Logo Sulselsatu

Anjal Marak di Makassar, Sosiolog: Mereka Korban Sistem Sosial yang Timpang

Muh Jahir Majid
Muh Jahir Majid

Rabu, 01 Maret 2023 18:34

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Dinas Sosial (Dinsos) Kota Makassar baru-baru ini mengimbau warga untuk tidak memberikan uang kepada anak jalanan (anjal). Karena hal tersebut membuat mereka malas sekolah, semakin meningkatkan jumlah mereka di jalanan, dan meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.

Imbauan tersebut adalah buntut dari semakin maraknya anjal yang mangkal di beberapa titik lampu lalu litas untuk mengais rezeki dengan berbagai cara. Ada yang jadi badut, mengamen, dan mengemis.

Dinsos Makassar melalui Tim Reaksi Cepat (TRC) Saribattang bahkan baru-baru ini menertibkan 13 orang badut dan 4 orang anak jalanan dalam kegiatan patroli pada Sabtu lalu pada Sabtu (25/2/2023). TRC Saribattang juga menertibkan 3 anjal pada patroli yang digelar Senin (28/2/2023).

Mengapa anjal semakin marak di Makassar dan bagaimana sebaiknya melakukan penanganan pada mereka? Sosiolog Universitas Negeri Makassar (UNM) Bahrul Amsal mengatakan, anjal merupakan masalah khas perkotaan. Mereka menjamur akibat kerentanan keluarga tidak mampu dalam skema pembangunan kota yang tidak merata.

“Keluarga yang tidak mampu secara ekonomi tidak dapat menyaingi pertumbuhan kota yang berorientasi kapital. Modal yang tidak cukup, tempat tnggal yang tidak nyaman, serta akses pendidikan yang makin sulit membuat anak-anak menjadi korban,” ujar dosen yang juga seorang penulis, Rabu (1/3/2023)

Olehnya itu, kata Bahrul Amsal dibutuhkan pendekatan lebih baik lagi dari yang selama ini digunakan Dinsos. Penanganan anjal tak hanya sekadar menggunakan pendekatan tangkap-pembinaan tapi juga perlu mempertimbangkan pendekatan komunitas berskala keluarga hingga tingkat kelurahan. Karena masalah anjal adalah masalah yang kompleks.

“Perlu ditelusuri bahwa masalah anjal bukan masalah dari si anaknya, melainkan korban sistem sosial yang timpang, angkuh, dan asosial dari interaksi, struktur, dan lembaga-lembaga berkepentingan. Mereka di satu sisi terisolasi dan tereksklusi dari jaringan hidup yang makin mengeras sampai ke tingkat pemerintahan,” tutup Bahrul.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Pendidikan05 November 2026 15:52
OJK Dorong Mahasiswa Jadi Agen Literasi Keuangan
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong mahasiswa menjadi agen literasi keuangan sekaligus penggerak ekonomi daerah....
Makassar05 November 2026 15:22
ASUS Hadirkan Rekomendasi Laptop Terbaik 2026 di Makassar, Perkuat Standar No.1 Quality & Service
SULSELSATU.com, MAKASSAR – ASUS memperkenalkan berbagai pilihan laptop unggulan 2026 sekaligus memperkuat komitmen terhadap kualitas produk dan ...
Kesehatan05 November 2026 15:20
370 Anak di Gowa Terima Bantuan Susu dari Kementerian PPPA
Sebanyak 370 anak di Kabupaten Gowa menerima bantuan susu dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI untuk mendukung peme...
Hukum05 November 2026 14:54
Rudianto Lallo Desak Kejati Bongkar Mafia Alsintan Rp243 Miliar, Gowa dan Takalar Jadi Sorotan
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Anggota Komisi III DPR RI, Rudianto Lallo, mendesak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan menuntaskan penyelidikan d...