Logo Sulselsatu

PT Vale Konsultasi Bersama Stakeholder Susun Rencana Pascatambang Blok Morowali

Sri Wahyu Diastuti
Sri Wahyu Diastuti

Sabtu, 16 Maret 2024 14:37

PT Vale gelar konsultasi stakeholder terkait pembangunan pascatambang. Foto: Istimewa
PT Vale gelar konsultasi stakeholder terkait pembangunan pascatambang. Foto: Istimewa

SULSELSATU.com, MOROWALIPT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) menggelar konsultasi stakeholder membahas penyusunan dokumen perencanaan pascatambang Blok Bahodopi 2 dan 3, Kecamatan Bungku Timur dan Bahodopi.

Kegiatan berlangsung hybrid di Hotel Metro, Bungku Tengah, Morowali, pada Jumat (8/3/2024). PT Vale membuka ruang diskusi untuk mendengarkan aspirasi dan masukkan dari para stakeholder, serta berkomitmen untuk bekerjasama mencari solusi yang adil dan berkelanjutan.

Konsultasi ini berfokus pada evaluasi dampak pertambangan, kesejahteraan masyarakat, dan aspek-aspek lain yang dapat mempengaruhi kehidupan di sekitar lokasi pertambangan.

Baca Juga : 23 Tahun Luwu Timur: Harmoni Pertumbuhan, Industri, dan Keberlanjutan dari Timur Indonesia

Harapannya, konsultasi dapat menciptakan kerangka kerja kolaboratif yang memperhitungkan kepentingan semua pihak yang terlibat.

Demikian bisa menjadi langkah nyata dalam membangun hubungan transparan dan berkelanjutan antara perusahaan dan komunitas di sekitarnya.

Turut hadir manajemen PT Vale IGP Morowali, perwakilan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), perwakilan Asisten II Kepala Pejabat Biro Perekonomian Bagian Sumber Daya Alam Provinsi Sulteng, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sulteng.

Baca Juga : PT Vale Perkuat ESG 2025, Investasi Lingkungan Tembus US$43,79 Juta

Kemudian hadir juga perwakilan Badan Pendapatan (Bapenda) Provinsi Sulteng, Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kabupaten Morowali, perwakilan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Morowali (Bappeda), Camat Bungku Timur, Camat Bahodopi, serta jajaran Kepala Desa dan Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dari 13 desa pemberdayaan.

Director Strategic Permit and General Affairs PT Vale Budiawansyah melihat diskusi dengan para stakeholder ini sebagai langkah proaktif perseroan untuk memastikan rencana pascatambang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan prinsip-prinsip keberlanjutan.

“Rencana pascatambang ini bertujuan untuk meminimalisasi dampak sosial dan lingkungan, serta memastikan wilayah Morowali dapat kembali lestari dan bermanfaat bagi masyarakat setelah kegiatan pertambangan,” tuturnya.

Baca Juga : PT Vale Operasikan Tiga Blok Tambang, Perkuat Produksi Nikel Nasional

Budiawansyah menambahkan, perseroan berkomitmen terhadap operasi pertambangan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan. Mengedepankan aspek keselamatan, lingkungan, dan sosial masyarakat.

Perencanaan pascatambang ini akan disusun dengan mempertimbangkan visi dan misi perusahaan.

“Rencana pascatambang ini akan menjadi panduan dalam berbagai program dan kegiatan, antara lain reklamasi dan revegetasi lahan bekas tambang, pengembangan ekonomi dan sosial masyarakat, serta peningkatan kualitas pemberdayaan masyarakat,” ucapnya.

Baca Juga : PT Vale Catat Laba US$43,6 Juta Triwulan Pertama 2026, Produksi Nikel 13.620 Ton

Budiawansyah mengharapkan masukan dan saran dari semua pihak yang berkepentingan, agar dokumen rencana pascatambang ini dapat benar-benar bermanfaat bagi semua pihak.

Sementara, mewakili Kementerian ESDM Anggiat Parulian Manalu menyebut, rencana pascatambang memuat pengelolaan lingkungan pasca seluruh kegiatan pertambangan dilakukan.

Menurutnya, pascatambang merupakan kegiatan yang sistematis, berkelanjutan, dan terencana. Semua harus direncanakan dengan baik, dan mempertimbangkan masukan-masukan dari audiens yang hadir.

Baca Juga : PT Vale Tingkatkan Layanan Kesehatan Morowali Lewat Service Excellence Program

“Akan banyak aspek yang kita lihat dalam penyusunan dokumen pascatambang ini, baik dari sisi pengelolaan lingkungannya hingga sosial. Perencanaan pascatambang akan membantu kita bagaimana bisa meminimalisasi dampak kegiatan pertambangan nantinya,” terang Inspektur Tambang Dirjen Minerba dan ESDM ini.

Mewakili Asisten II Pemprov Sulteng, Kepala Pejabat Biro Perekonomian Bagian Sumber Daya Alam (SDA) Provinsi Sulteng Fadli menyebutkan, ada beberapa aspek yang diperlukan untuk mencapai tujuan pertambangan yang efektif, efisien, dan menciptakan optimalisasi pertambangan perusahaan.

Aspek tersebut adalah keekonomian usaha pertambangan, keselamatan pertambangan, lingkungan terpelihara, serta peningkatan kesejahteraan rakyat di sekitar lokasi tambang.

“Jadi keseluruhan aspek harus dilaksanakan seimbang karena itu salah satu faktor dalam memulai dan menjalankan suatu kegiatan usaha pertambangan,” jelasnya.

Fadli juga mengapresiasi manajemen PT Vale, yang sudah melaksanakan kaidah pertambangan secara baik. Atensi yang diberikan, tambahnya, membuat diskusi penyampaian pascatambang Blok Bahodopi dapat berjalan lancar.

Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kabupaten Morowali Abd Mutaqqin Sonaru juga menganggap kegiatan ini amat penting. Menurutnya, Perencanaan pascatambang dapat mencegah munculnya isu-isu lingkungan dari kegiatan pertambangan yang dilakukan PT Vale di Blok Bahodopi.

“Semoga kehadiran PT Vale bisa menjadi contoh perusahaan yang memberikan pengelolaan lingkungan secara baik dalam kegiatan pertambangan,” ungkapnya.

Mutaqqin berharap eksistensi PT Vale akan menjadi kehidupan baru yang bisa menggerakkan ekonomi bagi nelayan, petani, serta menjaga ketahanan pangan di daerah Morowali.

“Perseroan hadir untuk bisa menggerakkan usaha pertanian tradisional menjadi lebih maju dan modern. Walaupun di tanah sempit tapi mampu menjaga ketahanan pangan kita,” tuturnya.

Kepala Desa Bahomoahi, Asep memberikan tanggapan terkait perencanaan pascatambang.

Ia menyampaikan, dalam melakukan reklamasi dan pembenahan, pihak perusahaan tidak hanya berfokus pada area bekas penambangan saja, melainkan di seluruh daerah yang termasuk dalam desa pemberdayaan PT Vale.

“Meskipun yang menjadi fokus utama perusahaan adalah area bekas penambangan, tetapi juga di lingkungan masyarakat sekitar harus dilakukan pembenahan, seperti penghijauan, dan konservasi di sepanjang pesisir pantai,” pungkasnya.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Video04 Mei 2026 22:39
VIDEO: Viral, Emak-emak PKL Cekcok di Bahu Jalan Hertasning
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Emak-emak pedagang kaki lima (PKL) terlibat cekcok diduga karena rebutan lahan jualan di bahu Jalan Letjend Hertasning, K...
Metropolitan04 Mei 2026 20:18
Emak-emak PKL Cekcok di Bahu Jalan Hertasning, Camat Panakkukang: Sudah Ditegur
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Emak-emak pedagang kaki lima (PKL) terlibat cekcok diduga karena rebutan lahan jualan di bahu Jalan Letjend Hertasnin...
Video04 Mei 2026 20:17
VIDEO: Warga Siram Ban Dibakar Mahasiswa HMI saat Aksi di Parepare
SULSELSATU.com – Aksi demonstrasi mahasiswa di Parepare diwarnai insiden penyiraman ban. Peristiwa terjadi di Jalan Sudirman, Senin (4/5/2026). Seor...
Hukum04 Mei 2026 20:16
Pria Pengangguran Asal Palopo Curi Motor Warga Maros, Ditangkap di Pangkep
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Seorang pria pengangguran bernama Apriansyah (36), asal Kota Palopo, Sulawesi Selatan (Sulsel), ditangkap polisi usai...