SULSELSATU.com, JAKARTA – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa dirinya dimarahi 4 profesor perguruan tinggi. Hal itu lantaran pemberian biskuit kepada penderita stunting oleh posyandu dan puskesmas.
Pengalaman disemprot profesor perguruan tinggi negeri ternama ini disampaikan Budi dalam pembukaan Rakernas Program Bangga Kencana (Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana) di Jakarta, Rabu (25/1/2023).
Budi menceritakan bahwa awalnya dirinya ingin berkonsultasi tentang pencegahan stunting hingga berakhir dengan dimarahi 4 profesor tersebut/
Baca Juga : PT Vale Perkuat Intervensi Penurunan Stunting di Kolaka, Jangkau 5.000 Keluarga Berisiko
Angka stunting di Indonesia masih mencapai 21,6 persen menurut data dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).
Budi lantas menegaskan bahwa makanan tambahan yang harus dikonsumsi oleh balita dengan berat badan kurang berasal dari protein hewani seperti daging ayam dan ikan.
“Kalau ditimbang, berat badan kurang, harus dikasih makanan tambahan. (Akibat) ini saya dimarahi sama semua profesor UI, Unhas, Undip, dan UGM,” ujar Budi dilansir dari Antara.
Baca Juga : Komitmen Tekan Stunting, Bupati Gowa Ajak Lintas Sektor Sosialisasi Cegah Kawin Anak
“Mereka bilang, ‘jangan kasih karbohidrat biskuit, kasihlah protein hewani’,” ujarnya.
Setelah dimarahi, Menkes Budi segera mengimbau masyarakat untuk memberi makanan tambahan yang benar-benar mengandung protein hewani.
“Jadi, (pemberian makanan tambahan) sekarang kasih telor, kalau nggak ada, kasih ikan,” ujarnya lagi.
Baca Juga : Pemkab Gowa Perkuat Kolaborasi Tangani Kemiskinan Ekstrem dan Stunting Lewat Bakti Sosial DWP
(*)
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar