Logo Sulselsatu

Jaga Aset Daerah dari Mafia Tanah, Rudianto Lallo Desak Pemkot Gandeng BPN dan APH

Asrul
Asrul

Rabu, 02 Februari 2022 19:29

Ketua DPRD Kota Makassar, Rudianto Lallo bersama Kepala Kejaksaan Negeri Makassar Andi Sundari (Ist)
Ketua DPRD Kota Makassar, Rudianto Lallo bersama Kepala Kejaksaan Negeri Makassar Andi Sundari (Ist)

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Makassar Rudianto Lallo meminta Pemkot Makassar bertindak cepat dan tegas untuk menjaga dan menginventarisir aset milik pemerintah daerah.

“Pemerintah Kota Makassar harus menggandeng Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk menginventarisir aset daerah dan memperbaiki dokumen kepemilikan lahan. Melakukan sertifikasi lahan publik yang belum memiliki alas hak,” urai Rudianto Lallo, Rabu (2/2/2022).

Desakan tersebut menyusul adanya putusan Mahkamah Agung (MA) yang memenangkan gugatan pihak swasta terhadap Pemkot Makassar atas dua lahan bangunan sekolah, milik SD Pajjaiang dan SD Pajjaiang 1 di Sudiang, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar Sulawesi Selatan (Sulsel).

Baca Juga : Disponsori Rudianto Lallo, Bagatak FC Juara Turnamen Sepak Bola Anak Rakyat Cup 1

“Hilangnya dua aset lahan Pemkot Makassar yang diatasnya ada bangunan sekolah harus menjadi momentum untuk memperbaiki data aset. Harus ada upaya bersama menjaga aset daerah,karena ini sudah ada indikasi mafia tanah,” kata Rudianto Lallo.

Langkah menggandeng BPN dalam menjaga aset daerah perlu dilakukan, terutama dalam percepatan melakukan sertifikasi lahan milik Pemkot Makassar, seperti lahan sekolah dan lahan bangunan publik lainnya.

“Kerjasama antara BPN dan Pemkot Makassar perlu lebih ditingkatkan. Khususnya dalam hal sertifikasi lahan dan menjaga agar tidak ada sertifikat terbit oleh pihak swasta untuk lahan milik Pemkot, seperti lahan sekolah atau perkantoran,” urai Rudianto Lallo.

Baca Juga : Serahkan Bantuan Beasiswa PIP, Rudianto Lallo: Jangan Ada Anak Putus Sekolah

Rudianto khawatir kalau hilangnya aset milik Pemkot Makassar bahkan malui proses peradilan justru dibekingi oleh mafia tanah yang melibatkan oknum di internal Pemkot Makassar.

“Kedepannya, Pemkot Makassar harus bisa menyiapkan alokasi anggaran khusus untuk pendampingan proses hukum melawan mafia tanah yang menggerogoti aset milik Pemkot Makassar ini,” tegas Ketua Bappilu Partai NasDem Sulsel ini.

Terkait hilangnya dua lahan bangunan sekolah milik Pemkot, yakni SD Pajjaiang dan SD Pajjaiang 1 di Sudiang, Kecamatan Biringkanaya, Makassar, Walikota Danny Pomanto mengaku akan melakukan upaya hukum lanjutan dengan mencari bukti baru terkait hak kepemilikan laham. “Kita akan gugat kembali,”ujarnya.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Metropolitan22 Juli 2026 20:33
Perumda Pasar dan IBK Nitro Luncurkan Program Beasiswa Bagi Anak Pedagang Pasar di Makassar
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Makassar, Raya bersama Institut Bisnis dan Keuangan (IBK) Nitro Makassar resmi...
Pendidikan22 Juli 2026 18:42
Dies Natalis Ke-7 Kalla Institute Hadirkan Aksi Sosial dan Forum Kepemimpinan
Kalla Institute merayakan Dies Natalis ke-7 dengan menggelar serangkaian kegiatan yang menggabungkan aksi sosial dan pengembangan kepemimpinan....
Sulsel22 Juli 2026 17:35
Antisipasi Geng Motor dan Narkoba, Bhabinkamtibmas Arungkeke Gencarkan Imbauan ke Sekolah
SULSELSATU.com, JENEPONTO – Personel Bhabinkamtibmas Desa Arungkeke, Aiptu Irsan Nusu, menyambangi kawasan depan SMK 7 Arungkeke, Kecamatan Arungkek...
Lifestyle22 Juli 2026 17:04
Hari Anak Nasional, Asmo Sulsel Edukasi Keselamatan Berkendara bagi Siswa TK di Gowa
Astra Motor Sulawesi Selatan (Asmo Sulsel) menggelar edukasi safety riding bagi sekitar 40 siswa TK Kemala Bhayangkari 07 Gowa dalam rangka memperinga...