Logo Sulselsatu

Transparency International Suarakan Praktik Korupsi dan Eksploitasi Lingkungan di Pesisir Takalar

Asrul
Asrul

Kamis, 07 Maret 2024 13:19

Sekretaris Jenderal Transparency International Indonesia Danang Widoyoko (kanan) bersama Dekan Dekan Fisip Universitas Hasanudin Prof Sukri Tamma (kiri). Foto/Sulselsatu
Sekretaris Jenderal Transparency International Indonesia Danang Widoyoko (kanan) bersama Dekan Dekan Fisip Universitas Hasanudin Prof Sukri Tamma (kiri). Foto/Sulselsatu

SULSELSATU.com, MAKASSARTransparency International Indonesia (TI) bekerjasama dengan Fakultas Ilmu sosial dan Politik Universitas Hasanuddin serta Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Takalar (HIPERMATA) meluncurkan kajian terbarunya yang menyoroti isu korupsi di sektor kelautan dan perikanan.

Kawasan pesisir Kabupaten Takalar di Sulawesi Selatan menjadi fokus penelitian dalarn riset kelautan dan perikanan ini. Pesisir Takalar merupakan salah satu kawasan di Sulawesi Selatan yang banyak dihuni oleh kerikanan nelayan tradisional.

Komunitas nelayan di Takalar ini dikenal sebagai pelaut pengembara jarak jauh di perairan Indonesia. Namun, kehidupan kelautan dan budaya pengembaraan jarak jauh yang mereka lakukan kerap membawa risiko yang tidak dapat dihindari, salah satunya adalah korupsi di tingkat tapak, mulai dari perizinan yang tidak transparan hingga pengelolaan sumber daya kelautan yang monopolistik.

Baca Juga : Pegadaian Kanwil VI Beri Beasiswa untuk 11 Mahasiswa Unhas

Dalam kajian anyar tersebut, TI Indonesia mengusung pendekatan etnografi cepat untuk menguak dua fenomena yang disinyalir merugikan negara, yakni eksploitasi lingkungan khususnya yang terjadi di kawasan pesisir Kabupaten Takalar serta praktik-praktik korupsi di sektor kelautan dan perikanan yang mengancam komunitas nelayan di Takalar.

Dalam keterangannya Lalu Hendri Bagus, peneliti TI Indonesia, mengungkapkan bahwa pendekatan etnografi dipilih agar dapat memotret realita kehidupan nelayan yang juga terdampak oleh praktik praktik korupsi di sektor kelautan serta untuk mendekatkan secara emosional masalah ini kepada pengambil kebijakan.

“Kami menemukan dalam konteks pesisir Takalar, korupsi dan eksploitasi lingkungan laut itu saling beririsan. Pendekatan etnografi ini dipilih untuk menarasikan dalam perspektif korban yaitu komunitas nelayan mengenai betapa kejamnya dampak dari dua fenomena ini terhadap kehidupannya,” ungkap Lalu dalam paparannya di Hotel Unhas, Makassar, Kamis (7/3/2024).

Baca Juga : Tim Pengabdian Unhas Edukasi UMKM Perempuan Minasa Upa Pemasaran Berbasis AI

Menanggapi temuan tersebut, Sekretaris Jenderal Transparency International Indonesia Danang Widoyoko mengajak seluruh elemen masyarakat utamanya kampus dan para mahasiswa untuk mengambil peran dalam upaya pemberantasan korupsi di Indonesia.

“Kita menyadari bahwa korupsi itu merupakan salah satu ancaman terbesar yang saat ini dihadapi oleh bangsa ini, bukan hanya di Jakarta, kita juga menemukannya di sini. Kami mengajak civitas academika di kampus maupun para mahasiswa untuk berpihak kepada masyarakat terdampak sekaligus ambil bagian dari upaya pemberantasan korupsi,” jelas Danang Widoyoko dalam sambutannya.

Mengapresiasi riset etnografi korupsi di sektor kelautan dan perikanan yang telah diluncurkan TI Indonesia, Dekan Fisip Universitas Hasanudin Prof. Sukri Tamma menyambut baik riset tersebut dan berkomitmen untuk mengawal upaya pemberantasan korupsi khususnya di Sulawesi Selatan.

Baca Juga : LPS Gandeng Unhas Perkuat Literasi Keuangan dan Kompetensi Generasi Muda di Makassar

“Kami menyambut baik hasil riset ini, dan siap mengawal pemberantasan korupsi di Indonesia, dimulai dari Sulawesi Selatan,” kata Prof Sukri.

Dalam kegiatan ini juga dilakukan penandatangan MoU antara TI Indonesia dengan Fisip Unhas berkolaborasi mengawal isu-isu yang merugikan masyarakat luas khususnya di wilayah Sulawesi Selatan.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Video22 Agustus 2026 21:31
VIDEO: Rumah Terduga Pelaku Pembunuhan di Enrekang Dirusak Massa
SULSELSATU.com — Rumah terduga pelaku pembunuhan di Kecamatan Anggeraja, Enrekang, dirusak massa, Jumat (21/8) malam. Massa membongkar rumah yang sa...
News22 Agustus 2026 20:45
Grup Astra Makassar Salurkan 400 Dus Indomie untuk Korban Gempa NTT
Grup Astra Makassar menyalurkan bantuan berupa 400 dus Indomie bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT)....
Video22 Agustus 2026 19:40
VIDEO: Prabowo Tinjau Langsung Lokasi Karhutla di Kalimantan
SULSELSATU.com – Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Limbung, Sungai Raya, Kabupaten...
Metropolitan22 Agustus 2026 17:53
Yayasan Anak Rakyat dan Kemensos Kolaborasi Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Tamalanrea
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Yayasan Anak Rakyat Indonesia (YARI) berkolaborasi dengan Kementerian Sosial (Kemensos) menyalurkan bantuan kepada ko...