Logo Sulselsatu

Jaga Nilai Luhur Bangsa, Rektor UNM Ingatkan Mahasiswa Cegah Paham Radikalisme

Muh Jahir Majid
Muh Jahir Majid

Jumat, 10 Februari 2023 17:13

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Universitas Negeri Makassar (UNM) bersama Nagara Institute bekerja sama melaksanakan kuliah umum dengan tema “Ancaman Radikalisme pada Kaum Intelektual”, di Ballroom Teather Pinisi UNM, Jumat (10/2/2023).

Kegiatan tersebut bertujuan untuk mencegah merebaknya paham radikalisme atau aliran yang menginginkan pembaharuan sosial dan politik dengan sikap ekstrem di kalangan mahasiswa atau kaum intelektual, perlu disikapi dengan serius.

Pada kuliah umum tersebut, dihadiri oleh Rektor UNM, Prof. Husain Syam, dan Direktur Eksekutif Nagara Institut Akbar Faizal, serta menghadirkan pembicara atau narasumber Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia, Islah Bahrawi.

Rektor UNM, Prof Husain Syam menyampaikan kuliah umum dengan membahasa ancaman paham radikalisme sangat penting disampaikan kepada kaum intelektual agar mahasiswa pada khususnya tidak mudah terpapar paham intoleran tersebut.

“Ini sangat penting untuk kita mengambil bagian, karena bagaimana pun UNM dalam berbagai hal selalu menjadi rutinitas untuk menghadirkan tokoh profesional dalam rangka peningkatan wawasan,” ujarnya.

Prof Husain Syam mendorong seluruh mahasiswa untuk lebih dini mencegah paham radikalisme, jangan mudah percaya pada kelompok yang menginginkan pembaharuan sosial politik dengan aturannya sendiri.

“Radikalisme adalah sebuah pemikiran kelompok untuk memaksakan kehendaknya, ini kemudian berbagai cara dilakukan untuk berdiskusi agar tidak merebaknya paham radikalisme yang bisa mengancam keutuhan NKRI,” jelasnya.

Rektor UNM dua periode ini menjelaskan upaya pencegahan paham radikalisme dan terorisme tidak terlepas dari kebijakan pemerintah melalui perguruan tinggi yang ada di Indonesia.

Terkait hal tersebut, Guru besar di bidang pertanian ini mengatakan akar masalah dari radikalisme dan terorisme adalah hadirnya ideologi menyimpang yang berpotensi menyasar siapa saja tanpa mengenal agama, apalagi terkhusus kaum intelektual atau mahasiswa.

“Tantangan kita saat ini bagaimana kaum intelektual dan para mahasiswa bisa mencermati dan memahami serta bagaimana cara mengantisipasi ancaman paham radikalisme, agar nilai-nilai leluhur bangsa terdahulu kita terus terjaga,” pungkasnya.

Sementara, Direktur Eksekutif Nagara Institut, Akbar Faizal dalam pengantarnya menyampaikan bahwa sebagai alumni UNM dirinya punya tanggung jawab untuk memberi pencerahan terhadap mahasiswa dalam mencegah paham radikalisme.

“Perlu kita semua pahami bahwa paham radikalisme ini bukan muncul saat ini, tapi sejak saya dibangku kuliah 34 tahun lalu paham tersebut mengancam hal-hal privat saya, karena itu mahasiswa sekarang perlu memahami lebih jauh seperti apa paham radikalisme itu dan apa dampak yang dialami oleh diri kita,” jelas mantan Anggota DPR RI ini.

Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia, Islah Bahrawi mengatakan bahwa sekarang sudah berbagai macam paham-paham yang sifatnya intoleran dan selalu mengkafirkan orang ketika tidak sesuai dengan pilihannya.

“Paham radikalisme ini sifatnya negatif karena menjadikan suatu gerakan yang sifatnya ekslusif dan kemudian menjadikan permasalahan di semua unsur, agama dan pilihan politiknya,” ungkap Islah.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Metropolitan09 Agustus 2026 19:11
PSEL Tamalanrea Terus Dipersoalkan, GERAM PLTSa: Pindahkan Lokasinya
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Ratusan warga yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Menolak PLTSa (GERAM PLTSa) kembali menggelar aksi demonstrasi menolak ...
Sulsel09 Agustus 2026 16:48
Kekeringan Melanda Sidrap, Asmo Sulsel dan FIFGroup Bantu Petani Massappa 3
Kekeringan yang melanda sejumlah lahan persawahan di Kecamatan Watang Sidenreng, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan, membuat petani kesulitan mendapat...
Lifestyle09 Agustus 2026 14:18
Alasan Perusahaan Masih Membagikan Tumbler dan Tote Bag, Ternyata Ini Nilai Bisnisnya
Tumbler berlogo perusahaan, tote bag, notebook, pouch, dan berbagai barang promosi lain sudah menjadi pemandangan umum dalam acara bisnis. Barang-bara...
News09 Agustus 2026 08:45
Siasat Licik APL, Premanisme Berkedok “Petani Lada” di Hutan Lindung Loeha Raya
Hukum dan wibawa negara di kawasan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Larona benar-benar dilecehkan....