SULSELSATU.com, Jeneponto –
Anggota DPRD Jeneponto Fraksi PAN, Asdin Basoddin Azis Beta ikut angkat bicara adanya Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Desa Ujung Bulu, Rumbia, menerima telur ayam busuk dari Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
“Saya minta agar Dinas sosial Kabupaten Jeneponto dan pihak pendamping serta pihak penyedia barang, berhati-hati baik dalam hal menyiapkan dan penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat,”kata Asdin Kepada sulselsatu.com, Sabtu (20/11/2021).
Asdin berharap pihak Dinas sosial untuk mengundang semua pihak membicarakan hal tersebut guna mengantisipasi kejadian yang serupa.
“Jadi sebaiknya Dinas sosial memanggil pendamping maupun pihak penyedia atau pedagang telur, begitu pula pembagian pembagian lainnya, misalnya ikan, beras, harus diteliti lebih dahulu, apa layak dikonsumsi atau tidak oleh,”katanya.
Hal ini dilakukan kata Asdin, agar masyarakat betul betul menerima bahan pokok yang layak komsumsi.
“Jangan sampai ada pihak yang kejar keuntungan sementara rakyat yang sebagai penerima dirugikan. Ingat, sesuatu makanan yang tidak layak dikonsumsi baru dibagikan itu akan berdampak pada kesehatan orang,”pungkasnya.
Asdin menambahkan, jika pihak pendamping atau penyedia barang tidak bisa diatur maka Asdin berharap Dinas Sosial memberikan evaluasi Kepada penyedia barang.
Sementara Kadis Sosial Jeneponto Nirmala Syuaib mengatakan akan melaporkan e-Warung yang ditemukan bermasalah.
“E-warung yang bermasalah akan dilaporkan ke Himbara BRI selaku pihak yang akan menetapkan penunjukan e-Warung dalam program sembako ini,”tegas Nirmala.
Pendamping BPNT Wilayah Kecamatan Rumbia, Ayu Winata Ilham mengatakan, semua telur yang rusak sudah diganti.
“Sudah diganti semua dan tidak adami lagi KPM yang komplen. Saya juga sudah sampaikan kepada KPM jika masih ada telur rusak kita siap menggantikannya lagi. Namun alhamdulillah tidak adami lagi laporan soal telur rusak,”jelas Pendamping.
Diberitakan sebelumnya Rabu (17/11/2021), sejumlah KPM di Desa Ujung Bulu, Kecamatan Rumbia mengaku menerima telur busuk. Bahkan Kepala Desa Ujung Bulu Mansyur geram dan meminta kepada pendampingan dan e-Warung untuk mengganti telur busuk yang diterima warganya.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar