Logo Sulselsatu

BPBD Tuding Banjir Kiriman dari Gowa-Maros

Muh Jahir Majid
Muh Jahir Majid

Rabu, 12 Oktober 2022 16:33

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Sejumlah wilayah di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) langganan bencana banjir di tengah cuaca ekstrem beberapa hari terakhir. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Makassar menuding banjir yang terjadi karena kiriman dari Kabupaten Gowa dan Maros.

“Jadi bukan pengaruh karena kurangnya irigasi dari kita, tapi memang kiriman dari Gowa dan Maros, ketika hujan di sana kena imbasnya ke kita (Makassar) karena daerah rendah,” tutur Sekretaris BPBD Makassar Husni Mubarak, Rabu (12/10/2022).

Husni tidak menampik, hampir tiap tahun Makassar jadi langganan banjir ketika masuk musim hujan. Hal ini dipicu karena meluapnya Sungai Biringje’ne, hingga memicu banjir di wilayah Kecamatan Biringkanaya hingga Tamalanrea.

“Ada sungai namanya Biringje’ne, memang itu ada di Maros, sudah langganan memang kita (Makassar) terima kiriman air dari sana beberapa tahun lalu,” sebutnya.

Selain banjir, Makassar juga sempat diterjang puting beliung bahkan hujan es. Hal ini imbas cuaca ekstrem yang melanda Kota Makassar beberapa hari terakhir.

“Apalagi yang di (Kecamatan) Tamalate, ada angin puting beliung, beberapa rumah termasuk masjid terdampak. Itu terjadi 3 hari lalu, hari Minggu. Ada sekitar 5 rumah dan 1 Masjid terdampak,” urai dia.

Berdasarkan data laporan BPBD Makassar, sebanyak 40 rumah di Kecamatan Manggala terdampak banjir pada Selasa (11/10) sekitar pukul 18.55 Wita. Penyebabnya karena hujan deras yang melanda kurang lebih selama 2 jam.

Ketinggian air dilaporkan mencapai 50 centimeter. Atas peristiwa itu, korban sementara mengungsi di Masjid Jabal Nur Blok 10, Jalan Biola, Kecamatan Manggala.

Namun Husni mengemukakan, Makassar masih kategori level menengah potensi bencana akan cuaca ekstrem. Walaupun dalam beberapa hari hujan deras turut memicu banjir di Makassar.

“Kita (Makassar) belum terlalu terdampak, baru di level menengah, di mana ada terjadi puting beliung, hujan es dan banjir. Itu pun banjir kiriman dari tetangga kita (Gowa dan Maros),” paparnya.

Kendati begitu, BPBD Makassar tetap waspada akan potensi bencana yang bisa terjadi. Personel sudah disebar ke titik rawan untuk mengantisipasi.

“Jadi, selama kurang lebih dua minggu ini kami menganggap masih tahap-tahap normalisasi. Kami juga punya 3 posko, 1 di BTP (Bumi Tamalanrea Permai), 1 di (Kecamatan) Manggala dan 1 di (Kecamatan) Ujung Tanah,” ujar Husni.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Metropolitan09 Agustus 2026 19:11
PSEL Tamalanrea Terus Dipersoalkan, GERAM PLTSa: Pindahkan Lokasinya
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Ratusan warga yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Menolak PLTSa (GERAM PLTSa) kembali menggelar aksi demonstrasi menolak ...
Sulsel09 Agustus 2026 16:48
Kekeringan Melanda Sidrap, Asmo Sulsel dan FIFGroup Bantu Petani Massappa 3
Kekeringan yang melanda sejumlah lahan persawahan di Kecamatan Watang Sidenreng, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan, membuat petani kesulitan mendapat...
Lifestyle09 Agustus 2026 14:18
Alasan Perusahaan Masih Membagikan Tumbler dan Tote Bag, Ternyata Ini Nilai Bisnisnya
Tumbler berlogo perusahaan, tote bag, notebook, pouch, dan berbagai barang promosi lain sudah menjadi pemandangan umum dalam acara bisnis. Barang-bara...
News09 Agustus 2026 08:45
Siasat Licik APL, Premanisme Berkedok “Petani Lada” di Hutan Lindung Loeha Raya
Hukum dan wibawa negara di kawasan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Larona benar-benar dilecehkan....