot hadirkan kerja-kerja untuk kesejahteraan masyarakat, sehingga Pelindo menjadi supporting system,” terang Taufan.

Secara khusus Taufan membahas soal PIB Parepare yang merupakan pergudangan beras terbesar di Indonesia Timur. Dan secara umum daya tampung pergudangan beras di Parepare sebesar 130 ribu ton. Terbagi PIB atau pergudangan beras Bulog di Lapadde berkapasitas 100 ribu ton dan Gudang Bulog Soreang 30 ribu ton.

“Dan kalau PIB mau dihidupkan, harus ada kerja terintegrasi. BUMN, Pelindo kuat karena bisa berkomunikasi Pemerintah Pusat, mungkin dengan Menko Perekonomian,” tandas Taufan.

Penulis: Andi Fardi

Editor: Asrul