Logo Sulselsatu

Didakwa Korupsi Rp 4,8 M, Eks Kasatpol PP Makassar Tak Ajukan Keberatan

Uje Jaelani
Uje Jaelani

Senin, 30 Januari 2023 23:36

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Mantan Kasatpol PP Makassar Iman Hud dan mantan Kasi Pengendali Operasional Satpol PP Makassar Abdul Rahim, tidak mengajukan nota keberatan atau eksepsi.

Iman Hud didakwa terlibat korupsi honorarium Satpol PP dengan kerugian negara Rp 4,8 miliar.

“Ijin yang muliah, kami penasehat hukum dari Iman Hud menyatakan tidak mengajukan eksepsi yang muliah,” kata penasehat hukum Iman Hud, Muh Syahban Munawir di Pengadilan Negri Makassar. Senin (30/1/2023).

Baca Juga : Kasus Honorium Fiktif Satpol PP Makassar, Saksi Mengaku Disuruh Buat Dua Rekening

Selain itu, penasehat hukum terdakwa Abdul Rahim yakni Abdul Gofur juga tidak mengajukan eksepsi usai Hakim Porwanto mempertanyakan soal surat dakwaan yang dibacakan oleh Jaksa penuntut Umum (JPU).

“Ijin yang mulia untuk Abdul Rahim, kami dari penasehat hukum tidak mengajukan eksepsi yang mulia,” Ujar Abdul Gofur saat sidang pembacaan dakwaan kasus korupsi honorarium Satpol PP.

Dilain pihak JPU akan menyiapkan sekitar 230 saksi dalam sidang lanjutan kasus korupsi honorarium Satpol PP. Dimana dalam setiap agenda sidang akan menghadirkan sekitar 25 saksi.

“Ijin yang mulia, karena saksi sekitar 230 orang, jika diizinkan setiap persidangan kami akan memanggil sekitar 25 orang saksi yang mulia,” kata Jaksa Nining.

Sebelumnya Iman Hud bersama Abdul Rahim didakwa terlibat korupsi honorarium Satpol PP dengan kerugian negara Rp 4,8 miliar.

Terdakwa dinyatakan bersalah menandatangani surat perintah tugas BKO terhadap 123 personel Satpol PP yang ternyata fiktif dan honornya disalahgunakan.

Dakwaan tersebut dibacakan Jaksa penuntut umum (JPU) Nining, yang mengatakan terdakwa Iman Hud dan Abdul Rahim, turut serta melakukan beberapa perbuatan yang dipandang sebagai satu perbuatan berlanjut.

“Yaitu secara melawan hukum telah menyisipkan 123 nama personel Satpol PP Kota Makassar ke dalam surat perintah penugasan kegiatan patroli kota (Patko), keamanan dan ketertiban umum (Kamtibum) dan pengendalian massa (Dalmas),” ujar Jaksa Nining, dikutip dari SIPP PN Makassar.

Penugasan yang ditandangani oleh terdakwa tersebut seakan-akan 123 personel Satpol PP Makassar itu bertugas. Namun pada kenyataannya, penugasan itu fiktif. Sehingga Perbuatan yang dilakukan kedua terdakwa telah merugikan negara hingga Rp 4,8 miliar.

“Merugikan keuangan negara atau perekonomian negara sebesar Rp 4.819.432.500 sebagaimana laporan hasil audit Inspektorat Daerah Provinsi Sulawesi Selatan,” ujar jaksa.

Penulis: Muhammad Junaedi

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Penulis : Muhammad Junaedi
Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

News18 September 2026 14:32
Trafik Penumpang Pelindo Regional 4 Naik 12,9 Persen hingga Agustus, Capai 6,02 Juta Orang
PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 mencatat pertumbuhan pada sejumlah indikator operasional selama Januari hingga Agustus 2026....
OPD17 September 2026 20:12
Dinilai Lalai Melakukan Pengawasan ke RSIA Paramaount, Ismail Minta Kadinkes Makassar Dievaluasi
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Ketua Komisi B DPRD Kota Makassar Ismail menyoroti lemahnya pengawasan Dinas Kesehatan terhadap operasional Rumah Sak...
Metropolitan17 September 2026 18:33
TPA Tamangapa Berbenah, Gunungan Sampah Mulai Tertata hingga Sapi Disiapkan Ranch
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Wajah Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Tamangapa, Antang, Kecamatan Manggala, perlahan mulai berubah total. Kawasan yang...
Otomotif17 September 2026 18:31
Kalla Toyota Hadirkan Extra Care, Layanan Servis dan Bantuan 24 Jam
Kalla Toyota menghadirkan Kalla Toyota Extra Care sebagai solusi layanan purna jual yang dapat diakses pelanggan selama 24 jam....