Logo Sulselsatu

Rahman Pina Temui Orangtua Anak Disabilitas Korban BPJS yang Terobos Paspampres Jokowi

Asrul
Asrul

Rabu, 05 April 2023 12:30

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Ketua Komisi E Rahman Pina menemui Dhila Hakim, salah satu orangtua anak disabilitas yang nekat dan berhasil menerobos Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) dan menyerahkan surat pengaduan kepada Presiden Jokowi saat berkunjung ke Makassar pekan lalu.

Politisi Partai Golkar itu menemui orangtua disabilitas di salah satu cafe di bilangan Pengayoman, Selasa 4 April 2023 malam. Saat itu, Dhila bersama anaknya baru saja pulang dari klinik Cerebellum menanyakan kelanjutan terapi anaknya.

Dhila adalah satu orangtua yang anaknya kini menjadi korban atas kesewenang- wenangan BPJS Makassar yang tiba-tiba memutuskan kerja sama dengan klinik Cerebellum, tempat puluhan anak berkebutuhan khusus menjalani teraphy selama ini.

Baca Juga : Pansus DPRD Sulsel Inventarisasi Aset Pemprov, Soroti Lahan Belum Bersertifikat

Kepada Rahman Pina, Dhila yang dengan sabar menggendong anaknya mengaku, senang bisa menyerahkan langsung surat kepada Presiden Jokowi.

“Semoga bapak Presiden bisa mendengar jeritan hati kami orangtua para anak berkebutuhan khusus. Agar BPJS Makassar tidak semena-mena. Puluhan anak disabilitas kini terkatung-katung atas arogansi kepala BPJS Makassar,” kata Dhila kepada sembari menetaskan air mata.

Mulutnya terus komat kamit memohon berkah Ramadan semoga klinik Cerebellum yang selama ini menjadi tempat anak anak disabilitas dirawat segera kerjasama kembali dengan BPJS.

Baca Juga : Reses Ketua DPRD Sulsel Cicu di Pasar Terong, Warga Minta Solusi Banjir dan Pengaman Kanal

“Kami tidak punya kemampuan untuk merawat anak- anak kami jika diberlakukan tarif umum untuk membayar klinik. Merawat anak berkebutuhan khusus untuk bertahun tahun pak,” katanya.

Ia juga menceritakan aksi nekatnya menerebos Paspampres hanya sekadar ingin menyerahkan surat ke Jokowi. Dhila berharap orang nomor satu di republik itu bisa memberikan solusi atas persoalan yang dialaminya.

“Begitu mendengar pak Jokowi ke Makassar, kami ibu- ibu yang senasib, punya anak disabilitas berdiskusi. Bagaimana bisa menemui pak Jokowi. Tapi tidak ada jalan,” ungkap Dhila.

Baca Juga : Andre Prasetyo Tanta Janji Kawal Aspirasi Warga Mangkura soal Posyandu dan Trotoar

Namun, Dhila tak kehabisan akal. Satu kata, ia harus bertemu Presiden Jokowi demi perawatan anaknya dan puluhan orangtua yang bernasib sama.

“Akhirnya saya beranikan diri, saya persiapkan dari subuh hari. Naik motor dari rumah di Sudiang ke pasar Terong. Saya sudah gabung dengan pedagang dari siang, alhamdulillah, meski sangat ketat, saya bisa serahkan surat ke pak Jokowi pada sore hari sekitar jam 5 pak,” katanya.

Rencananya hari ini, Rabu 5 September 2023, rombongan Komisi E DPRD Sulsel akan bertolak ke Jakarta untuk menemui BPJS pusat terkait layanan BPJS Sulsel di Makassar yang telah mengorbankan puluhan anak disabilitas.

Baca Juga : Fauzi A Wawo Buka Akses Rumah Jabatan hingga Layanan Ambulans Gratis untuk Masyarakat

Jauh sebelum orangtua anak disabilitas menerebos pengawalan presiden, Komisi E telah menggelar rapat dengar pendapat terkait kasus ini.

“Kami di DPRD sudah menggelar RDP dan mengundang pihak BPJS Makassar dan Sulsel, klinik Cerebellum, dan orangtua penyandang disabilitas, dua bulan lalu,” kata Rahman Pina.

Dalam rapat itu, DPRD Sulsel telah meminta pihak BPJS untuk mengaktifkan kerjasama dengan klinik yang memang fokus menangani pasien dengan kebutuhan terbatas itu.

Baca Juga : APT Pastikan Aspirasi Warga Bontorannu Diperjuangkan di DPRD Sulsel

“Kami sudah minta BPJS agar mengaktifkan kembali kerjasama dengan klinik,” sambung mantan anggota DPRD Makassar dua periode itu.

Bahkan, DPRD mendesak BPJS untuk menjalankan kesepakatan dalam dua minggu setelah rapat. Tapi rupanya dalam dua bulan ini, pihak BPJS urung menjalankan hasil RDP itu.

“Kami sangat menyayangkan sikap yang diperlihatkan Kepala BPJS Makassar yang seakan akan tutup mata dengan kondisi pasien,” sesal Rahman Pina.

Dalam rapat itu, pihak klinik Cerebellum juga sudah menyampaikan kesiapannya untuk melakukan pembenahan pembenahan jika ada yang dianggap perlu.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Video07 Agustus 2026 22:06
VIDEO: Dua Kelompok Bentrok di Kampus UNM Parang Tambung, Belasan Kaca FMIPA Pecah
SULSELSATU.com – Dua kelompok terlibat saling serang di Kampus Parang Tambung, Universitas Negeri Makassar, Jumat (07/8/2026). Aksi penyerangan ...
Makassar07 Agustus 2026 21:26
Di Balik Sukses Ekspor Udang Indonesia, Kepala Barantin Pastikan Layanan Karantina Berjalan Optimal
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Badan Karantina Indonesia (Barantin) memastikan sistem layanan karantina terus berjalan optimal untuk mendukung daya ...
News07 Agustus 2026 20:39
Anggota DPR RI Meity Rahmatia Kecam Penganiayaan dan Pemerkosaan Mahasiswi di Makassar
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Anggota Komisi XIII DPR RI, Meity Rahmatia mengecam keras penganiayaan dan pemerkosaan seorang mahasiswa yang terjadi...
Ekonomi07 Agustus 2026 20:37
BPKH dan Bank Muamalat Perkuat Sinergi, Dorong Digitalisasi Layanan Haji dan Ekonomi Syariah
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) bersama PT Bank Muamalat Indonesia Tbk memperkuat kolaborasi strategis untuk mengemb...