SULSELSATU, Jeneponto – Seorang Balita Inisial M ( usia 1,5 tahun) Asal Kecamatan Tamalatea, diduga mengalami gizi buruk meninggal dunia setelah menjalani perawatan medis di RSUD Lanto dg Pasewang, Jeneponto.
Informasi yang dihimpun wartawan, Balita tersebut menghembuskan nafas terakhirnya pada Sabtu (11/6/2022) kemarin sekitar pukul 15.30 Wita.
Balita malang sebelumnya dibawah ke rumah sakit lantaran mengalami demam tinggi, batuk disertai sesak nafas.
Ibu dari Balitad tersebut, Inisal S mengaku anaknya sempat imunisasinya ditunda karena kondisiny menurun.
“Sempat mungkin naliatmi (Petugas Kesehatan red) kondisinya jadi na bilang sudah mi. Intinya nabilang sudahmi. Lamami (dihentikan-red). Iya karena hampir dua tahun sudah dihentikan,” kata S kepada wartawan, Sabtu kemarin.
Dia pun berdalih setelah imunisasi dihentikan oleh petugas tenaga kesehatan, kondisi anaknya malah semakin menurun.
“Sebenarnya sudah jalanmi tapi takutki karena kondisinya lemah. Ompongmi lagi. Bahkan malas ki makan,” ucapnya.
Meski kondisinya memperihatinkan, petugas kesehatan tetap memberikan perawatan.
“Dia (Petugas Kesehatan red) Dijamin biskuit, obat seperti vitamin, beras dan telur tiap bulan,” ucapnya.
Tak hanya itu, faktor ekonomi yang membuat Balita itu terlambat dilarikan ke rumah sakit. Namun dengan keadaan yang darurat maka tetangga menyarankan membawa ke rumah sakit.
“Satu tahun sudah kurus kering. Takut karena tidak ada uang. Tapi keluarga meminta agar Baim dibawah ke rumah sakit untuk berobat,” tukasnya.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Kesehatan Jeneponto Susanti Mansur mengatakan, untuk imunisasi saat ini memang sudah tidak ada distribusi lagi dari Kemenkes sejak 3 tahun terakhir, diganti dengan jenis vaksin.
“Kemrin sempat terjadi kekosongan memang di beberapa Puskesmas dan rumah sakit karena memang stock dari Dinkes Provinsi Sulsel juga kosong disebabkan keterlambatan distribusi dari Kemenkes,” pungkas Susanti Mansur via whatsapp kepada wartawan.
Penulis Dedi
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar