Logo Sulselsatu

Pemprov Sulsel Bagi 1,2 Juta Kg Benih Padi Andalan ke 35.476 Orang Petani

Asrul
Asrul

Minggu, 24 Juli 2022 15:04

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Sebanyak 35.476 petani yang tersebar di Kabupaten/Kota di sulsel menerima bantuan benih padi andalan melalui program Mandiri Benih oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan untuk musim tanam bulan April – September 2022.

Benih padi gratis itu disalurkan oleh Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura, dan Perkebunan (TPHBun) Provinsi Sulawesi Selatan melalui program Mandiri Benih.

Untuk musim tanam pertama tahun 2022, telah disalurkan benih gratis sebanyak 1,2 juta kg benih atau 1.200 ton benih. Jumlah benih itu telah ditanam pada 48 ribu hektar lahan pertanian.

Baca Juga : Pemprov Sulsel Terseret Laporan Dugaan Korupsi Anggaran 2026 ke KPK

Kepala Dinas TPHBun Sulsel, Imran Jausi mengatakan, untuk musim tanam April – September 2022 telah dilakukan penyaluran 100% sesuai target sebanyak 1.200 ton benih untuk ditanam di lahan seluas 48 ribu hektar.

“Dalam musim tanam pertama ini, disalurkan untuk 2.074 kelompok tani dengan jumlah penerima 35.476 orang petani,” jelasnya.

Imran menyampaikan, bahwa program mandiri benih merupkan suatu terobosan Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman untuk mendorong peningkatan Prouduksi tanaman padi di Sulawesi Selatan.

Baca Juga : Dorong Konektivitas Logistik di KTI, Pemprov Sulsel Apresiasi Kontribusi Pelindo

Menurutnya, hadirnya program ini sebagai upaya dalam membangun kemandirian Provinsi Sulawesi Sulatan untuk memenuhi kebutuhan benih para petani padi dengan melakukan penangkaran sendiri di Instalasi Kebun Benih Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan bekerja sama dengan petani penangkar dalam memproduksi benih sebar.

Untuk musim tanam Oktober–Maret (2021/2022) yang lalu, lanjutnya, Pemerintah Sulawesi Selatan melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan membina 400 ha penangkaran benih dengan melibatkan 234 orang petani penangkar.

“Jadi dalam program Mandiri Benih ini, bukan hanya memberikan benih gratis yang unggul kepada petani, kami juga memberdayakan petani penangkar dalam menangkar benih sebar (BR) yang hasilnya akan dibagikan kepada masyarakat,” tuturnya.

Baca Juga : Pemprov Sulsel Dukung Pengembangan Pelabuhan Pelindo

Untuk memenuhi target 100 ribu hektar, maka Dinas TPHBun Sulsel akan kembali menyalurkan bantuan benih padi unggul pada musim tanam kedua pada Oktober 2022-Maret 2023.

“Untuk musim tanam selanjutnya akan disalurkan benih padi andalan sejumah 1.400 ton, untuk ditanam pada luas lahan 56 ribu hektar,” tuturnya.

Diketahui, Mandiri Benih merupakan program prioritas Pemprov Sulsel yang diinisiasi oleh Gubernur Andi Sudirman untuk memberikan bantuan benih gratis yang unggul. Selain itu, benih yang dibagikan ke masyarakat minim penggunaan bahan kimia dan penangkaran dilakukan di Sulsel sendiri oleh Instalasi kebun benih milik Pemprov kerjasama dengan para petani penangkar.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Metropolitan09 Agustus 2026 19:11
PSEL Tamalanrea Terus Dipersoalkan, GERAM PLTSa: Pindahkan Lokasinya
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Ratusan warga yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Menolak PLTSa (GERAM PLTSa) kembali menggelar aksi demonstrasi menolak ...
Sulsel09 Agustus 2026 16:48
Kekeringan Melanda Sidrap, Asmo Sulsel dan FIFGroup Bantu Petani Massappa 3
Kekeringan yang melanda sejumlah lahan persawahan di Kecamatan Watang Sidenreng, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan, membuat petani kesulitan mendapat...
Lifestyle09 Agustus 2026 14:18
Alasan Perusahaan Masih Membagikan Tumbler dan Tote Bag, Ternyata Ini Nilai Bisnisnya
Tumbler berlogo perusahaan, tote bag, notebook, pouch, dan berbagai barang promosi lain sudah menjadi pemandangan umum dalam acara bisnis. Barang-bara...
News09 Agustus 2026 08:45
Siasat Licik APL, Premanisme Berkedok “Petani Lada” di Hutan Lindung Loeha Raya
Hukum dan wibawa negara di kawasan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Larona benar-benar dilecehkan....