Logo Sulselsatu

Seluruh Fraksi DPRD Makassar Sepakat Ranperda Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan

Asrul
Asrul

Jumat, 15 Desember 2023 10:16

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, MAKASSAR – DPRD Kota Makassar telah mencapai kesepakatan pembentukan rancangan peraturan daerah (Ranperda) Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan.

Kesepakatan tersebut telah diperoleh dalam rapat paripurna pengambilan keputusan terkait Ranperda di Ruang Rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Makassar, Kamis (14/12/2023) malam.

Seluruh fraksi di DPRD Kota Makassar telah bersepakat usai melakukan pembahasan bersama. Keputusan mereka didominasi hal yang sama terkait harapan akan adanya upaya dalam melindungi lahan pertanian untuk menjadi landasan untuk pertumbuhan ekonomi yang seimbang dan memastikan ketahanan pangan di masa mendatang.

Baca Juga : Rudianto Lallo Kembali Blusukan, Kunjungi Tokoh Masyarakat dan Bagi Bantuan

Juru Bicara Fraksi PAN Saharuddin Said menyampaikan, Ranperda Perlindungan Lahan Pertanian Pangan perlu didukung untuk mencegah terjadinya alih fungsi lahan pertanian dan menjamin akses petani terhadap lahan pertanian yang tersedia.

“Pertanian berkelanjutan adalah proses untuk memenuhi kesejahteraan masyarakat masa kini tanpa harus mengorbankan kebutuhan dan kesejahteraan generasi yang akan datang,” terang Saharuddin.

Juru Bicara Fraksi Demokrat Arifin Daeng Kulle berharap, dengan adanya Perda ini, diharapkan akan terbentuk landasan hukum yang kuat untuk menjaga keberlangsungan produksi pangan serta mengurangi konversi lahan pertanian menjadi lahan non-pertanian.

Baca Juga : Anggota DPR RI Rudianto Lallo dan BNNP Bersinergi Berantas Narkoba

“Kami mengapresiasi Pemkot Makassar yang senantiasa berupaya meningkatkan sektor pertanian, mulai dari teknologi pertanian sampai dengan teknologi penghasil pertanian. Perda ini harus disosialisasikan serta harus segera ditegakkan sehingga masyarakat merasakan manfaatnya,” ungkap Arifin.

Juru Bicara Pansus Ranperda Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan Kartini mengungkapkan, lahan pertanian di Kota Makassar memiliki luas 1.463,02 hektare.

Luasan ini sebesar 8,3 persen dari luas Kota Makassar secara keseluruhan, dengan produksi rata-rata tahunan sebanyak 20 ribu ton.

Baca Juga : Lewat Sarasehan, Rudianto Lallo Desak Polisi-BNN Putus Jaringan Bandar Narkoba di Sulsel

Konversi rata-rata lahan sawah selama 15 tahun terakhir untuk fungsi lainnya adalah seluas 250 hektare per tahun

Dirinya menyampaikan Makassar di masa datang tidak akan berkontribusi dalam penyediaan pangan dan mengurangi kemampuan dan daya dukung ketahanan pangan secara nasional.

“Oleh karena itu diperlukan upaya pengendalian melalui diterbitkannya Perda Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan,” ucap Kartini.

Baca Juga : Rudianto Lallo Kembali Beri Bantuan Korban Kebakaran, Kali Ini di Rappokalling Makassar

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Makassar Firman Hamid Pagarra yang mewakili Sekretaris Daerah Kota Makassar menyampaikan, Perda ini diharapkan dapat jadi instrumen kebijakan yang dapat mengendalikan laju konversi lahan sawah, mempertahankan keberlanjutan produksi pangan serta melindungi profesi petani.

“Perda inis sangat relevan dengan kebutuhan Makassar dengan posisi sebagai Kota Metropolitan yang memiliki kompleksitas bangunan. Pemerintah dituntut untuk mampu mengakomodir pembangunan dan pada saat yang sama juga memiliki peran untuk mempertahankan produksi pangan yang ada di Makassar,” pungkas Firman

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Penulis : Andi Baso Mappanyompa
Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Nasional05 November 2026 06:58
Ditjen Minerba Apresiasi Kontribusi PNBP Vale Indonesia
PT Vale Indonesia Tbk menerima apresiasi dari Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ES...
Ekonomi04 November 2026 20:56
OJK dan Bank Sulselbar Kolaborasi Perluas Akses Keuangan Syariah
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bank Sulselbar memperkuat kolaborasi dengan ulama, akademisi, pemerintah daerah, dan industri jasa keuangan untuk...
News04 November 2026 20:49
PLN Matangkan Sewa Lahan PLTMG Baubau 2
PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi mematangkan draf perjanjian sewa lahan milik Pemerintah Kota Baubau untuk mendukung pembangunan...
Nasional04 November 2026 20:45
STFT Jakarta Soroti Enam Krisis Bangsa
Sivitas Akademika Sekolah Tinggi Filsafat Theologi (STFT) Jakarta menyampaikan kritik terhadap sejumlah persoalan sosial, ekonomi, lingkungan, dan dem...