Logo Sulselsatu

Genggam Predikat Perusahaan Terbesar di Indonesia Versi Forbes The Global 2000, Bagaimana Prospek BBRI di 2024?

Asrul
Asrul

Senin, 08 Januari 2024 20:12

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, JAKARTA – Predikat sebagai perusahaan terbesar di Indonesia versi majalah ekonomi terkemuka di dunia Forbes The Global 2000 Tahun 2023 membuktikan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI memiliki kinerja cemerlang di tahun lalu. Dengan predikat tersebut, diprediksi akan meyakinkan investor untuk mengkoleksi saham BRI (BBRI).

Seperti diketahui, pemeringkatan majalah Forbes berisikan daftar 2.000 perusahaan publik terbesar di dunia berdasarkan penjualan (sales), laba (profit), aset (assets), dan nilai pasar (market value). Dalam publikasi tersebut, terdapat beberapa perusahaan asal Indonesia dengan sebagian besar adalah Badan Usaha Milik Negara atau BUMN.

Perolehan terbaik didapatkan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI dengan menjadi peringkat teratas di antara perusahaan-perusahaan di Indonesia. Secara global, BRI menempati peringkat terbaik yakni #307, meningkat dibandingkan pencapaian tahun lalu yakni peringkat #349 dunia.

Baca Juga : Investor Indonesia Makin Minati Token Saham Amerika, PINTU Catat Pertumbuhan Positif

Peredikat sebagai perusahaan terbesar di Indonesia tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat investor menanti rilis kinerja BBRI setahun penuh (tahun 2024) dan diikuti dengan pengumuman dividen final.

Terbukti, BBRI kembali mencatatkan rekor harga saham tertinggi setelah mengalami kenaikan mencapai lebih dari 20% sejak awal November 2023 lalu.

All time high kembali dicapai BBRI pada penutupan perdagangan hari Jumat (5/1) dengan harga Rp5.750/saham dengan ditutup naik 0,88% dan kapitalisasi pasar Rp871,46 triliun. Bahkan, pada perdagangan intraday, saham BBRI sempat menembus level Rp5.850/saham.

Baca Juga : Jumlah Investor Pasar Modal Sulsel Naik 67,34 Persen, Reksa Dana Paling Diminati

Lantas bagaimana prospek saham BBRI di tahun 2024? Berdasarkan riset terbaru Ciptadana Sekuritas, saham BRI mempunyai kinerja cerah pada 2024 dengan sejumlah catatan.

BBRI dinilai akan menerima manfaat dari proyeksi penurunan suku bunga acuan pada 2024. Tak ayal, BBRI mendapatkan rekomendasi buy dengan target harga Rp6.250/saham.

Kemudian berdasarkan riset dari BRI Danareksa Sekuritas, pertumbuhan pendapatan pada 2024 akan memicu pelambatan sementara pada bank-bank besar termasuk BRI. Hal ini didorong oleh pertumbuhan pinjaman yang lebih lambat, sejalan dengan tren yang terjadi pada tahun politik atau Pemilu 2024.

Baca Juga : BRI Peduli Bangun PLTS di Bandung Barat, Terangi Desa dan Dorong Ekonomi Warga

Analis BRI Danareksa Sekuritas Victor Stefano dan Naura Reyhan Muchlis mengatakan, margin bunga bersih (net interest margin/NIM), cost to income ratio (CIR), dan cost of credit (CoC) bank akan tetap terkendali, serta kualitas aset yang sehat. “Kami yakin bank-bank besar akan tetap memiliki posisi yang baik di pasar pada tahun ini,” tulisnya.

Optimisme juga dikemukakan Research Analyst Infovesta Kapital Advisori Arjun Ajwani yang menilai bank-bank besar masih memiliki prospek bagus karena fundamental yang kuat serta valuasi yang menarik (undervalued) atau fairvalued.

“Prospek pada 2024 pun bagus karena secara historis kalau dilihat saat kampanye pemilu salah satu best performer adalah sektor keuangan yaitu perbankan,” ujarnya.

Baca Juga : BRI Sinjai Pastikan Dana Nasabah Aman Terkait Kasus Oknum Kepala Unit

Prospek baik dari BBRI pun tampak sudah diprediksi investor asing ditandai aksi beli bersih (net buy) asing yang mencapai Rp182,42 miliar di seluruh pasar pada Kamis (4/1) kemarin. Sedangkan dalam sebulan terakhir investor asing telah memborong Rp1,37 triliun saham BBRI.

Mengawali tahun 2024, Direktur Utama BRI Sunarso pun mengungkapkan optimismenya. Meskipun kondisi perekonomian dunia masih diliputi ketidakpastian, terutama akibat kondisi geopolitik. “

BRI memiliki optimisme yang besar untuk mengarungi iklim bisnis pada 2024, karena BRI memiliki fundamental yang kuat. Hal tersebut juga ditopang oleh stiumulus fiskal yang diharapkan mampu meningkatkan purchasing power masyarakat, faktor pemilihan umum, serta manajemen risiko perbankan yang semakin baik karena telah berkali-kali menghadapi krisis. Di sisi lain BRI juga telah memiliki sumber pertumbuhan baru yakni holding ultra mikro,” jelasnya.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

OPD24 Juli 2026 22:48
Ketua DPRD Sulsel Cicu Minta Pemkot Makassar Tunda Penerapan Wajib Pilah Sampah
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Rachmatika Dewi meminta Pemerintah Kota Makassar menunda penerapan kebijak...
Hukum24 Juli 2026 19:44
Dikhawatrikan Mandek Tim KAJ Pertanyakan Kasus Kekerasan Jurnalis
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Tim Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Makassar merupakan bagian dari Koalisi Advokasi Jurnalis (KAJ) Sulawesi Selatan menda...
Kriminal24 Juli 2026 19:34
Pria Lansia Ditemukan Tewas di Dalam Toilet Masjid Rujab Gubernur Sulsel
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Seorang pria lanjut usia (lansia) berinisial FS (60) ditemukan tewas di dalam toilet masjid rumah jabatan (Rujab) Gub...
Makassar24 Juli 2026 19:31
Kabid GTK Disdik Makassar Dinonaktifkan Terkait Kasus Dugaan Jual Beli Jabatan Kepsek
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), menonaktifkan Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidika...