Logo Sulselsatu

Pemkab Jeneponto ‘Larang’ ASN Rangkap Jadi Wartawan Atau LSM

Dedy
Dedy

Rabu, 01 Juni 2022 13:56

Plt Kadis Kominfo Jeneponto, Mustaufiq (Dedi)
Plt Kadis Kominfo Jeneponto, Mustaufiq (Dedi)

SULSELSATU.com, Jeneponto – Menyikapi adanya oknum Aparatur Sipil negara (ASN) yang mengaku sebagai wartawan, Pemerintah Kabupaten Jeneponto akan mengeluarkan surat edaran tentang larangan ASN menjadi wartawan atau LSM.

Hal tersebut disampaikan Plt Kadis Kominfo Kabupaten Jeneponto yang juga selaku Kabag Protokol Pimpinan Daerah, Mustaufiq kepada wartawan di acara Konfrensi Pers di Warkop Berlian, Jalan Lanto dg Pasewang, Rabu 01/06/2022.

“Insya Allah dalam waktu dekat kita akan melakukan kajian khususnya terkait surat edaran yang kita akan keluarkan terkait etika ASN yang merangkap sebagai wartawan atau lembaga swadaya masyarakat atau LSM,”ujar Mustaufiq.

Hal ini dilakukan kata Mustaufiq untuk menghindari terjadinya konflik atau benturan kepentingan, karena ASN adalah birokrat yang melayani dan mendapat kontrol sosial dari masyarakat.

“Oleh karena itu pemerintah daerah akan melakukan kajian dan akan mengeluarkan surat edaran kepada seluruh instansi dibawah naungan pemerintah daerah untuk menyingkapi hal hal sebagaimana di maksud.,”katanya

Tidak hanya itu, Surat edaran nya nanti tentunya memberikan peringatan atau larangan kepada ASN dibawah naungan pemerintahan kabupaten Jeneponto yang memiliki profesi ganda apakah merangkap sebagai Wartawan atau LSM.

“Saya sebenarnya mengambil sisi positifnya bahwa temuan teman teman jurnalis ternyata masih ada ada saja ASN yang menjadi wartawan dan LSM. Untuk itu insya Allah kita kedepan kita melakukan perbaikan,”jelas Mustaufiq.

Ditempat yang sama, oknum ASN
Ibrahim yang diduga mengusir enam jurnalis dari ruang rapat Sekda Jeneponto sambil menyebut jika dirinya juga seorang wartawan. Mengakui dirinya salah dan meminta maaf.

“Secara pribadi saya mohon maaf yang sebesar-besarnya ketika seluruh aktifitas semuanya mengganggu perasaan dan etika jurnalis. Dan insya allah segala sesuatu yang telah melanggar aturan terhadap etika demokrasi dan etika pers, saya akan mempelajari dan mengikuti sesuai petunjuk,” kata Ibrahim.

Menurut Ibrahim, kejadian yang menimpa dirinya bukanlah hal yang disengaja maupun di buat-buat. Melainkan sudah menjadi takdir buat dirinya.

“Kejadian kemarin terus terang secara pribadi saya tidak mampu mengatakan apakah ini sesuatu akan terjadi atau tidak, tapi saya berprinsip berbagai macam kajian agama bahwa memang allah sudah mentakdirkan kita akan terjadi sesuatu apapun bentuknya,” ucapnya.

Ia menyebutkan rapat kemarin dirinya sudah malakukan langkah-langkah sesuai standar operasional (SOP). Namun, musibah tersebut tak disangka-sangka datang.

Penulis Dedi

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Hukum21 September 2026 17:57
Jaksa Tunggu Audit BPKP Sebelum Tetapkan Tersangka Kasus Perpustakaan Digital Rp13 Miliar
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Kejaksaan tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan (Sulsel) masih menunggu hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangu...
Makassar21 September 2026 17:48
Bertemu Kepala BPS RI, Wali Kota Makassar Bahas Peluang Pendidikan Afirmasi Penguatan Statistik
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, memperkuat kolaborasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) untuk meni...
Pendidikan21 September 2026 17:11
Asmo Sulsel Perluas Edukasi Safety Riding ke SMKN 1 Bone
Astra Motor Sulawesi Selatan (Asmo Sulsel) memperluas edukasi keselamatan berkendara kepada generasi muda melalui kegiatan safety riding di SMKN 1 Bon...
Metropolitan21 September 2026 16:33
464 Kepala Sekolah Ikuti Asesmen, Appi Tekankan Pendidikan Karakter dan Budaya Lokal
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, menekankan pentingnya dunia pendidikan beradaptasi dengan perkemban...