Logo Sulselsatu

Mendikbudristek Minta Praktisi di Dunia Industri Mengajar di Kampus

Muh Jahir Majid
Muh Jahir Majid

Jumat, 03 Juni 2022 16:55

Nadiem Anwar Makarim. (int)
Nadiem Anwar Makarim. (int)

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim meluncurkan Program Merdeka Belajar Episode Kedua Puluh: Praktisi Mengajar, Jumat (03/06/2022).

Melalui program ini, Nadiem mengajak para ahli di dunia industri datang ke dalam kampus untuk membagikan pengalaman praktisnya kepada para mahasiswa.

“Kita ingin para praktisi yang hebat-hebat di dunia industri mau datang ke kampus dan membagikan pengetahuannya pada para mahasiswa dan dosen. Melalui kolaborasi antara praktisi dan dosen, kita juga ingin menghadirkan ruang pembelajaran yang lebih kolaboratif dan partisipatif,” ujar Mendikbudristek.

Kehadiran program Paktisi Mengajar, ujar Nadiem, akan membawa pembaharuan pada sistem pembelajaran di kelas, sehingga mahasiswa bisa belajar dengan metode studi kasus masalah terkini, ilmu dan teori yang diperoleh mahasiswa bisa diterapkan pada model pemecahan masalah, dan mahasiswa juga bisa mengembangkan soft skills-nya dengan bekerja berkelompok.

“Saya mengajak semua perguruan tinggi dan seluruh praktisi yang kompeten di berbagai bidang industri untuk terlibat dalam program Praktisi Mengajar,” ucap Nadiem.

Adapun syarat dasar bagi praktisi dalam Praktisi Mengajar ini adalah minimum tiga tahun pengalaman bekerja atau usaha, masih bekerja atau usahanya masih berjalan, serta tidak terregisterasi sebagai dosen. Sementara syarat dasar untuk dosen pengampu mata kuliah adalah memiliki Nomor Induk Dosen Nasional (NIDN) aktif dan minimal asisten ahli.

“(Syarat dasar) untuk perguruan tinggi harus di bawah naungan Kemendikbudristek, terakreditasi, bersedia menggunakan learning management system (LMS),” ujar Mendikbudristek.

Nadiem pun meminta perguruan tinggi untuk mengundang praktisi ahli yang terbaik di bidangnya.

“Kita ingin mereka yang levelnya tertinggi, punya expertise yang terdalam di bidangnya, seperti CEO atau C-Level skala internasional, pendiri atau founder-founder rintisan misalnya perusahaan-perusahaan teknologi atau start up yang sudah mendapatkan pendanaan yang signifikan, profesional, manajer senior yang sudah memiliki berbagai macam sertifikasi teknis yang sudah diakui secara internasional,” kata Nadiem mencontohkan.

Mendikbudristek pun optimistis kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia industri ini akan memberikan dampak positif bagi dunia pendidikan di tanah air.

“Dengan kolaborasi nyata antara perguruan tinggi dan dunia industri, saya yakin kita bisa memimpin pemulihan dunia dan bergerak serentak mewujudkan Merdeka Belajar,” pungkasnya.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Makassar27 Oktober 2026 10:47
Wali Kota Makassar Ajak Pemuda Jadi Mitra Strategis Pemerintah, Kawal Pembangunan
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Menyambut Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2026, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, menegaskan komitmen P...
Makassar27 Oktober 2026 10:44
Wali Kota Makassar Terima Penghargaan Mensos RI atas Dedikasi Penanggulangan Bencana
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menerima piagam penghargaan dari Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah ...
Bisnis27 Oktober 2026 07:55
Kunjungan Kapal PJM Wilayah 2 Tumbuh 16 Persen
Kunjungan kapal yang dilayani PT Pelindo Jasa Maritim (PJM) Wilayah 2 tumbuh 16 persen secara tahunan atau year-on-year (YoY) hingga September 2026....
News26 Oktober 2026 20:52
BRI Peduli Salurkan 270 Pompa Air Atasi Karhutla
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BRI Peduli menyalurkan 270 unit mesin pompa air unt...