SULSELSATU.com, MAKASSAR – Dinas Sosial (Dinsos) Kota Makassar baru-baru ini mengimbau warga untuk tidak memberikan uang kepada anak jalanan (anjal). Karena hal tersebut membuat mereka malas sekolah, semakin meningkatkan jumlah mereka di jalanan, dan meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.
Imbauan tersebut adalah buntut dari semakin maraknya anjal yang mangkal di beberapa titik lampu lalu litas untuk mengais rezeki dengan berbagai cara. Ada yang jadi badut, mengamen, dan mengemis.
Dinsos Makassar melalui Tim Reaksi Cepat (TRC) Saribattang bahkan baru-baru ini menertibkan 13 orang badut dan 4 orang anak jalanan dalam kegiatan patroli pada Sabtu lalu pada Sabtu (25/2/2023). TRC Saribattang juga menertibkan 3 anjal pada patroli yang digelar Senin (28/2/2023).
Mengapa anjal semakin marak di Makassar dan bagaimana sebaiknya melakukan penanganan pada mereka? Sosiolog Universitas Negeri Makassar (UNM) Bahrul Amsal mengatakan, anjal merupakan masalah khas perkotaan. Mereka menjamur akibat kerentanan keluarga tidak mampu dalam skema pembangunan kota yang tidak merata.
“Keluarga yang tidak mampu secara ekonomi tidak dapat menyaingi pertumbuhan kota yang berorientasi kapital. Modal yang tidak cukup, tempat tnggal yang tidak nyaman, serta akses pendidikan yang makin sulit membuat anak-anak menjadi korban,” ujar dosen yang juga seorang penulis, Rabu (1/3/2023)
Olehnya itu, kata Bahrul Amsal dibutuhkan pendekatan lebih baik lagi dari yang selama ini digunakan Dinsos. Penanganan anjal tak hanya sekadar menggunakan pendekatan tangkap-pembinaan tapi juga perlu mempertimbangkan pendekatan komunitas berskala keluarga hingga tingkat kelurahan. Karena masalah anjal adalah masalah yang kompleks.
“Perlu ditelusuri bahwa masalah anjal bukan masalah dari si anaknya, melainkan korban sistem sosial yang timpang, angkuh, dan asosial dari interaksi, struktur, dan lembaga-lembaga berkepentingan. Mereka di satu sisi terisolasi dan tereksklusi dari jaringan hidup yang makin mengeras sampai ke tingkat pemerintahan,” tutup Bahrul.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar