Logo Sulselsatu

Masih Sulit Dapat Minyak Goreng, Waktunya Hidup Sehat

Asrul
Asrul

Kamis, 03 Maret 2022 11:35

Wali Kota Danny Pomanto Dampingi Mendag RI Pantau Minyak Goreng di Pasar Tradisional (Ist)
Wali Kota Danny Pomanto Dampingi Mendag RI Pantau Minyak Goreng di Pasar Tradisional (Ist)

SULSELSATU.com – Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof Ari Fahrial Syam, mengatakan dengan kelangkaan minyak goreng sebetulnya dapat dijadikan momentum untuk beralih ke pola hidup sehat.

“Sudah saatnya masyarakat mengurangi makanan yang digoreng. Mengurangi makanan yang digoreng berarti membuat pola hidup lebih sehat,” dikutip Kompas.com, Kamis (3/3/2022).

Seperti kita tahu, makanan yang dimasak dengan cara digoreng dapat meningkatkan kadar kolesterol.

Baca Juga : Liburan Stylish dan Canggih Bareng vivo V50 Series

kolesterol dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, mulai dari obesitas, diabetes, hingga penyakit jantung koroner.

Senada dengan Ari, dokter spesialis penyakit dalam dRA Adaninggar, pun mengatakan minyak goreng sebagai salah satu sumber lemak jenuh yang berbahaya bagi tubuh.

Karena itu, konsumsi makanan yang digoreng perlu dibatasi. “Sebenarnya kita dalam sehari itu ada batasannya untuk konsumsi minyak goreng,” ucap dokter yang akrab disapa Ning.

Baca Juga : Kopi Oma Resmikan Cabang Ketiga dengan Konsep Rumah Bergaya Jepang-Industrial

Jika kandungan lemak jenuh dalam minyak goreng tinggi, dikhawatirkan akan meningkatkan kadar kolesterol jahat dalam darah atau yang disebut low-density lipoprotein (LDL).

Tak hanya jenis makanan yang dikonsumsi, cara mengolah makanan menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam menjalani pola hidup sehat.

Memasak dengan cara mengukus dan memanggang bisa menjadi pilihan. Keduanya cukup efektif karena tidak memerlukan minyak goreng saat masakan diolah.

Baca Juga : Bukan Server Pulsa Biasa, Serpul Kini Rilis Server Pulsa Untuk Market H2H Berbasis Cloud

Meski demikian, makanan yang diolah dengan cara dipanggang pun tidak 100 persen sehat. Terlebih jika menggunakan arang.

Bagian yang gosong ketika dipanggang sebaiknya tidak dikonsumsi. Karena sifatnya karsinogenik atau zat yang memicu pertumbuhan sel kanker.

Selain dikukus, dipanggang, atau dibakar, kemajuan teknologi pun memungkinkan kita dapat menggoreng makanan tanpa minyak yakni dengan alat masak air fryer.

Baca Juga : Ini Dia Galaxy S24 Series! The First Smartphone dengan Galaxy AI yang Dihadirkan Samsung ke Indonesia

Proses memasak yang mengandalkan uap panas itu memungkinkan hasil masakan yang renyah tanpa menggunakan minyak goreng.

Apakah memasak makanan dengan air fryer lebih aman untuk kesehatan dibandingkan menggoreng dengan minyak?

Ning mengatakan, hingga saat ini belum ada penelitian khusus mengenai hal tersebut. Namun, air fryer dapat menjadi salah satu pilihan cara untuk mengurangi konsumsi minyak goreng.

Baca Juga : Ternyata Cuaca Berubah-ubah Rentan Rusak Kulit, Ini Kata Dokter Spesialis

“Karena alat itu mengurangi konsumsi minyak ya mungkin lebih sehat,” tandas Ning.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Video23 Juli 2026 21:04
VIDEO: Zulhas Sebut Cicilan Perdana Koperasi Merah Putih ke Himbara Jatuh Tempo September
SULSELSATU.com – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengungkap hasil rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara...
News23 Juli 2026 21:03
Usulan ADKASI Direspons Positif, Ketua Komisi II Nilai Skema Hybrid Jadi Jalan Tengah Perjalanan Dinas DPRD
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Ketua Komisi II DPR RI, Rifqinizamy Karsayuda, menilai usulan perubahan mekanisme perjalanan dinas bagi anggota DPRD mela...
Hukum23 Juli 2026 20:21
Kasus Penipuan Tiket Kapal di Pelabuhan Makassar Didamaikan Kejati Sulsel Lewat RJ
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Kasus penipuan penjualan tiket kapal di Pelabuhan Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), yang dijual bukan melalui jalu...
Sulsel23 Juli 2026 18:26
UMKM Binaan BI Sulsel OSP Farm Kembali Ekspor 10.2 Ton Kemiri ke Arab Saudi
Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Sulawesi Selatan kembali menunjukkan komitmennya mendorong UMKM menembus pasar internasional....