Logo Sulselsatu

Organisasi Pemuda di Makassar Galakkan Aksi Tangkal Radikalisme Lewat Penguatan Nilai Kearifan Lokal

Asrul
Asrul

Sabtu, 17 April 2021 18:43

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Ketua forum komunikasi pencegahan terorisme (FKPT) Sulsel Muammar Bakri mengulas tumbuhnya radikalisme yang mengarah pada aksi terorisme di ranah air.

Muammar bicara bagaimana mempersempit ruang kelompok radikal. Salah satu langkah yang dilakukan FKPT Sulsel dengan memproteksi radikalisme agar tidak terlalu menyimpang.

“Kegiatan FKPT lebih pada pencegahan agar kegiatan masyarakat tidak lagi terserang virus radikal. FKPT menyasar sejumlah elemen pemuda, tokoh dan lainnya,” ujar Muammar pada diskusi publik dengan tema ‘Lawan Radikalisme dengan Memperkuat Nilai Kearifan Lokal Masyarakat Sulsel’ di RM Torani Makassar, Sabtu (17/4/2021).

“Kita harus perkuat pada ideologi secara komunal seperti yang ada di NU, Muhammadiyah dan ormas lainnya,” sambung Muamar.

Ketua Perhimpunan Ummat Budha Yongris juga bicara soal agama dalam konteks perdamaian dan rahmat bagi sesama. Menurut Yongris, hal ini terjadi karena pemahaman agama yang salah.

“Banyak masalah bisa diselesaikan dengan agama sebab radikal itu urusan pribadi. Yang salah jika menimbulkan ketakutan atau ancaman bagi orang lain. Ini yang jadi masalah,” ucap Yongris.

“Jadi yang patut dicegah adalah agar sifat radikal seseorang itu tidak menjadi teroris ini yang terus dicegah,” sambung Yongris.

Bukan hanya kecerdasan intelektual, tapi juga harus kecerdasan mental. “Untuk memcerdaskan sisi kehidupan, maka kita harus membangun ahlak yang benar,” terangnya.

Soal ketahanan negara, pengamat kebangsaan Arqam Azikin menyatakan radikalisme itu sudah sejak lama dibahas. Bisa jika pemahaman agamanya sepotong sepotong, bisa karena ekonomi hingga soal.

“Terorisme tak bisa tuntas karena tak pernah ada kerjasama dari lembaga yang kuat dan terstruktur,” jelasnya.

Masing-masing lembaga jalan sendiri, bahkan ada yang hanya memantau dan siap diperbantukan. Termasuk pembahasan di komisi I DPR RI sampai sekarang belum tuntas.

Arqam punya saran agar tak usah bicara radikalisme pada ormas NU dan Muhammadiyah sebab mekanisme perekrutan kadernya jelas.

“Yang perlu diajak diskusi yakni ormas atau kelompok yang kadernya mudah menjadi radikal,” terangnya.

Editor: Asrul

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Makassar10 Agustus 2026 06:49
Kebakaran di NIPAH PARK Padam Kurang dari 30 Menit, Mal Kembali Beroperasi Normal
Kebakaran terjadi di area NIPAH PARK Makassar pada Minggu malam (9/8/2026) saat operasional mal menjelang berakhir. Api berhasil dikendalikan dalam wa...
Metropolitan09 Agustus 2026 19:11
PSEL Tamalanrea Terus Dipersoalkan, GERAM PLTSa: Pindahkan Lokasinya
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Ratusan warga yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Menolak PLTSa (GERAM PLTSa) kembali menggelar aksi demonstrasi menolak ...
Sulsel09 Agustus 2026 16:48
Kekeringan Melanda Sidrap, Asmo Sulsel dan FIFGroup Bantu Petani Massappa 3
Kekeringan yang melanda sejumlah lahan persawahan di Kecamatan Watang Sidenreng, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan, membuat petani kesulitan mendapat...
Lifestyle09 Agustus 2026 14:18
Alasan Perusahaan Masih Membagikan Tumbler dan Tote Bag, Ternyata Ini Nilai Bisnisnya
Tumbler berlogo perusahaan, tote bag, notebook, pouch, dan berbagai barang promosi lain sudah menjadi pemandangan umum dalam acara bisnis. Barang-bara...