Logo Sulselsatu

Komitmen Kembalikan Ekosistem Gunung Bawakaraeng, Bupati Adnan Ingin Semua Pihak Terlibat

Asrul
Asrul

Rabu, 25 Agustus 2021 12:12

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, GOWA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa akan terus berkomitmen untuk mengembalikan keseimbangan ekosistem di Gunung Bawakaraeng.

Gunung ini memiliki posisi penting sebagai sumber penyimpanan air dan penyanggah ekosistem bukan hanya untuk Kabupaten Gowa, tetapi juga beberapa daerah lain di sekitarnya.

Hal ini disampaikan oleh Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan pada saat menjadi narasumber dialog singkat “Poterangi Gunung Bulu Bawakaraeng ri Memangnganna” secara virtual di Rumah Jabatan Bupati Gowa.

Baca Juga : VIDEO: Polisi Gadungan Ditangkap di Gowa Usai Peras Warga

Menurut Adnan untuk menjaga Gunung Bawakaraeng, harus dilakukan secara bersama-sama. Bukan lagi tanggung jawab satu atau dua kelompok, termasuk pemerintah saja.

“Ini adalah kepentingan kita bersama. Oleh karena itu, pemerintah pusat, provinsi, kabupaten dan kota ikut bersama mengambil suatu keputusan harus satu suara dalam menjaga Gunung Bawakaraeng. Tentunya dengan memperhatikan masukan dari masyarakat,” ujarnya.

Adnan menjelaskan bahwa sesuai UU No. 23 Tahun 2014 di Pasal 14, kewenangan pemerintahan di bidang kehutanan hanya dibagi menjadi pemerintah pusat dan provinsi sehingga Pemerintah Kabupaten Gowa dinilai agak kesulitan ketika ingin membuat kebijakan yang komprehensif terkait Gunung Bawakaraeng.

Baca Juga : VIDEO: Kecelakaan di Jembatan Kembar Gowa, Mobil dan Pembatas Jembatan Rusak

Tetapi Pemkab Gowa tidak dapat berlepas tangan begitu saja. Karena Gunung Bawakaraeng adalah salah satu simbol yang identik dengan Kabupaten Gowa, maka tetap ada upaya-upaya yang dilakukan oleh pemerintah daerah untuk turut andil dalam pengelolaan Gunung Bawakaraeng ini.

“Pos tim terpadu terus kita siagakan baik di waktu normal, maupun ketika ada kondisi luar biasa. Hal ini agar para pendaki terus memperhatikan standar keaamanan dan keselamatan yang ada. Juga untuk menjaga kebersihan Gunung Bawakaraeng,” tutur bupati dua periode ini.

Terkait dengan adanya 3 orang pendaki yang meninggal dunia saat melakukan pendakian pada 17 Agustus, Adnan menyampaikan turut berbelasungkawa dan meminta agar seluruh akses pendakian Gunung Bawakaraeng untuk sementara ditutup untuk umum.

Baca Juga : Uniknya Wisuda TK Al Husna Gowa, Digelar Sambil Berkebun

“Kami sejak tanggal 13 Agustus melalui tim terpadu sudah menutup jalur pendakian. Hasil koordinasi dengan BMKG pada 13 sampai 19 itu akan ada cuaca ekstrem. Makanya kita langsung membuat pos penyekatan untuk menghadang masyarakat yang ingin mendaki,” ungkapnya.

Lanjut Adnan, sekalipun telah dibentuk pos penyekatan, namun tetap ada yang lolos. Hal ini dikarenakan jalur untuk naik ke Gunung Bawakaraeng tidak hanya di Kabupaten Gowa saja, tetapi juga di kabupaten lain di sekitar Gowa.

“Saya sudah menyampaikan ke Plt Gubernur tentang hal ini. Diharapkan Pemerintah Provinsi sebagai fasilitator, mengumpulkan kabupaten yang berada di sekitar Gunung Bawakaraeng untuk duduk bersama menghasilkan kesepakatan terkait pengelolaannya,” harap Adnan.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Metropolitan09 Agustus 2026 19:11
PSEL Tamalanrea Terus Dipersoalkan, GERAM PLTSa: Pindahkan Lokasinya
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Ratusan warga yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Menolak PLTSa (GERAM PLTSa) kembali menggelar aksi demonstrasi menolak ...
Sulsel09 Agustus 2026 16:48
Kekeringan Melanda Sidrap, Asmo Sulsel dan FIFGroup Bantu Petani Massappa 3
Kekeringan yang melanda sejumlah lahan persawahan di Kecamatan Watang Sidenreng, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan, membuat petani kesulitan mendapat...
Lifestyle09 Agustus 2026 14:18
Alasan Perusahaan Masih Membagikan Tumbler dan Tote Bag, Ternyata Ini Nilai Bisnisnya
Tumbler berlogo perusahaan, tote bag, notebook, pouch, dan berbagai barang promosi lain sudah menjadi pemandangan umum dalam acara bisnis. Barang-bara...
News09 Agustus 2026 08:45
Siasat Licik APL, Premanisme Berkedok “Petani Lada” di Hutan Lindung Loeha Raya
Hukum dan wibawa negara di kawasan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Larona benar-benar dilecehkan....