Logo Sulselsatu

Ketum Badko HMI Sulselbar Ajak Masyarakat Tolak BLT BBM Dari Pemerintah

Asrul
Asrul

Kamis, 01 September 2022 14:33

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, PINRANG – Ketua Umum Badko HMI Sulselbar A Ikram Rifqi mengajak kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk menolak Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang akan diserahkan mulai 1 September 2022 untuk masyarakat Indonesia.

Menurut Ikram Rifqi Mahasiswa Pascasarjana Ekonomi Sumber Daya Unhas tersebut Pemberiaan BLT ini hanya dijadikan topeng oleh pemerintah agar tidak mendapat protes oleh masyarakat terhadap rencana kenaikan BBM Subsidi sebesar 30% dari harga saat ini.

“Terlebih lagi BLT seperti ini biasanya hanya dijadikan alat bagi para pemangku kepentingan untuk mendapatkan simpatik dari masyarakat,” kata Ikram Rifqi, Rabu (31/8/2022) malam.

Baca Juga : Pertamina Resmi Naikkan Harga Pertamax Hari Ini, Tembus Rp16.250 per Liter

Ia mengungkapkan rencana BLT yang akan digelontorkan oleh pemerintah sebesar 24,17 T yang akan diberikan kepada 2 kategori yaitu masyarakat tidak mampu akan diberikan Rp150.000 yang akan diberikan 4 kali untuk 20,65 juta penerima manfaat dengan total anggaran Rp12,4 T dan masyarakat yang memiliki penghasilan dibawah Rp3.500.000 untuk 16 jt pekerja sebesar Rp600.000 dengan total anggaran Rp9,6 T.

Iming-iming pemberian BLT tersebut hanyalah sebuah kamuflase belaka dan hanya bersifat sesaat dan tidak sebanding dengan pengeluaran masyarakat jika terjadi kenaikan harga BBM subsidi yang ditetapkan oleh pemerintah.

Lanjutnya, kenaikan harga ini akan berimplikasi pada berbagai macam kebutuhan masyarakat bukan hanya soal bahan bakar, namun juga berdampak pada kebutuhan dasar dalam bentuk apapun itu. Kebijakan ini hanya akan menambah deretan masyarakat miskin di Indonesia.

Baca Juga : PT Vale Indonesia Pakai HVO untuk Operasional Alat Berat

“Jumlah masyarakat miskin kita saat ini sebesar 26,16 juta jiwa per Maret 2022, meningkat 11 juta dari tahun sebelumnya hanya 26,5 juta Jiwa. Hal tersebut terjadi salah satunya karena dampak dari Covid-19,” ujar Ikram.

Aktivis asal daerah Kabupaten Barru itu menambahkan bahwa masyarakat Indonesia hari ini belum sembuh dari pukulan telak yang diberikan oleh Covid-19 namun pemerintah malah menambah pukulan kepada masyarakat dengan kenaikan harga BBM Subsidi yang tentunya berpotensi semakin sulitnya masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya.

“Padahal alasan pemerintah terhadap kuota BBM Subsidi sudah hampir habis bukanlah salah masyarakat, namun pemerintah lah yang tidak becus dalam melakukan kontrol terhadap penyaluran BBM Subsidi tepat sasaran ini,” jelasnya.

Baca Juga : Pompa Air Konversi BBG Jaga Produksi Pertanian Warga Palompong di Tengah Hantaman Kemarau

Salah satu cara yang sebenarnya sangat efektif untuk menyeleksi penerima BBM subsidi yaitu dengan mensinergikan data Samsat dengan pertamina untuk mendeteksi masyarakat yang tidak berhak mendapatkan BBM subsidi misalnya memiliki mobil lebih dari satu dan memiliki mobil mewah ditandai dengan pembayaran pajak yang tinggi.

“Jika ini bisa dimaksimalkan saya pikir sangat efektif untuk mengurangi potensi defisitnya kuota BBM Subsidi sehingga masyarakat tidak perlu ikut menderita akibat kebijakan yang keliru ini,” beber Ikram.

“Terlepas dari itu semua, kami dari Badko HMI Sulselbar menyatakan dengan tegas dan akan terus berada pada barisan terdepan untuk menolak kenaikan harga BBM Subsidi,” tutup Ikram.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Penulis : Hasrul
Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Makassar03 September 2026 10:06
UNM dan Disdik Makassar Kolaborasi Tingkatkan Kompetensi Guru melalui Literasi Digital, AI, dan Pengembangan Media Pembelajaran Muatan Lokal
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Pusat Kurikulum dan Inovasi Pembelajaran LPMP2 UNM Bekerjasama Dinas Pendidikan Kota Makassar mewadahi Workshop Terpa...
Video02 September 2026 21:42
VIDEO: Destry Damayanti Dilantik Jadi Gubernur Bank Indonesia, Masa Jabatan 5 Tahun
SULSELSATU.com – Pelantikan Destry Damayanti sebagai Gubernur Bank Indonesia pada Rabu, 2 September 2026. Menggantikan Perry Warjiyo yang mengun...
Hukum02 September 2026 19:41
Sidang Dugaan Penganiayaan di PN Sungguminasa Ditunda, LBH Anak Rakyat Sebut Saksi Mangkir
SULSELSATU.com, GOWA – Sidang perkara dugaan tindak pidana penganiayaan yang melibatkan Tenriani sebagai terduga pelaku di Pengadilan Negeri (...
Bisnis02 September 2026 19:08
Dibina Rewako, Raja Madu Sulawesi Kini Tembus Pasar Global
Pendapatan yang meningkat 50 persen, tenaga kerja bertambah, hingga produk menembus pasar internasional menjadi gambaran bagaimana pembinaan dapat men...