SULSELSATU.com, Jeneponto – Sejumlah guru dan Staf SMP Negeri 3 Desa Maero, Bonto Ramba, Jeneponto, Sulawesi Selatan melakukan penutupan sekolah dengan cara memasang balok kayu dan spanduk dipintu masuk sekolah.
Mereka menuntut agar Kepala Sekolah SMP Negeri 02 Bontoramba, Syaripuddin mundur dari jabatannya.
” Membuat aturan dan melanggar aturannya sendiri,” ujar salah satu guru, Nurlaila Alyani Syahrir, Senin (07/03/2022).
Selain itu kata Nurlaila, Syaripuddin juga kerap memberatkan urusan administrasi hingga mempersulit keadaan Sekolah.
Ditambah lagi, kata Nurlaila, sang kepala Sekolah selalu menimbulkan keributan dikalangan guru.
“Sering melakukan tindakan yang membuat para guru menuai pro dan kontra,”tambah Nurlaila.
Sementara Kepala Sekolah SMP Negeri 3 Bontoramba, Syaripuddin membantah hal itu.
Menurutnya, kejadian ini membuatnya terkejut lantaran sekolah ditutup.
“Aksi yang dilakukan para guru dinilai tak terpuji lantaran apa yang mereka tuntut tidak benar,” jelasnya.
Syaripuddin mengaku jika buntut dari persoalan ini akibat tak menanda tangani administrasi.
” Yang saya ketahui, ada guru yang menyodorkan dokumen kenaikan pangkat namun saya tolak sebab administrasinya tak lengkap,”akunya.
Hal itu pun sudah disampaikan kepada yang bersangkutan agar administrasinya dilengkapi.
” Akan tetapi, yang bersangkutan mengaku waktunya sudah telat untuk diproses,”sambung Syaripuddin.
Tak hanya itu, ia menyebut jika apa yang dialaminya pernah terjadi pada pejabat sebelumnya.
“Hal yang sama pernah terjadi pada Kepala sekolah yang lalu sehingga tak betah,”katanya.
Namun aksi tersebut tidak berlangsung lama setelah Kadis Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Jeneponto Nur Alam berserta unsur dari TNI dan Polri tiba di lokasi.
Sekolah tersebut berhasil di buka setelah Nur alam melakukan negosiasi.
Penulis Dedi
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar