Logo Sulselsatu

Seleksi Paskibraka Digelar Transparan, Tim Pemantau BPIP Apresiasi Dispora Sulsel

Muh Jahir Majid
Muh Jahir Majid

Kamis, 19 Mei 2022 21:35

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com- MAKASSAR – Setelah melalui seleksi sangat ketat, dua pelajar asal Sulawesi Selatan akhirnya terpilih menjadi calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) nasional. Keduanya akan bertugas menjadi pengibar bendera pusaka pada Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Negara, Jakarta, 17 Agustus 2022 mendatang.

Kedua pelajar yang terpilih mewakili Sulsel itu yakni Bintang, siswi SMA Negeri 7 Baebunta Selatan, Kabupaten Luwu Utara dan Muhammad Azwar, siswa SMA Negeri 3 Bone, Kabupaten Bone.

Perjalanan keduanya pada tahapan seleksi cukup panjang. Menurut Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Arwin Azis, tahapan seleksi tersebut diikuti sebanyak 99 orang peserta dari 24 Kabupaten Kota di Sulsel. Adapun, seluruh kegiatan seleksi dipusatkan di GOR Sudiang Makassar selama dua hari yakni 17 hingga 18 Mei 2022.

“Tahapan seleksi dimulai dengan seleksi administrasi, tes kesehatan, tes tertulis, tes Pembinaan Ideologi Pancasila (PIP) oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), dan beberapa rangkaian tes lainnya,” ujar Arwin saat dikonfirmasi.

Berbeda dari tahun sebelumnya, Arwin menyebut, seleksi kali ini menyertakan tes Pembinaan Ideologi Pancasila (PIP) oleh Badan Ideologi Pancasila Pusat (BPIP).

“Karena setelah nanti mereka menjadi Purna Paskibraka, mereka juga sebagai Duta Pancasila. Sehingga harus dilakukan tes wawasan kebangsaan maupun terkait Pancasila,” ucapnya.

Tak hanya itu, lanjut Arwin, tahapan seleksi tahun ini dilaksanakan secara ketat dan transparan. Tidak tanggung-tanggung, unsur yang terlibat pada tahapan seleksi mulai dari TNI dan Kepolisian, Purna Paskibraka Indonesia, Dispora Sulawesi Selatan, dan Tim Pemantau.

“Proses ini bisa disaksikan secara langsung oleh masyarakat dan orang tua peserta calon Paskibraka melalui tribun GOR Sudiang. Sehingga hasilnya ini Alhamdulillah diyakini yang paling terbuka sepanjang sejarah penilaian selama ini,” jelasnya.

Karena itu, kata Arwin, secara khusus Tim pemantau BPIP mengapresiasi proses seleksi Paskibraka nasional dan Sulsel yang digelar Dispora Sulsel. Sebab, proses tersebut dinilai menjadi bukti tidak adanya kecurangan dalam tahapan seleksi.

“Tim BPIP mengapresiasi karena peserta yang mengikuti adalah pilihan dari Kabpaten/Kota yang memenuhi syarat untuk menjadi Paskibraka nasional. Dilihat dari tinggi, postur dan wawasan dari masing-masing peserta terpilih,” jelasnya.

Terpisah, Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman memberikan apresiasi dan merasa bangga atas prestasi para siswa-siswi di Sulsel.

“Alhamdulillah, ini kabar baik, dua pelajar dari Sulsel lolos untuk bertugas menjadi pengibar bendera pusaka pada Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Negara, Jakarta, pada 17 Agustus 2022 mendatang,” imbuh Sudirman.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

News08 Agustus 2026 18:02
PLN dan DPRD Sulsel Perkuat Sinergi Bahas Keandalan Listrik dan Infrastruktur
PT PLN (Persero) memperkuat koordinasi dengan DPRD Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) untuk menjaga keandalan pasokan listrik sekaligus mempercepat pe...
Video07 Agustus 2026 22:06
VIDEO: Dua Kelompok Bentrok di Kampus UNM Parang Tambung, Belasan Kaca FMIPA Pecah
SULSELSATU.com – Dua kelompok terlibat saling serang di Kampus Parang Tambung, Universitas Negeri Makassar, Jumat (07/8/2026). Aksi penyerangan ...
Makassar07 Agustus 2026 21:26
Di Balik Sukses Ekspor Udang Indonesia, Kepala Barantin Pastikan Layanan Karantina Berjalan Optimal
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Badan Karantina Indonesia (Barantin) memastikan sistem layanan karantina terus berjalan optimal untuk mendukung daya ...
News07 Agustus 2026 20:39
Anggota DPR RI Meity Rahmatia Kecam Penganiayaan dan Pemerkosaan Mahasiswi di Makassar
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Anggota Komisi XIII DPR RI, Meity Rahmatia mengecam keras penganiayaan dan pemerkosaan seorang mahasiswa yang terjadi...