Royco Komitmen Hadirkan Produk Berkualitas Bagi Masyarakat

images-ads-post

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Pemenuhan gizi bagi tubuh sangatlah penting. Hanya saja, ada hal-hal yang perlu diperhatiakan, misalnya bumbu makanan yang akan dikonsumsi.

Olehnya itu, produk bumbu masak Royco terus berkomitmen menghadirkan inovasi dalam menghasilkan sebuah karya yang berkualitas.

Menurut Hernie Raharja selaku Director of Foods & Refreshment PT Unilever Indonesia Tbk yang memproduksi produk bumbu Royco. Produk ini menjawab kebutuhan para orang tua untuk hidangan bernutrisi dan mencegah terjadinya hidden hunger atau kelaparan tersembunyi.

“Sejak 2019, Unilever secara global memiliki komitmen untuk membantu masyarakat melakukan transisi menuju pola makan yang lebih sehat sembari mengurangi dampak lingkungan dari sistem rantai makanan secara keseluruhan. Sejalan dengan komitmen tersebut,” katanya dalam rilisnya ke Sulselsatu.com, Rabu (27/1/2021).

“Royco memiliki tujuan mulia atau purpose yaitu Gerakan Pangan untuk Masa Depan Berkelanjutan guna menginspirasi keluarga Indonesia dalam mengonsumsi hidangan yang baik untuk tubuh maupun untuk bumi; yaitu yang beragam, bergizi seimbang, serta berasal dari sumber yang berkelanjutan,” sambung Hernie Raharja.

Selain itu, Royco juga ingin membantu mengatasi berbagai masalah nutrisi, baik melalui inovasi produk maupun program edukasi yang dilakukan secara konsisten.

Sementara itu, Prof Dodik Briawan, Guru Besar Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia IPB University mengungkapkan, negara kita masih memiliki beban hidden hunger yang besar, kondisi yang timbul akibat kekurangan zat gizi mikro seperti iodium, zat besi, vitamin A dan zink ini telah menimbulkan beberapa masalah kesehatan yang berkepanjangan.

Contohnya, Riset Kesehatan Dasar 2018 memperlihatkan 48,9 persen ibu hamil menderita anemia, dan Riset Kesehatan Dasar 2013 melaporkan bahwa 14,9persen anak usia sekolah berisiko kekurangan iodium.

Masyarakat dianggap seringkali masih abai akan masalah ini, karena meskipun makanan yang dikonsumsi tidak memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh, penderitanya tidak merasa kelaparan karena asupan gizi makronya sudah terpenuhi.

“Jika tidak segera mendapatkan perhatian, akan berdampak pada kualitas sumber daya manusia dalam jangka panjang baik secara fisik maupun psikis,” ungkap Prof Dodik.

Editor: Asrul