Logo Sulselsatu

SBPO OJK Triwulan Kedua 2024 Sebut Perbankan Makin Optimis Meski Ketidakpastian Global

Sri Wahyu Diastuti
Sri Wahyu Diastuti

Rabu, 29 Mei 2024 15:36

Otoritas Jasa Keuangan. Foto: Internet
Otoritas Jasa Keuangan. Foto: Internet

SULSELSATU.com ‐ Survei Orientasi Bisnis Perbankan OJK (SBPO) triwulan kedua 2024 menunjukkan perbankan makin optimis dengan kinerja akan semakin baik pada triwulan kedua 2024.

Survei tersebut melibatkan 95 bank responden. Berdasarkan data Maret 2024, porsi aset 95 bank tersebut mencapai sebesar 94,67 persen dari total aset bank umum.

Optimisme Perbankan tecermin dari Indeks Orientasi Bisnis Perbankan (IBP) pada triwulan kedua 2024 yang tercatat sebesar 58 (zona optimis).

Baca Juga : OJK Bersama Stakeholder Perkuat Tata Kelola dan Integrasi Sektor Jasa Keuangan

Optimisme tersebut didorong oleh ekspektasi akan meningkatnya fungsi intermediasi perbankan dibarengi dengan kemampuan perbankan dalam mengelola risiko yang dihadapi meskipun dengan kondisi makroekonomi global yang kurang kondusif.

Ketidakpastian kondisi makroekonomi global menyebabkan Indeks Ekspektasi Kondisi Makroekonomi (IKM) pada triwulan kedua 2024 masih berada pada level pesimis yaitu sebesar 31. Hal ini disebabkan oleh perkiraan peningkatan BI Rate, pelemahan nilai tukar dan peningkatan inflasi.

Meski demikian, di tengah perkiraan kondisi makroekonomi tersebut, PDB diperkirakan tetap tumbuh didorong oleh konsumsi masyarakat yang diperkirakan meningkat pasca Bulan Ramadhan seiring dengan adanya pembagian Tunjangan Hari Raya untuk perayaan Hari Raya Idul Fitri dan adanya banyak hari libur pada triwulan kedua 2024.

Baca Juga : Kinerja Perbankan Indonesia Stabil, Kredit Tumbuh 12,15 Persen Mencapai Rp7.376 Triliun

Kepala Departemen Literasi, Inklusi Keuangan dan Komunikasi OJK Aman Santosa mengatakan, meskipun kondisi makroekonomi diperkirakan kurang kondusif, mayoritas responden meyakini bahwa risiko perbankan pada triwulan kedua 2024 masih terjaga dan terkendali.

“Hal ini terlihat dari Indeks Persepsi Risiko (IPR) sebesar 59 (zona keyakinan bahwa risiko cukup manageable, seiring dengan keyakinan bahwa risiko kredit dan risiko pasar yang tetap terjaga,” kata Aman dalam rilisnya, Rabu (29/5/2024).

Aman Santosa menjelaskan, responden meyakini bahwa kualitas kredit tetap baik, PDN pada level rendah dan berada pada posisi long, dan rentabilitas masih akan meningkat seiring dengan kenaikan penyaluran kredit.

Baca Juga : Lakukan Penawaran Investasi Tanpa Izin OJK, Satgas PASTI Putuskan Tiga Hal Bagi Ahmad Rafif Raya

Selanjutnya, risiko likuiditas juga diperkirakan masih terjaga stabil dibandingkan triwulan sebelumnya.

Ekspektasi terhadap kinerja perbankan pada triwulan II-2024 juga optimis dengan Indeks Ekspektasi Kinerja (IEK) sebesar 83.

Optimisme kinerja perbankan didorong oleh ekspektasi bahwa sisi funding (DPK) akan tetap mampu menyokong meningkatnya penyaluran kredit yang berdampak pada peningkatan laba dan modal perbankan.

Baca Juga : OJK Lanjutkan Upaya Hukum Michael Steven Pemilik Kresna Group

Optimisme kenaikan pertumbuhan kredit pada triwulan kedua 2024 didorong ekspektasi pertumbuhan ekonomi domestik yang membaik pasca Pemilu 2024.

Dari sisi penghimpunan dana, responden memperkirakan bahwa pada triwulan kedua 2024, DPK juga akan tumbuh meningkat sejalan dengan kegiatan ekonomi yang semakin membaik, usaha bank memperoleh sumber dana untuk mendukung pertumbuhan kredit, dan adanya dana pemerintah yang masuk pada bank daerah.

Pada SBPO, OJK juga menghimpun informasi terkait prospek penyaluran Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) ke depan yang diyakini masih akan tumbuh meskipun sempat melambat pada awal 2024. Dipengaruhi oleh situasi politik yang belum menentu, sehingga membuat nasabah cenderung wait and see serta menahan diri untuk melakukan pembelian kendaraan bermotor.

Baca Juga : BRI Jadi Institusi Keuangan Pertama di Indonesia dan Peringkat 4 di Asia Versi Fortune Southeast Asia 500

Adapun hal yang mendasari keyakinan mayoritas bahwa prospek pertumbuhan KKB ke depan cukup tinggi antara lain dikarenakan potensi pasar otomotif di Indonesia yang masih sangat besar didukung oleh pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi.

Hal tersebut diyakini akan mendorong terjadinya peningkatan konsumsi masyarakat yang mana akan berdampak juga terhadap penjualan kendaraan bermotor.

Selanjutnya, dari hasil survei juga diperoleh informasi mengenai dampak permasalahan sektor Properti dan Real Estate di beberapa negara bagi bank-bank di Indonesia yang mana diyakini tidak akan memberikan dampak signifikan baik langsung maupun tidak langsung.

Industri real estate dan properti di Indonesia pada tahun 2024 juga diyakini masih akan tumbuh positif seiring dengan permintaan yang terjaga di tengah perbaikan daya beli.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Politik21 Juli 2024 12:41
Punya Pengalaman di Parlemen, Paket Hengki-Rangga Dinilai Tepat Pimpin Takalar
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Nama Hengki Yasin dan Fahruddin Rangga dinilai bila berpaket untuk maju di Pilkada Takalar cukup ideal, mengingat ked...
Berita Utama21 Juli 2024 12:07
Babinsa Koramil Tamalatea Bersama Warga Karya Bakti Bersihkan Saluran Air
SULSELSATU.com,JENEPONTO – Babinsa Tonrokassi Timur Koramil 03 Tamalatea Kodim 1425 Jeneponto, pimpin Karya Bakti pembersihan Saluran Air diwila...
Hukum21 Juli 2024 11:21
Masuk Tahapan SKD Catar, Begini Pesan Indah Pada Panitia Wilayah
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Kepala Divisi Administrasi Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Selatan (Kanwil Kemenkumham Sulsel), Ind...
Politik21 Juli 2024 10:20
Perantau Asal NTT di Makassar Siap Berjuang Menangkan Andi Seto di Pilwalkot
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Masyarakat perantau asal Nusa Tenggara Timur (NTT) kota Makassar berkunjung ke Markas Besar Andi Seto Asapa. Kedatang...