Logo Sulselsatu

Sebelum Diresmikan Presiden, Menteri PUPR dan Bupati Iksan Tinjau Bendungan Karalloe

Dedy
Dedy

Selasa, 23 November 2021 01:32

Mentri PUPR, Basuki Hadimuljono saat berada di Bendungan Karalloe, Senin, 22/11/2021 (Int)
Mentri PUPR, Basuki Hadimuljono saat berada di Bendungan Karalloe, Senin, 22/11/2021 (Int)

SULSELSATU.com, Jeneponto – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono mengunjungi langsung Bendungan Karalloe, Senin siang (22/11/2021) Kemarin.

Kunjungan Basuki Hadimuljono
dalam rangka memastikan kesiapan bendungan yang terletak perbatasan Kabupaten Jeneponto dan Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan sebelum diresmikan Presiden Joko Widodo, Selasa (23/11/2021).

Selain Mentri Basuki Hadimuljon, Mentri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo dan Bupati Jeneponto Iksan Iskandar dan beberapa pejabat lainya juga nampak mengunjungi bendungan Karalloe jelang diresmikan Presiden Jokowi.

Kepada awak media, Basuki Hadimuljono membenarkan bendungan Karalloe akan di resmihkan langsung oleh presiden.

“Bendungan ini adalah Bendungan kesembilan yang besok (Selasa) akan diresmikan oleh Bapak Presiden,” kata Basuki kepada awak media di lokasi Bendungan.

Kata dia, Bendungan Karalloe ini dibangun sejak tahun 2013 lalu. Namun saat jalanya proses pembangunan semoat terhenti akibat pembebasan lahan lokasi bendungan.

“Bendungan Karalloe ini dibangun sejak tahun 2013, cuma ada masalah biasa, pernak-pernik dipembebasan lahan sehingga baru tahun 2017 saya kesini baru bisa berjalan lagi,” ucapnya.

Manfaat bendungan Karalloe ini kata Basuki, masyarakat di Kabupaten Jeneponto akan mendapatkan banyak manfaat. Pasalnya bendungan ini mampu menampung 40 juta meter kubik air yang kemudian akan dimanfaatkan sebagai air irigasi bagi pertanian.

“Jadi selain manfaatnya untuk irigasi tentu juga untuk air baku. Ada 440 liter perdetik, 420 liter perdetik untuk Jeneponto, 20 liter perdetik untuk Gowa air bakunya. Sedangkan listriknya ada 4,5 MW. Jadi itu manfaat untuk dibangunnya Bendungan Karalloe ini,” jelas Basuki.

Dengan adanya Bendungan Karalloe ini, maka pola intensitas tanam para petani Jeneponto akan lebih meningkatkan menjadi 250 persen.

“Bendungan Karalloe ini untuk mensupresikan Bendungan Kelara yang mengairi 7.000 hektare lahan persawahan. Artinya kalau ada 7.000 hektare sawah hanya tertatanami ditambah 3.500 hektare palwija setiap tahun. Maka dengan bendungan ini akan ada 250 persen peningkatan,”jelas Basuki.

Penulis Dedi

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Hukum05 November 2026 23:08
Dikawal LBH Anak Rakyat, Santunan Rp150 Juta Ahli Waris Awak Kapal Tuntas Dibayar
SULSELSATU, MAKASSAR – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Anak Rakyat sukses mengawal pemenuhan santunan sebesar Rp150 juta kepada ahli waris almarhum ...
Politik05 November 2026 21:18
Bedah Pemikiran Tjokroaminoto dan Ali Shari’ati, PKB Rumuskan Sosialisme ala Indonesia
SULSELSATU.com, MAKASSAR — Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mulai mengkaji konsep sosialisme Islam sebagai salah satu gagasan untuk membangun sistem ...
Bisnis05 November 2026 19:45
Kalla Transport & Logistics Raih Tiga Penghargaan Toyota
Kalla Transport & Logistics meraih tiga penghargaan dalam ajang Facing Depot Annual Meeting & Logistic Partner Annual Meeting 2026 yang disele...
Ekonomi05 November 2026 19:01
OJK Luncurkan Tiga Pedoman Produk Perbankan Syariah
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meluncurkan tiga pedoman produk perbankan syariah untuk memperkuat pembiayaan sektor riil, termasuk kebutuhan usaha dan r...