SULSELSATU.com, MAKASSAR – Tim Pengabdian Kepada Masyarakat dari Fakultas Seni dan Desain (FSD) Universitas Negeri Makassar (UNM) kembali menyelenggarakan pelatihan teater yang dihadiri oleh para guru, mahasiswa, dan siswa UPT SPF SMPN 27 Makassar, Kamis, (13/06/2024).
Acara ini dipimpin oleh ketua tim Andi Taslim Saputra, S.Pd., M.Sn, bersama anggota tim Dr. Asia Ramli, M.Pd, Dr. Heriyati Yatim, M.Pd, dan Andi Baetal Mukaddas, S.Pd., M.Sn.
Pada kesempatan tersebut, Andi Taslim Saputra menyampaikan pentingnya kegiatan ini di tengah maraknya teknologi modern yang membelenggu aktivitas siswa.
“Pelatihan teater, khususnya pendalaman keaktoran dengan menerapkan permainan tradisional, membongkar jurang pemisah yang terjadi di diri siswa-siswa dan mengembalikan ingatan yang indah. Kebiasaan bermain handphone sebenarnya menghilangkan jati diri di dunia nyata. Pelatihan ini sukses karena ekspresi-ekspresi peserta latihan berbahagia dan menyenangkan. Mereka mengingat kembali memori masa kecil dari pelatihan ini,” ujar Andi Taslim.
Dr. Asia Ramli, M.Pd, menambahkan bahwa permainan tradisional ma’benteng yang dipilih dalam pelatihan ini berhubungan dengan tiga isu dalam panduan guru dalam pembelajaran teater serta kurikulum merdeka, yakni kesehatan dan global warming. “Permainan ini mengajarkan kesehatan melalui gerakan dan pengaturan napas, serta melibatkan dinamika karakter seperti protagonis, antagonis, dan penonton,” katanya.
Nur Annisa Yusuf, S.Pd, wali kelas di SMPN 27 Makassar, mengapresiasi kegiatan ini sebagai upaya luar biasa yang meningkatkan antusiasme serta kerjasama antar siswa tanpa menggunakan gadget dan kembali ke permainan tradisional.
Siswa-siswa seperti Aira Thalita Wijaya, Fairuz Chaliza, dan Ade Hafizah Putri Infalik juga menyampaikan kesenangan mereka atas pelaksanaan kegiatan ini.
“Kegiatan ini sangat menarik, kami diajarkan bergotong royong dan bermain bersama teman main.”
Fairuz menambahkan, “Kegiatan ini membantu teman-teman lepas dari gadget,” dan Ade menyampaikan, “Kami antusias dengan pengabdian ini karena kami kembali mengingat permainan masa kecil kami.”
Pelatihan teater ini diharapkan dapat memberikan dampak positif pada perkembangan karakter dan interaksi sosial siswa di era digital ini.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar