Logo Sulselsatu

Kinerja XL Axiata Melejit di Kuartal Pertama 2024, Raih Pendapatan Rp8,44 Triliun

Sri Wahyu Diastuti
Sri Wahyu Diastuti

Senin, 29 April 2024 16:24

XL Axiata (dokumen: istimewa)
XL Axiata (dokumen: istimewa)

SULSELSATU.com, JAKARTA – PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) (perseroan) berhasil mengawali 2024 dengan kinerja solid. Kuartal pertama (Q1) 2024, XL Axiata berhasil meraih total pendapatan sebesar Rp8,44 triliun, meningkat 12 persen di banding periode yang sama setahun sebelumnya (YoY).

Kemudian, EBITDA Rp4,45 triliun, meningkat 24 person YoY, EBITDA margin meningkat 5 persen YoY menjadi 52,8 persen, dan laba bersih setelah pajak (PAT) Rp547 miliar juga mengalami peningkatan signifikan sebesar 168 persen YoY.

Sementara itu, kontribusi pendapatan layanan data dan digital pada total pendapatan mencapai 93 persen.

Baca Juga : Hadapi Persaingan Industri, XL Axiata Catat 1,2 Juta Penambahan Pelanggan Kuartal Pertama 2025

Presiden Direktur & CEO XL Axiata Dian Siswarini mengatakan, periode kuartal pertama 2024 sangat spesial karena berhasil meraih pendapatan data yang positif dibandingkan kuartal keempat (Q4) 2023.

“Pertumbuhan pendapatan data di kuartal ini tidak terlepas dari keberhasilan mempertahankan harga layanan di tengah semaraknya momentum Pemilihan Umum serta Ramadan sehingga bisa meningkatkan trafik data. Selain itu, dengan total jumlah pelanggan berkualitas yang meningkat dari Q4 2023 yaitu 57,6 juta, kami berhasil mendorong penggunaan layanan sehingga trafik juga meningkat sebesar 3,2 persen dibandingkan Q4 2023,” ujar Dian dalam rilis yang diterima, Senin (29/4/2024).

Dian menambahkan, pencapaian kinerja Q1 2024 juga tidak terlepas dari keberhasilan perseroan dalam mengoptimalkan penggunaan biaya operasional (OPEX) termasuk menekan beban biaya-biaya operasional menjadi lebih rendah.

Baca Juga : Identitas Baru, XLSMART Siap Integrasikan Jaringan Secara Merata di Kalimantan dan Sulawesi

Total biaya operasional berkurang hingga 8 persen dibandingkan Q4 2023. Penurunan biaya operasional yang signifikan ada pada beban penjualan dan pemasaran (sales and marketing) dan biaya infrastruktur.

Penurunan beban penjualan dan pemasaran juga didorong oleh peningkatan penggunaan sarana digital aplikasi MyXL dan AXISnet. Meningkatnya penggunaan MyXL dan AXISnet menunjukkan kedua aplikasi tersebut mampu meningkatkan pengalaman pelanggan yang lebih baik, serta memberikan pemahaman yang lebih mendalam terhadap kebutuhan, preferensi serta perilaku pelanggan.

Hal ini membuat XL Axiata mampu memberikan penawaran yang tepat kepada pelanggan yang tepat, pada waktu yang tepat pula secara lebih efektif.

Baca Juga : XL Axiata dan Smartfren Bergabung Jadi XLSMART, Komitmen Hadirkan Transformasi Digital Masa Depan

Hingga akhir Maret 2024, kedua aplikasi tersebut memiliki total pengguna aktif per bulannya hingga sebanyak 30,3 juta. Peningkatan jumlah pengguna aktif per bulan myXL dan AXISnet ini mencapai 99 persen dalam periode dua tahun terakhir.

Peningkatan kinerja XL Axiata di sepanjang tiga bulan pertama 2024 juga tidak terlepas dari semakin meningkatnya kinerja layanan konvergensi.

Pada layanan konvergensi, selama periode Q1 2024, jaringan konvergensi sudah menjangkau 102 kota/kabupaten dengan tingkat penetrasi konvergensi mencapai 79 persen dan total jumlah pelanggan mencapai 252 ribu, yang berarti menunjukkan permintaan yang terus meningkat terhadap produk FMC XL Satu.

Baca Juga : Manfaatkan Teknologi Biometrik, XL Axiata Wujudkan Ruang Digital Aman dan Terpercaya Bagi Pelanggan

Salah satu kunci pertumbuhan XL Axiata adalah personalisasi penawaran dan layanan. Hasilnya, data net promoter score (NPS) semakin meningkat secara signifikan, sehingga mendorong penggunaan layanan dan pada akhirnya juga membantu meningkatkan pendapatan. Strategi tersebut masih akan diterapkan di sepanjang tahun 2024 ini.

Hasil dari penerapan strategi berbasis digital melalui data analytics juga memungkinkan XL Axiata berinvestasi di area yang bernilai tinggi dan membangun jaringan, termasuk untuk memenuhi permintaan dari seluruh segmen pelanggan.

Dengan data analitik ini juga memungkinkan XL Axiata mengevaluasi key performance indicator (KPI) di semua aspek terkait pelanggan, kampanye pemasaran, dan loyalitas pelanggan, sehingga perusahaan dapat merancang strategi yang tepat untuk menghadapi tantangan dan peluang di waktu yang tepat.

Baca Juga : PT XL Axiata Tbk Bakal Bagi Dividen Rp1,12 Triliun

Dari sisi infrastruktur, XL Axiata juga masih membangun jaringan di sepanjang tiga bulan pertama 2024. Karena itu, jumlah BTS meningkat 9,6 persen YoY menjadi total 163.106 unit, termasuk 107.906 unit BTS 4G, dengan tingkat keterhubungan dengan jaringan fiber optik mencapai 62 persen (fiberized).

Secara teknis, fiberisasi merupakan upaya modernisasi jaringan dengan cara menghubungkan BTS melalui jalur fiber, termasuk melakukan regenerasi perangkat-perangkat BTS.

Contohnya adalah dengan mengganti perangkat yang selama ini menggunakan microwave menjadi perangkat fiber. Fiberisasi dilakukan untuk meningkatkan kualitas jaringan data dan sebagai persiapan implementasi 5G di masa mendatang.

XL Axiata berkomitmen melakukan upaya peningkatan kualitas jaringan sebagai penopang utama upaya meningkatan pengalaman pelanggan. Komitmen XL Axiata memperkuat jaringan tercermin dari pengalokasian belanja modal (Capex) sebesar Rp8 triliun di tahun ini.

XL Axiata juga melanjutkan inisiatif investasi pengembangan jaringan secara cermat untuk dapat mendorong peningkatan kualitas layanan yang lebih baik dan meningkatkan penggunaan jaringan yang masih bertumbuh.

Posisi keuangan XL Axiata sehat per akhir Maret 2024, utang kotor tercatat di angka Rp11,24 triliun, dengan utang bersih sebesar Rp10,09 triliun. Rasio gearing net debt to EBITDA (termasuk finance lease) sebesar 2,52x.

XL Axiata berhasil mengelola utang dengan baik, dengan tidak memiliki utang berdenominasi valuta asing, dan menempatkan utang lebih besar pada suku bunga tetap. Sebesar 54 persen dari pinjaman yang ada memiliki suku bunga tetap (fixed) dan 46 persen dari pinjaman memiliki suku bunga mengambang (floating). Free cash flow (FCF) berada pada tingkat yang sehat, dengan peningkatan sebesar 10 persen menjadi Rp2,4 triliun.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Politik31 Juli 2026 12:13
Irfan AB Ditunjuk Jadi Plt Ketua DPD PAN Barru, Bidik Satu Kursi di Setiap Dapil pada Pileg 2029
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Anggota DPRD Sulawesi Selatan, M Irfan AB, resmi ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD Partai Amanat Nasional ...
OPD31 Juli 2026 11:09
Reses Ketua DPRD Sulsel Cicu di Pasar Terong, Warga Minta Solusi Banjir dan Pengaman Kanal
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Rachmatika Dewi atau Cicu, menyerap berbagai aspirasi masyarakat saat menggela...
Bisnis31 Juli 2026 10:43
Tumbuh 36,52 Persen, Pegadaian Sulselbarra Maluku Catat Laba Rp1,23 Triliun Semester I 2026
PT Pegadaian (Persero) Kantor Wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, dan Maluku (Sulselbarra Maluku) mencatatkan kinerja positif...
Bisnis31 Juli 2026 09:28
Pegadaian Cetak Laba Bersih Rp6,59 Triliun pada Semester I 2026, Tumbuh 84,4 Persen
PT Pegadaian (Persero) membukukan kinerja keuangan yang positif sepanjang Semester I 2026. Hingga 30 Juni 2026, Pegadaian mencatat laba bersih sebesar...