Logo Sulselsatu

PN Makassar Hadirkan Ahli Keuangan Negara UPA Bicara di Kasus Dugaan Tipikor Dishub Sulsel

Muh Jahir Majid
Muh Jahir Majid

Kamis, 22 September 2022 21:46

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Pengadilan Negeri (PN) Makassar mendatangkan Ahli Keuangan Negara Universitas Patria Artha (UPA) di Sidang Pra Peradilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Dinas Perhubungan Provinsi. Kamis (22/9/2022).

PN Makassar ingin mendengarkan penjelasan Ahli Keuangan Negara UPA Drs. Siswo Sujanto, Diplome d’Etude Approfondie (DEA) dugaan Tipikor pengadaan fasilitas Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) di APBD 2018 lalu.

Ahli Keuangan negara Siswo Sujanto merupakan pengamat dengan segudang pengalaman menjadi ahli berbagai kasus besar, ikut mendampingi KPK, Kejaksaan Agung, hingga Mahkama kosntitusi (MK).

Sidang Pra Peradilan Dugaan Tipikor Pengadaan fasilitas LLAJ Dinas Perhubungan Sulsel 2018 Rp 4,8 miliar. Ia menyarankan penyidik agar lebih selektif dan detail lagi menggali wilayah mana yang masuk pidana dengan menghadirkan ahli pidana.

“Jadi ahli pidana akan menjelaskan perbuatan itu perbuatan bersifat pidana. Seperti saya katakan tadi bukan administratif. Kalu dia bersifat administratif tidak bisa masuk ke tipikor,” ucapnya.

Direktur Pusat Kajian Keuangan Negara dan Daerah UPA ini mengatakan jika itu perbuatan Pidana akibatnya kerugian negara maka menjadi Tipikor.

“Tapi kalau administratif merugikan negara menjadi perbuatan administratif maka penyelesaian harus bersifat administratif tidak tipikor,” jelasnya.

Lebih jauh, Siswo mengatakan penyidik mesti lebih jeli apa yang auditor kemukakan soal dugaan markup harga tersebut.

“Kalau perbuatan nya benar, saya kan tidak mau melihat fakta kan ya. kalau nanti penyidik bisa melihat berdasarkan peryataan auditor

bahwa barang yang di beli tidak sesuai dan harganya di mark up maka negara akan menderita kerugian,” ujarnya.

Menuruntya, jika kerugian itu dari hasil markup anggaran, ujungnya untungkan segelintir orang maka bisa berujung Tipikor.

“Nah kalau kerugian itu sebabkan oleh mark-up di mana uang itu, untuk kepentingan pribadi,

maka ahli pidana bahwa perbuatan itu punya motif untuk menguntungkan diri sendiri, kesimpulan tipikor,” tegasnya.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Hukum05 November 2026 14:54
Rudianto Lallo Desak Kejati Bongkar Mafia Alsintan Rp243 Miliar, Gowa dan Takalar Jadi Sorotan
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Anggota Komisi III DPR RI, Rudianto Lallo, mendesak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan menuntaskan penyelidikan d...
Bisnis05 November 2026 14:45
Asmo Sulsel Hadirkan Promo Honda, Hemat Sampai Rp8 Juta
Astra Motor Sulawesi Selatan (Asmo Sulsel) menghadirkan program promo pembelian sepeda motor Honda sepanjang November 2026....
News05 November 2026 13:19
Pajak MBLB Overburden Pemkab Luwu Timur Dinilai Memberatkan Perusahaan Tambang
Langkah Pemerintah di sejumlah daerah yang gencar mengejar pemasukan tanpa memperhatikan keberlangsungan dunia usaha dan aturan perpajakan, menjadi so...
Pendidikan05 November 2026 11:11
YBM PLN Bantu Biaya Pendidikan 15 Mahasiswa Unismuh
Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi menyalurkan bantuan pendidikan kepada 15 mahasiswa Universitas Muhammadiyah (Unism...