SULSELSATU.com, MAKASSAR – Wahyuni (27), ibu muda asal Polman, Sulawesi Barat hanya dapat pasrah akibat menjadi korban human trafficking yang diduga dilakukan keluarganya sendiri. Setelah bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Riyadh, Arab Saudi sejak tahun 2021 lalu
“Cukup sampai disini. Siapapun yang ingin ke Arab Saudi tolong berpikir jernih. Cukup saya yang alami,” ujar Wahyuni kepada awak media di Sekretariat DPW PKB Sulawesi Selatan, Jalan Toddopoli Raya Timur, Jumat (24/6/2022).
Warga Desa Lagi-Agi, Kabupaten Polman Sulawesi Barat itu mengisahkan, dirinya berangkat ke Arab Saudi atas ajakan salah seorang keluarganya. Dia berangkat pada bulan September 2021 lalu. Dengan iming-iming mendapatkan honor yang layak demi menopang kehidupan keluarganya di desa.
Baca Juga : Puluhan Calon Ketua PKB se-Sulsel Persentase ke DPP Strategi Besarkan Partai Bila Terpilih
“Saya ke sana atas ajakan keluarga. Saya pun kerja sudah enam bulan di janji mendapatkan gaji 1.200 real atau sekitar Rp 4 juta. Tapi kenyataannya hanya Rp480 ribu di hari pertama. Belakangan baru dapat gaji jutaan tapi tidak sesuai dengan dijanjikan,” tutur ibu dua anak ini.
Seiring waktu berjalan, dia pun jatuh sakit dan akhirnya dirawat di salah satu rumah sakit setempat.
“Saya jatuh sakit. Tapi tidak ada yang membantu ku. Saya telpon pihak perusahaan dan keluarga yang ajak saya ke Arab tapi di cuekin. Untung ada teman punya kenalan dari Gerakan Aliansi Rakyat Daerah Buruh Migran Indonesia ( Garda BMI). Kemudian saya pun menghubunginya,” katanya.
Baca Juga : Seleksi Ketua DPC PKB Dimulai, Azhar Arsyad: Tak Hadir Otomatis Tersingkir
“Orang itu bernama Pak Nafis asal Banten. Dialah membantu kami pulang ke tanah air yang kemudian berkoordinasi dengan Garda BMI Sulawesi Selatan,” dia menambahkan.
Sedangkan Sekretaris DPW PKB Sulawesi Selatan, Muhammad Haekal, pihaknya cepat bergerak setelah mendapat informasi dari Garda BMI. Selanjutnya dibawah ke tanah air dengan keadaan selamat.
“Tugas kami hanya mengadvokasi. Kami berharap pemerintah dapat menyelesaikan kasus seperti ini agar tidak terulang kembali,” jelasnya.
Baca Juga : Muscab PKB Makassar, Gowa dan Takalar Resmi Dibuka, Ini Pesan Azhar Arsyad Bagi Kader
Sementara Ketua DPC PKB Polman yang juga Wakil Ketua DPRD Polman, Amiruddin mengapresiasi langkah yang dilakukan Garda BMI Banten dan Sulawesi Selatan.
“Setelah saya dihubungi oleh PKB Sulsel. Tanggungjawab kami menjemput dan mengantar lamgsung ke rumahnya. Kami berharap tidak ada kejadian seperti ini lagi dan jangan mudah percaya pada oknum calo pekerja di luar negeri,” ucapnya.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar