Logo Sulselsatu

Tiga Negara Bakal Latihan Penanggulangan Tumpahan Minyak di Sulsel

Asrul
Asrul

Selasa, 24 Mei 2022 18:17

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman bertindak sebagai inspektur upacara pembukaan Latihan Regional Polisi Kelautan Tahun (Regional Marpolex) 2022 dan Latihan Bersama Penanggulangan Tumpahan Minyak di Laut di Lapangan Upacara Rumah Jabatan Gubernur, Selasa (24/5/2022).

Upacara Dihadiri juga secara virtual oleh Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi, hadir secara langsung Pelaksana tugas (Plt) Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Capt Mugen Sartoto serta delegasi negara sahabat, Kepala Delegasi Penjaga Pantai Filipina, Robert N Patrimonio dan Kepala Delegasi Penjaga Pantai Jepang, RADM Hashimoto Masanori.

Dimana tiga negara sepakat melakukan Latihan Bersama Penanggulangan Tumpahan Minyak di Laut secara regional (Regional Marpolex) di Pelabuhan Makassar. Ketiganya yakni Indonesia, Filipina, dan Jepang. Kegiatan dilaksanakan sudah rutin dilaksanakan sebanyak 22 kali dan tahun ini Sulsel menjadi tuan rumah. Total sebanyak 15 kapal akan diturunkan dari ketiga negara.

Baca Juga : Pemprov Sulsel Terseret Laporan Dugaan Korupsi Anggaran 2026 ke KPK

Menteri Budi Karya Sumadi berharap, menyampaikan komitmen Filipina atas kegiatan ini sebagai negara Archiepelagi terbesar bersama Indonesia dan berbatasan langsung. Demikian juga dengan Jepang yang selalu membantu dalam penanganan tumpukan minyak. Sehingga kegiatan latihan ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan untuk penanganan tumpahan minyak.

Andi Sudirman berharap agar kegiatan ini sebagai komitmen bersama dan momentum memberikan aksi dan pemulihan kondisi laut dari peristiwa tumpahan minyak. “Ini bukan hanya untuk Indonesia tetapi lintas negara atau negara yang ada di kawasan,” kata Andi Sudirman Sulaiman saat menyampaikan sambutan secara bilingual.

Latihan Marpolex ini, harus disadari bahwa dalam pemenuhan kebutuhan energi tetapi kita juga harus bertanggungjawab terhadap dampak yang ditimbulkan. Masalah ini adalah masalah serius dan lintas kawasan dampaknya. Tumpahan bisa menjadi pencemaran dan polusi bagi lingkungan, biota laut dan manusia.

Baca Juga : Dorong Konektivitas Logistik di KTI, Pemprov Sulsel Apresiasi Kontribusi Pelindo

“Oil spill ini jadi momok sebenarnya bagi kita, ketika di satu sisi membutuhkan energi di satu lain. Bagaimana perlu kita sadari mengelola sumber daya alam, termasuk minyak tetapi tetap ramah pada ekosistem. Karena ini bisa menjadi pencemaran, menjadi polusi termasuk bagi biota laut, juga pada akhirnya akan menjadi masalah bagi manusia,” tegasnya.

Sehingga ia berharap, kegiatan latihan ini sebagai bentuk untuk menguji dan mengevaluasi prosedur yang telah dilaksanakan di Indonesia dan mencontoh prosedur penanganan yang baik dari negara lain untuk diimplemtasikan di Indonesia. Sebab tumpahan minyak bisa terjadi pada produksi dan pengangkutan minyak. Demikian juga dari alat transportasi laut.

“Negara harus membuat prosedur standar, bagaimana merecovery lingkungan terhadap tumpahan minyak yang terjadi dengan respon cepat. Ini agar bisa menjadi program lebih baik ke depan. Melihat standar penanganan di Jepang dan Filipina yang baik yang dapat diimplementasikan,” sebutnya.

Baca Juga : Pemprov Sulsel Dukung Pengembangan Pelabuhan Pelindo

Respon cepat adalah salah satu standar yang harus dimasukkan untuk melengkapi prosedur standar penanganan. Sehingga perlu peningkatan dalam penanganan tumpahan minyak dan pemulihan lingkungan.

“Kegiatan ini adalah fungsinya untuk merefresh kembali bagaimana metodologi recovery, karena bukan hal yang mudah mengambil tumpahan minyak di laut. Karena kita harus merecovery, mengambil minyak di laut. Serta melakukan treatment pada air yang sudah bercampur dengan minyak,” tuturnya.

Adapun kegiatan gelar pasukan akan dilaksanakan pada 26 Mei 2022 di Pelabuhan Makassar. Pelaksana tugas (Plt) Direktur Jenderal Perhubungan Laut Capt Mugen Sartoto menyampaikan, kapal yang dilibatkan dari Indonesia termasuk yang memiliki kemampuan penanganan tumpahan minyak.

Baca Juga : Paskibraka Sulsel Jalankan Tugas dengan Penuh Haru di HUT ke-80 RI

“Jepang sebagai observer ada 1 kapal, Filipina 4 kapal dan dari kita yang kelas 1 ada tiga kapal, kelas 2 ada dua kapal, itu yang langsung memiliki kemampuan untuk mengatasi tumpahan minyak. Lima lainnya sebagai support,” jelasnya.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Metropolitan09 Agustus 2026 19:11
PSEL Tamalanrea Terus Dipersoalkan, GERAM PLTSa: Pindahkan Lokasinya
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Ratusan warga yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Menolak PLTSa (GERAM PLTSa) kembali menggelar aksi demonstrasi menolak ...
Sulsel09 Agustus 2026 16:48
Kekeringan Melanda Sidrap, Asmo Sulsel dan FIFGroup Bantu Petani Massappa 3
Kekeringan yang melanda sejumlah lahan persawahan di Kecamatan Watang Sidenreng, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan, membuat petani kesulitan mendapat...
Lifestyle09 Agustus 2026 14:18
Alasan Perusahaan Masih Membagikan Tumbler dan Tote Bag, Ternyata Ini Nilai Bisnisnya
Tumbler berlogo perusahaan, tote bag, notebook, pouch, dan berbagai barang promosi lain sudah menjadi pemandangan umum dalam acara bisnis. Barang-bara...
News09 Agustus 2026 08:45
Siasat Licik APL, Premanisme Berkedok “Petani Lada” di Hutan Lindung Loeha Raya
Hukum dan wibawa negara di kawasan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Larona benar-benar dilecehkan....