Logo Sulselsatu

Survei SMRC Pilwali Makassar, Popularitas dan Elektabilitas Munafri Arifuddin Teratas

Asrul
Asrul

Minggu, 23 Juni 2024 21:49

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Lembaga Survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) baru-baru ini mengadakan survei di Kota Makassar. Dari hasil rilis, Periode survei di mulai pada tanggal 7 hingga 14 Juni 2024 lalu. Dalam surveinya SMRC mengungkap Elektabilitas atau keterpilihan nama-nama kandididat Calon Walikota Makassar.

Fokus survei tersebut melakukan uji skenario terhadap beberapa nama kandidat calon Walikota Makassar Tahun 2024. Skenario pertama, jika Pilkada Makassar di ikuti oleh Empat kandidat. Kemudian skenario kedua dengan Tiga kandidat dan Skenario terakhir yaitu head to head atau 2 nama kanidat.

Hasilnya, Munafri Arifuddin berhasil mengungguli semua kandidat dengan cukup signifikan di semua skenario tersebut.

Baca Juga : Silaturahmi Lebaran, Appi Dengar Nasihat JK untuk Makassar ke Depan

Salah satu skenario yang dianggap kemungkinan besar akan terjadi yaitu uji 4 nama Kandidat Calon Walikota Makassar. Nama yang dimaksud yaitu, Ketua DPD II Partai Golkar Kota Makassar, Munafri Arifuddin. Kemudian juga ada nama Indira Yusuf Ismail. Selanjutnya, Pengusaha yang juga pernah mencalonkan diri sebagai Walikota pada Pilkada 2013 lalu, Rusdin Abdullah. Terakhir, mantan Bupati Sinjai, Andi Seto Ghadista Asapa.

Hasilnya, Munafri Arifuddin mendapatkan 35,5%. Kemudian disusul Indira Yusuf Ismail dengan 26,3%. Selanjutnya Andi Seto Ghadista Asapa 10,9% dan Rusdin Abdullah 8,4%. Sisanya belum menentukan pilihan, dengan menjawab tidak tahu atau menjawab 18,9%.

Skenario selanjutnya SMRC melakukan pengujian dengan 3 nama kandidat. Hasilnya, jika Munafri Arifuddin, Indira Yusuf Ismail dan Andi Seto Ghadista Asapa di uji hasilnya. Munafri memperoleh 40,2%, kemudian Indira Yusuf Ismail 28,7% dan terakhir Andi Seto Shadista Asapa meraih 11,9%. Sisanya Tidak Tahu Tidak Jawab 19.2%.

Baca Juga : Wali Kota Makassar Ikuti Edaran Mendagri, Open House Idulfitri Dibatasi Satu Hari

Kemudian jika nama Indira Yusuf Ismail tidak diikutkan dalam skenario dan digantikan dengan nama Rusdin Abdullah. Maka hasilnya, Munafri Arifuddin unggul telak 49.9%, Rusdin Abdullah 13.9% dan Andi Seto Ghadista Asapa 13,7%. Sisanya 22,5% Tidak menentukan pilihan.

Skenario selanjutnya, yaitu dengan menguji Dua nama kandidat atau head to head. Pertama, mengikutkan nama Munafri Arifuddin dan Indira Yusuf Ismail. Hasilnya, Gap antara keduanya sangat signifikan yaitu terpaut 16,2%. Munafri keluar sebagai pemenang dengan 47,9%. Dibandingkan Indira Yusuf Ismail dengan perolehan 31,7%. Adapun yang belum menentukan pilihan 20,3%.

Hasil yang hampir sama saat Munafri diujikan dengan kandidat lain. Dengan Andi Seto Ghadista Asapa, Munafri Memperoleh 56,3% sendangkan Andi Seto hanya 19,8% dan 23,9% Tidak Tahu/Tidak jawab.

Baca Juga : Konsolidasi Ramadan, Appi Gaspol Siapkan Golkar Makassar Hadapi Pemilu 2029

Begitu juga jika diuji dengan nama Rusdin Abdullah. Hasilnya. Munafri Arifuddin memperoleh 60,1% sedangkan Rusdin Abdullah 17,3 Persen dan sisanya tidak tahu atau tidak jawab 22,7%.

Juru Bicara pemenangan Appi, Andi Taufiq Aris atau akrab dipanggil Ata mengomentari hasil survei SMRC tersebut. Menurutnya, Munafri Arifuddin memiliki momentum baik dalam Pilkada Kota Makassar. Atta yakin hasil positif yang didapatkan Appi cermin akan kepercayaan dan harapan masyarakat Makassar terhadap kepemimpinan Munafri Arifuddin. Elektabilitas dan popularitas yang tinggi menunjukkan bahwa tingkat peneriman beliau di warga sangat baik.

Pada kesempatan lain, Akademisi Universitas Hasanuddin, Dr Rahmat Muhammad, turut mengomentari survei ini. Menurutnya kedekatan emosional dengan pemilih adalah faktor penting dimiliki oleh kandidat.

Baca Juga : Dihadapan Ribuan Kader Golkar Makassar, Appi Tegaskan Tak Ingin Buat Gaduh di Perhelatan Musda DPD I

“Tingginya elektabilitas mengindikasikan bahwa kandidat berhasil membangun koneksi emosional dengan pemilih, hal yang sangat penting dalam kontestasi politik lokal,” ungkap Dosen yang juga Kepala Prodi S3 Sosiologi Fisip Unhas.

Survei dilakukan terhadap 410 orang dengan toleransi kesalahan (margin of error) ±5% dan tingkat kepercayaan 95%.

Responden yang ditanyakan merupakan wajib pilih Kota Makassar, yakni yang berumur 17 keatas atau sudah menikah. Sampel dipilih menggunakan metode multi stage random sampling dengan jumlah proporsional.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Metropolitan04 Agustus 2026 13:54
Pemilahan Sampah Sejak 2025, RT 04 Tamangapa Jadi Percontohan Berbasis Kolaborasi Warga
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Budaya memilah sampah di RT 04/RW 07 Cluster Berlian Permata, Kelurahan Tamangapa, Kecamatan Manggala, telah diterapk...
Metropolitan04 Agustus 2026 12:31
Pilah Sampah Jadi Kunci Selamatkan Makassar, Pakar: Bukan Lagi Imbauan, Melainkan Kewajiban Hukum
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Pemilahan sampah dari rumah tangga dinilai menjadi langkah paling mendasar untuk menyelamatkan Kota Makassar dari ancaman...
Olahraga03 Agustus 2026 20:20
Stylix Padel Challenge 2026 Kalla Toyota Kembali Digelar, Diikuti 25 Komunitas dan 32 Media
Antusiasme olahraga padel terus berkembang di Makassar mendorong Kalla Toyota kembali menghadirkan Stylix Padel Challenge: Raize The Game....
Makassar03 Agustus 2026 19:01
Munafri Tawarkan Makassar sebagai Hub Investasi Indonesia Timur di Forum APINDO 2026
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menjadi pembicara dalam Business Investment Forum yang digelar di Hotel Claro ...