Logo Sulselsatu

Minta Tarif Angkutan Dinaikan, Puluhan Sopir Pete-Pete di Jeneponto Mogok Beroperasi

Dedy
Dedy

Senin, 25 Oktober 2021 16:46

Sejumlah Sopir Angkutan Kota di Jeneponto Mogok beroperasi, Senin 25/10/2021 (Dedi)
Sejumlah Sopir Angkutan Kota di Jeneponto Mogok beroperasi, Senin 25/10/2021 (Dedi)

SULSELSATU.com, Jeneponto – Sejumlah sopir mobil angkutan kota (Angkot) atau Pete-Pete di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, menggelar aksi mogok beroperasi.

Mereka menggelar aksi mogok beroperasi tepat disimpang tiga lampu merah Bellokallong dan depan Taman Turatea, Jalan Lanto Daeng Pasewang, Jeneponto, Senin (25/10/2021).

Para sopir Pete-Pete ini menuntut ke pemerintah daerah Kabupaten Jeneponto untuk menaikkan tarif angkutan sebesar Rp1.000 untuk sekali perjalanan.

Kata mereka, Permintaan menaikkan tarif angkutan umum lantaran mereka sulit mendapatkan Bahan Bakar minyak (BBM) jenis permium. Untuk itu, mereka terpaksa membeli BBM Jenis Pertalite yang dinilai mahal.

Seorang sopir Pete-Pete bernama Katti mengatakan, mereka selama ini menggunakan BBM Premium atau bensin untuk beroperasi. Namun, bahan bakar tersebut sudah sulit didapatkan di Jeneponto.

“Tolong pak naikkan harga Tarif Angkutan umum, harga BBM pertalite mahal untuk kami,”katanya.

Tak lama menyampaikan aspirasinya, unjuk rasa para sopir Pete-Pete dibubarkan polisi dari Unit Turjawali Satlantas Polres Jeneponto lantaran aksi mereka dianggap mengganggu arus lalu lintas.

Kanit Turjawali Polres Jeneponto Ipda Baharuddin mengatakan, sekitar 50 orang sopir yang menggelar aksi mogok beroperasi tersebut tidak memiliki izin menyampaikan aspirasi.

“Aksi sopir Pete-Pete menuntut kenaikan tarif dan kami mengarahkan mereka menyampaikan aspirasinya ke kantor Dishub Jeneponto,”kata Baharuddin.

Menanggapi hal tersebut, Kadis Perhubungan Jeneponto, Aspa Muji mengatakan, beberapa Aspirasi sopir pete-pete kota yang meminta ke pemerintah daerah untuk menaikkan tarif biaya angkutan umum mereka, telah ia sampaikan ke Bupati Jeneponto Iksan Iskandar

“Setelah kami terima dikantor dan menyampaikan aspirasi mereka, kami langsung sampaikan di rapat Forkompinda yang dipimpin langsung oleh bapak bupati dan hadir disana pak Dandim, Pak Kapolres dan sekda,”kata Aspa Muji.

Pada dasarnya ka Aspa Muji, Bupati Jeneponto sangat merespon positif kenaikan tarif karena memang pemerintah menyadari dan tau bahwa para sopir Pete Pete dibebani oleh Pandemi.

” Bapak Bupati memerintahkan kami di Dinas Perhubungan untuk memfasilitasi agar memenuhi apa yang menjadi aspirasi mereka,”kata Aspa Muji

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Hukum21 September 2026 17:57
Jaksa Tunggu Audit BPKP Sebelum Tetapkan Tersangka Kasus Perpustakaan Digital Rp13 Miliar
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Kejaksaan tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan (Sulsel) masih menunggu hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangu...
Makassar21 September 2026 17:48
Bertemu Kepala BPS RI, Wali Kota Makassar Bahas Peluang Pendidikan Afirmasi Penguatan Statistik
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, memperkuat kolaborasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) untuk meni...
Pendidikan21 September 2026 17:11
Asmo Sulsel Perluas Edukasi Safety Riding ke SMKN 1 Bone
Astra Motor Sulawesi Selatan (Asmo Sulsel) memperluas edukasi keselamatan berkendara kepada generasi muda melalui kegiatan safety riding di SMKN 1 Bon...
Metropolitan21 September 2026 16:33
464 Kepala Sekolah Ikuti Asesmen, Appi Tekankan Pendidikan Karakter dan Budaya Lokal
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, menekankan pentingnya dunia pendidikan beradaptasi dengan perkemban...