Logo Sulselsatu

Anulir Putusan Sambo dan Tak Patuh Laporkan LHKPN, Suharto Dinilai Tak Layak Jadi Wakil Ketua MA

Muh Jahir Majid
Muh Jahir Majid

Minggu, 21 April 2024 01:41

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, JAKARTA – Pencalonan hakim agung Suharto sebagai calon Wakil Ketua Mahkamah Agung (MA) menjadi sorotan sejumlah pihak. Alasannya, rekam jejak Suharto menunjukkan perilaku hakim yang justri merusak muruah Mahkamah Agung.

Suharto yang saat ini menjabat sebagai Ketua Kamar Pidana Mahkamah Agung (MA) sebagai Wakil Ketua MA diketahui memiliki rekam jejak yang buruk dalam memenuhi rasa keadilan di masyarakat.

Salah satunya adalah putusan Suharto yang menganulir vonis hukuman mati terpidana pembunuhan berencana eks Kadiv Propam Ferdy Sambo menjadi hanga hukuman seumur hidup.

“Suharto memiliki rekam jejak buruk dalam penegakan hukum. Dia gagal memberikan dan memenuhi rasa keadilan publik, serta gagal menjaga kehormatan MA sebagai lembaga peradilan tertinggi,” kata Pakar Hukum Universitas Mulawarman (Unmul) Herdiansyah Hamzah Castro.

Castro menyebut putusan Majelis Hakim MA, salah satunya Hakim Agung Suharto justru membuka luka lagi bagi keluarga korban yaitu Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat, yang fakta menunjukkan telah dibunuh secara keji oleh Ferdi Sambo.

“Salah satu ukuran rekam jejak itu tidak melakukan putusan-putusan kontroversial yang menyerang rasa keadilan publik,” ucap Castro.

Pencalonan Suharto sebagai calon wakil ketua MA, menurut Hamzah Castro telah mengganggu upaya reformasi di internal MA. Menurut dia, MA butuh reformasi kelembagaan secara total, pembenahan dari hulu ke hilir, termasuk memastikan proses seleksi hakim berjalan baik dengan standar etik yang tinggi.

“Desain pengawasan juga mesti dibenahi, dimana MA mesti membuka ruang yang cukup bagi publik untuk turut mengawasi hakim-hakim MA,” katanya.

Terpisah, kelalaian Suharto dalam melakukan pembaruan pelaporan harga kekayaaannya pada laman Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) juga dinilai sebagai bentuk ketidaklayakan Suharto menjadi calon wakil ketua MA.

Pakar hukum pidana Universitas Trisakti Abdul Fickar Hadjar menyebutkan, kelalaian dalam pelaporan LKPN bisa menjadi pertimbangan panitia seleksi (pansel) calon pemimpin MA untuk tidak meloloskan Suharto.

“Kalau tidak bisa dipenuhi (pembaruan laporan LHKPN), ini dapat menjadi bahan pertimbangan panitia (untuk meloloskan Suharto sebagai calon wakil ketua MA),” kata Abdul seperti dilansir inilahcom.

Selain itu, Hakim Agung Suharto memiliki catatan kontroversi karena menganulir vonis terpidana pembunuhan berencana eks Kadiv Propam Ferdy Sambo dari hukuman mati menjadi seumur hidup.

Menurut Fickar, Suharto bisa gagal dicalonkan sebagai pimpinan MA apabila dalam kasus tersebut ada pengkondisian penanganan perkara kasasi. Hal itu harus berdasarkan alat bukti yang kuat. (*)

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Video24 Mei 2024 22:43
VIDEO: Pemotor Buang Surat Tilang, Klaim Punya Bekingan di Polda Metro Jaya
SULSELSATU.com – Sebuah video memperlihatkan seorang pengendara motor menolak untuk ditilang. Bahkan pengendara motor tersebut membuang surat ti...
OPD24 Mei 2024 21:51
Genjot Akses Menuju Stadion Sudiang, Dinas PU Makassar Kembali Survei dan Ukur Jalan
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Tim Survey Bidang Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar kembali melakukan pengukuran akses jalan masu...
Politik24 Mei 2024 21:20
Muallim Tampa dan Badris Salam Berebut Rekomendasi Demokrat di Pilkada Sinjai
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Dua kandidat calon kepala daerah yang akan bertarung di Pilkada Sinjai berebut rekomendasi Partai Demokrat. Mereka ad...
Video24 Mei 2024 20:18
VIDEO: Rakernas V PDIP, Megawati Soroti Dugaan Kecurangan Pemilu 2024
SULSELSATU.com – PDI Perjuangan menggelar Rakernas V pada Jumat, 24 Mei 2024, di Beach City International Stadium, Ancol. Acara tersebut dihadir...