Logo Sulselsatu

Pemkab Gowa Siap Gagas Sistem Penanggulangan Bencana Berbasis Teknologi

Sri Wahyu Diastuti
Sri Wahyu Diastuti

Kamis, 25 April 2024 14:56

Wakil Bupati Gowa Abdul Rauf Malaganni saat menghadiri Rakornas Penanggulangan Bencana 2024. Foto: Istimewa.
Wakil Bupati Gowa Abdul Rauf Malaganni saat menghadiri Rakornas Penanggulangan Bencana 2024. Foto: Istimewa.

SULSELSATU.com, GOWA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa akan menyiapkan sistem penanggulangan bencana berbasis teknologi.

Hal ini diungkapkan Wakil Bupati Gowa Abdul Rauf Malaganni saat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Penanggulangan Bencana 2024 di Pullman Bandung Grand Sentral, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (23/4/2024).

Kegiatan dengan tema “Pengembangan Teknologi dan Inovasi dalam Penanggulangan Bencana” ini dibuka langsung oleh Wakil Presiden RI KH Ma’ruf Amin.

Baca Juga : Resmi Jabat Bupati, Darmawangsyah Muin Fokus Bereskan Utang Pemkab Gowa dan Hak ASN

Abd Rauf mengatakan, sejauh ini Pemerintah Kabupaten Gowa terus berupaya melakukan pemanfaatan teknologi dalam mitigasi bencana. Salah satunya dengan pemanfaatan peta digital untuk memetakan daerah rawan bencana di Kabupaten Gowa.

“Alhamdulillah Gowa sudah punya peta itu. Tinggal perlu peningkatan dan pengembangan lagi. Peta-peta digital itu perlu di update,” ujarnya.

Sementara, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gowa Ikhsan Parawansa yang hadir mendampingi Wakil Bupati Gowa menambahkan, dari segi peralatan Kabupaten Gowa juga sudah memadai.

Baca Juga : Pemkab Gowa Dorong UMKM Tingkatkan Kualitas Produk hingga Tembus Pasar Internasional

Namun menurutnya, yang perlu ditambah, karena potensi bencana di Kabupaten Gowa cukup kompleks.

“Lokal logistik dan peralatan kami di Kabupaten Gowa bisa dibilang kita sudah memungkinkan. Tapi perlu ada penambahan-penambahan karena tingkat kerawanan bencana di Kabupaten Gowa itu seperti banjir, tanah longsor, pergerakan tanah dan angin puting beliung,” ungkapnya.

Ikhsan juga menyebutkan bahwa BPBD Kabupaten Gowa juga melakukan penanganan dan penyelamatan pada kejadian pendakian di beberapa gunung di wilayah Kabupaten Gowa.

Baca Juga : Plt Bupati Gowa Darmawansyah Muin Dorong UMKM Masuk Pasar Haji

“Hampir setiap minggu banyak pendaki di situ, dan kadang ada trouble. Itulah yang perlu kami carikan solusi untuk penanganannya itu. Sementara kita sedang koordinasi dengan Basarnas bagaimana model rescuenya jika ada kejadian-kejadian seperti itu,” tambahnya.

Di tempat yang sama Wakil Presiden RI, KH Ma’ruf Amin dalam sambutannya mengungkapkan, pihaknya mendorong BNPB maupun BPBD di daerah untuk mengoptimalkan pemanfaatn teknologi dalam penanganan kebencanaan.

“Saya minta agar pengembangan teknologi dan inovasi dalam penanggulangan bencana di dalam negeri untuk terus dioptimalkan. Dorong integrasi teknologi dan inovasi berbasis data yang valid, sebagai kunci terwujudnya efektifitas dan efisiensi aksi dini dan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana,” ujarnya.

Baca Juga : Pegang Siri’ na Pacce, Sikap Keluarga Besar Husniah Talenrang Diapresiasi Akademisi hingga Netizen

Pada kesempatan ini Wapres RI juga memberikan beberapa arahan. Meminta untuk dikembangkannya industrialisasi penanggulangan kebencanaan dengan penerapan teknologi dan inovasi dengan manfaatkan perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan.

Kemudian, Wapres meminta agar dapat dilakukan pemetaan risiko bencana secara tepat dan valid. Kemudian hasil dari pemetaan tersebut diintegrasikan dalam perencanaan dan implementasi terkait penataan ruang, lingkungan hidup, dan sumber daya alam.

Selain itu, Wapres RI menekankan pelayanan kebencanaan dapat diperkuat. Hal tersebut menurutnya bisa dilakukan melalui penguatan kelembagaan BPBD baik dalam hal kewenangan, kompetensi sumber daya manusia, logistik, dan peralatan.

Baca Juga : Dikaitkan Kasus Dugaan Korupsi hingga Usulan Pemakzulan, Benarkah Bupati Gowa Tak Lagi Dipercaya oleh Sejumlah Bawahannya?

Selanjutnya, dirinya meminta agar diterapkannya kebijakan dan upaya pemulihan pascabencana.

Ia pun mengingatkan agar dipastikan adanya pembagian peran antara pusat dan daerah secara proporsional, dalam rangka membangun ketangguhan dan kemandirian masyarakat dan mengurangi risiko bencana di masa yang akan datang.

“Dan yang terakhir, saya minta untuk dapat menyusun dan merencanakan pembiayaan kegiatan penanggulangan bencana secara integratif dan tidak tumpang tindih,” ungkapnya.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Olahraga02 November 2026 19:04
Fazzio Youth Festival 2026 Berakhir, Ini Daftar Pemenangnya
Sejumlah sekolah di Makassar berhasil meraih gelar juara dalam Fazzio Youth Festival (FYF) 2026 yang digelar PT Suracojaya Abadimotor (SJAM) di GOR Un...
Makassar02 November 2026 16:52
Aset Keuangan Syariah Tembus Rp3.300 Triliun, OJK Siapkan Strategi Penguatan
Industri keuangan syariah Indonesia terus menunjukkan perkembangan di tengah ketidakpastian ekonomi global....
Ekonomi02 November 2026 16:25
PLN Bantu 25 Perempuan Pesisir Paotere Kembangkan Usaha Kerajinan Sisik Ikan
PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sulawesi (UIP Sulawesi) membantu meningkatkan kapasitas usaha Kelompok Perempuan Pesisir Paotere melalui progr...
Bisnis02 November 2026 16:18
Pendapatan Telkom Tembus Rp113,5 Triliun hingga Kuartal III 2026
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp113,5 triliun hingga kuartal III 2026....